
Setelah menjalani pemulihan selama 1 minggu pasca melahirkan. Hana dan putrinya sudah di perbolehkan pulang oleh dokter.
Semua orang yang tinggal di Mansion sangat bahagia saat akan menyambut Hana dan bayinya.
Para pelayan dan bodyguard berkumpul di dekat pintu Mansion saat mobil yang di kendarai Dom berhenti di halaman Mansion mewah itu.
Hana keluar dari mobil sembari menggendong putrinya yang tertidur pulas di pelukannya.
Sedangkan Dante memeluknya dari samping. Kartika dan Fernan mengikuti dari belakang.
"Cantik sekali." Dua kata pujian yang di ucapkan oleh para pelayan dan bodyguard saat Hana memperlihatkan bayinya kepada mereka. Tidak ketinggalan ucapan selamat pun di ucapkan oleh mereka semua kepada Hana dan Dante atas kelahiran anak pertamanya.
Dante tersenyum dan kembali mengucapkan banyak terima kasih kepada para pelayan dan bodyguard yang sudah menyambut dengan antusias. Dante juga memberitahukan nama putrinya kepada mereka semua.
"Sweetie, apakah kamu tidak lelah? Biar aku saja yang menggendongnya," ucap Dante kepada Hana yang sejak tadi menggendong bayi kecilnya.
"Aku sangat bahagia, tidak ada kata lelah sama sekali," jawab Hana, tersenyum cantik, lalu melangkahkan kakinya memasuki Mansion dengan perlahan sembari menggendong putrinya. Dante mengiringinya dari samping.
"Kamar Lily sudah aku persiapkan," ucap Dom kepada Hana dan Dante.
__ADS_1
"Kamar untuk Lily?" tanya Hana dengan tatapan tidak percaya jika Dom menyiapkan semuanya.
"Iya, kamar Lily ada si sebelah kamarmu," jawab Dom.
"Dom! Itu adalah ruang kerjaku!" kesal Dante, menatap tajam Dom yang malah terlihat datar tidak takut sama sekali dengannya.
"Oh, aku sudah memindahkan ruang kerjamu di lantai bawah," jawab Dom dengan santainya.
"Sudah, kalian jangan berdebat. Dad, seharusnya berterima kasih kepada Dom karena susah menyiapkan kamar untuk putri kita. Padahal kita sendiri malah tidak memikirkannya," ucap Hana.
"Benar kata Hana. Dom sangat perhatian sekali kepada keponakannya. Iya 'kan Uncle Dom!" seru Fernan membenarkan ucapan Hana.
"Sama-sama. Aku juga sudah menyiapkan pakaian dan segala kebutuhan Lily," jawab Dom dengan datar.
Semua orang yang ada di sana tercengang saat mendengar ucapan Dom, kecuali para bodyguard dan pelayan yang terlihat biasa saja, karena mereka sudah mengetahuinya.
"Dom apakah ini tidak berlebihan?!" tanya Dante.
"Tentu saja tidak. Hana, ayo kita lihat kamar Lily." Dom dengan penuh semangat menuntun Hana menaiki anak tangga dengan perlahan, karena wanita itu sedang menggendong Lily.
__ADS_1
"Kau baik sekali Uncle Dom," ucap Hana sembari memegangi tangan Dom.
"Aku akan hanya melakukan hal kecil saja untuk si cantik Lily," jawab Dom tersenyum tipis.
Dante, Kartika dan Fernan tercengang sambil menatap Dom yang mesam-mesem sambil menuntun Hana di tangga.
Hana sudah sampai di kamar Lily. Ibu baru yang tengah berbahagia itu melebarkan senyumannya saat melihat kamar Lily yang terlihat sangat bagus dan indah. Kamar tersebut di dominasi dengan motif kuda poni berwarna pink. Bahkan dinding hingga Box untuk bayinya pun bermotif kuda poni.
Ada single sofa yang letaknya di dekat jendela kamar tersebut. Single sofa tersebut berguna untuk Hana agar menyusui bayinya dengan nyaman. Lalu ada pintu di dalam kamar tersebut yang menghubungkan ke kamar Hana.
"Dom, kau luar biasa," puji Hana, lalu merebahkan putrinya di Box bayi yang berukuran cukup besar dan mewah.
"Terima kasih, Dom," ucap Hana dengan tulus.
"Sama-sama, calon ibu mertua."
****
Sengklek si Dom 🤣🤣🤣
__ADS_1