Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Aku menyesal telah mengenalmu!


__ADS_3

Situasi tenang di dalam Mansion mewah milik Dante pada pagi hari itu. Terlihat beberapa pelayan mondar-mandir membersihkan Mansion tersebut.


"Apakah kamu tahu jika yang menghamili Allegra adalah Gery." Dua pelayan yang sedang membersihkan ruang tamu sedang bergosip ria.


"Benarkah?!" pekik rekannya yang memegang kain lap berwarna putih.


"Sttt! Pelankan suaramu!" ucap pelayan yang memegang penyedot debu, sembari menoleh kekiri dan kekanan takut jika ada yang mengawasi. "Aku tadi malam tidak sengaja mendengar pembicaraan Dante dan Dom," lanjutnya dengan nada berbisik.


"EHEMM!" dehem Kepala pelayan dari belakang dua pelayan tersebut.


Dua pelayan yang sedang bergosip itu terkejut dan segera membubarkan diri.


"Apakah mereka sudah bosan berkerja?" gumam Kepala pelayan sembari menggelengkan kepala.


*


*


Allegra membantu menyiapkan sarapan di dapur. Ia begitu bersemangat membantu Koki memasak.


"Alle, antarkan bubur ini ke dalam kamar Gery," ucap Koki kepada wanita hamil itu.


"Hah? Untuk apa? Bukankah di kamar itu kosong?" tanya Allegra.

__ADS_1


Ya, Allegra belum mengetahui kedatangan Gery.


"Entah, jangan banyak tanya. Cepat antarkan bubur dan Teh hangat sebelum semuanya menjadi dingin," ucap Koki itu lagi.


"Baiklah," jawab Allegra tanpa curiga langsung membawa nampan yang berisi semangkuk bubur ayam dan teh hangat.


"Ini makanan khas indonesia. Apakah ... Ah, tidak mungkin." Allegra tidak berharap jika yang ada di dalam kamar tersebut adalah Gery.


"Mungkin tamu Hana dari indonesia." Allegra berjalan menuju kamar tersebut. Ia mengetuk pintu berulang kali, dan masuk ke dalam kamar itu setelah mendapat sahutan dari dalam.


Allegra menggit bibirnya dengan kuat, dan hampir saja ia menjatuhkan nampan yang di pegangnya. Ia sangat terkejut saat melihat Gery duduk bersandar di atas tempat tidur.


Dadanya berdebar tidak karuan dan tubuhnya mendadak lunglai. Ia memundurkan langkahnya, berniat segera keluar dari dalam kamar tersebut.


"Kenapa kamu tidak pernah menghubungiku?" Gery berkata dengan dingin, beranjak dari tempat tidur, menghampiri Allegra yang mematung di tempat.


"Maaf, aku hanya ingin mengantarkan bubur ini." Allegra menghindari Gery yang mendekat ke arahnya. Ia segera meletakkan nampan yang di bawanya di atas meja yang ada di dalam kamar itu.


"Permisi," ucap Allegra, sedikit menundukkan kepalanya.


"Apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?" tanya Gery.


Jujur dalam hati yang terdalam. Ia menginginkan Allegra mengatakan kehamilannya.

__ADS_1


Namun sepertinya wanita itu sengaja bungkam. Ataukah membenci dirinya?


Allegra yang sudah memutar gagang pintu menghentikan gerakannya tanpa menoleh sedikit pun. Ia menghela nafasnya dengan kasar, dan memejamkan kedua matanya dengan erat.


"Kamu bertanya sesuatu yang tidak aku mengerti," jawab Allegra.


Gery menatap punggung wanita tersebut dengan nanar.


"Dia adalah anakku 'kan?" tanya Gery.


"Kamu mau menyembunyikannya dariku?" cecar Gery dengan nada kesal.


"Jika ini anakmu memangnya kenapa? Kamu ingin menyuruhku untuk menggugurkannya? Iya?!" jawab Allegra tidak kalah kesal, namun juga merasa sedih. Ia menangis dalam diam.


"Alle--"


"Aku menyesal karena pernah mengenal dirimu." Allegra memotong ucapan Gery dengan cepat.


Gery mendekati Allegra, lalu memeluk wanita itu dari belakang dengan erat.


"Kamu tidak boleh menyesalinya," bisik Gery tepat di dekat telinga Allegra.


Tubuh Allegra menegang dan merinding tidak karuan saat mendapat pelukan dan bisikan dari Gery.

__ADS_1


***


6 bab sudah berlalu hari ini. Semoga besok bisa crazy up lagi. Jangan lupa sawerannya, bestie❤


__ADS_2