
WARNING!! Seneng kalian ya. 🙄
Dante menatap punggung Hana yang membelakanginya.
Ia tidak bisa tidur sampai menjelang pagi karena tidak memeluk istrinya yang masih merajuk kepadanya. Aneh rasanya, selama sepuluh tahun menduda ia selalu tidur sendiri, dan tidak pernah mengalami gangguan tidur.
Tapi, kenapa baru menikah dengan Hana satu minggu lebih, dirinya tidak bisa tidur, jika tidak memeluk istri kecilnya itu?
"Sweetie." Dante membelai punggung Hana dengan lembut. Kemudian menarik tubuh Hana ke dalam pelukannya.
"Gerah!" Hana melepas pelukan tersebut, dan menggeser tubuhnya, menjauhi Dante.
Dante tidak kehabisan akal. Ia segera membalik tubuh Hana sampai terlentang, lalu menindih tubuh Hana.
"Sayang, olah raga pagi, Yuk!" bisik Dante di dekat telinga kiri Hana. Istrinya itu masih terpejam, tapi Dante tahu jika Hana sudah bangun.
CUP
CUP
CUP
__ADS_1
Dante mengecup seluruh wajah Hana dengan gemas, dan ciuman terakhir, ia labuhkan ke bibir Hana yang terkunci rapat.
"Emh!" Hana mendorong dada bidang Dante agar menghentikan aksinya itu.
Kedua mata Hana terbuka lebar. Menatap sebal suaminya yang sudah mengganggu tidurnya.
"Dad--" ucapan Hana tersendat ketika bibirnya di cium suaminya dengan penuh kelembutan.
Dante kali ini tidak menyia-nyiakan kesempatan. Pagi itu dirinya harus bisa mencetak Gol!
"Emhh ... ah ..." Hana melenguh ketika Dante meremat dua bukit kembarnya bergantian, tanpa melepaskan tautan bibir mereka. Mencium Hana dengan beringas dan menuntut.
Rasa kesal Hana yang bercekol di dalam hati kini tergantikan dengan hasrat yang membumbung tinggi. Ia ingin lebih dari sekedar ciuman panas.
"Fu*ck Me ..." lenguh Hana ketika Dante menyibakkan baju tidurnya dan menarik kaca mata busanya hingga putus, lalu melemparkan ke sembarang arah. Dante ngiler ketika melihat dua bukit kembar bulat dan kenyal di tumbuhi buah ceri berwarna pink di atasnya. Sangat menggiurkan dan menggoda.
Dante langsung mencaplok buah ceri itu dengan rakus, menghisap sari buahnya yang sangat baik untuk kesehatannya.
"Ah, Yeahh ..." Hana membusungkan dadanya ketika Dante menyesap, memilin, dan meremas bukit kembarnya dengan penuh gairah.
Rasa nikmat yang mampu membuat tubuh Hana melayang sampai langit ke tujuh. Ah, ini gila. Rasanya benar-benar sangat nikmat tiada terkira.
__ADS_1
Pluk
Dante melepaskan buah ceri itu dari mulutnya. Kemudian ia menegakkan tubuhnya. Melepaskan semua kain yang menempel di tubuh keduanya.
Dante mengungkung tubuh istrinya lagi, sembari memosisikan tubuhnya yang akan memulai ritual malam pertama yang tertunda.
"Sudah siap?" tanya Dante, sembari menatap istriya yang mendadak pias. Dadanya berdegup tidak karuan, perasaan takut melanda.
"I-iya," jawab Hana yang gugup, sembari melirik ke bawah, di mana golok sakti sebesar pergelangan tangan orang dewasa sudah menempel di pintu lembahnya.
"Rileks," bisik Dante tepat di depan bibir istrinya lalu mengecup bibir itu penuh kelembutan, bersamaan dengan senjata milik Dante mulai menerobos masuk ke dalam inti istrinya.
"Sakit," lirih Hana, mencengkram kedua pundak lebar itu dengan kuat. Di bawah sana, Dante berusaha untuk menembus gawangnya yang masih bersegel. Tubuhnya mengejang ketika Dante berhasil melesakkan senjata besar dan panjang itu dengan sempurna.
Nafas Dante tersengal karena telah mengerahkan seluruh tenaga dan kemampuannya. Sungguh luar biasa, karena baru pertama kalinya merasakan keperawanan wanita, dan wanita itu adalah istri kecilnya. Malam pertama yang sangat memukau bagi Dante dan Hana.
Dan selanjutnya ....
***
Maaf, tiba-tiba otakku nge-lag😂🙈
__ADS_1
Jangan lupa, like, vote, dan komentarnya❤