Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Ekstra Part 4


__ADS_3

"Arghhhh!!!" teriak seorang pria begitu menggema di ruangan bernuansa putih .


"Sakit! Telingaku sakit!!" teriak pria tersebut yang tidak lain adalah Gery. Bagaimana tidak berteriak, jika rambutnya di jambak lalu telinganya di tarik sang istri saat akan mengejan mengeluarkan buah cinta mereka.


"Sakit kamu bilang?! Rasa sakit yang kamu rasakan tidak sebanding dengan rasa sakit yang sedang aku rasakan!! Aduh ... aduh ... Muleesssss!" teriak Allegra tidak melepaskan telinga suaminya, bahkan Gery sampai menunduk saat telinganya samakin di tarik istrinya.


Gery hanya mampu meringis tanpa mengeluarkan kesakitan. Ia akhirnya pasrah membiarkan menyiksa dirinya, yang terpenting ketiga anaknya dan istrinya sehat dan selamat.


"Dokter!!!" teriak Allegra.


Dokter, bidan dan perawat yang membantu persalinan Allegra sampai tepuk jidat, karena mereka baru pertama kali mendapat pasien langka seperti Allegra.


"Itu rambutnya sudah kelihatan," ucap Dokter. "Ayo, dorong lagi." Dokter memberikan intruksi.


"Aku bersumpah tidak ingin memiliki anak lagi. Dan kamu, awas saja, aku akan membalasmu karena sudah membuatku merasakan kesakitan seperti ini!" racau Allegra tidak jelas sembari mengeja kuat hingga bayi pertama mereka lahir dengan selamat dengan berat badan 1,5 kg.


Suara tangisan bayi menggema di seluruh ruangan tersebut.

__ADS_1


Gery menangis penuh haru saat mendengar suara tangis bayi pertamanya yang saat ini sedang di bersihkan perawat.


"Bayi pertama laki-laki. Ayo, dorong lagi, Nyonya," ucap Dokter memberikan semangat.


Allegra mengerahkan semua kemampuannya untuk mengeluarkan bayi kedua dengan dua kali mengejan bayi kedua lahir dengan selamat. Tidak seperti bayi pertama yang sangat sulit keluar, mungkin karena jalan lahirnya masih sempit.


Berat badan bati kedua sama seperti bayi pertama, dan menangisnya lebih kencang.


"Nyonya, masih ada satu bayi lagi yang ingin keluar," ucap Dokter.


"Aku mencintaimu. Ayo, berjuang untuk bayi-bayi kita. Kamu kuat, kamu bisa, dan kamu adalah ibu yang hebat," ucap Gery dengan sangat tulus di dekat telinga sang istri.


Dan benar saja, semangat Allegra kembali berkobar, ia mengejan sekali dengan sangat kuat dan mengerahkan tenaganya yang masih tersisa, akhirnya ia berhasil, bayi ketiga sudah lahir, namun ada yang mengkhawatirkan karena bayi ketiga itu tidak menangis, berat badannya pun hanya 1 kg, dan itu membuat Tim Medis menjadi panik.


"Ada apa? Kenapa bayi kita yang ketiga tidak menangis?" tanya Allegra dengan suara lemah. Jantungnya sudah berdetak dengan cepat karena takut jika terjadi apa-apa dengan bayi yang ketiga.


"Kita berdoa, semoga semuanya baik-baik saja," ucap Gery lalu memeluk istrinya dari samping.

__ADS_1


"Aku takut," lirih Allegra yang sudah terisak.


"Tuhan bersama kita," jawab Gery, mencium istrinya.


Dokter berusaha untuk membuat bayi yang baru lahir itu menangis.


Dokter segera melakukan intubasi dengan menghisap cairan dari mulut dan hidung bayi menggunakan pipa hisap kecil. Jantung si bayi juga melemah, membuat Dokter ingin meneteskan air mata.


"Ya Tuhan. Come on Girl! Kamu bisa," ucap Dokter yang sedang berusaha untuk menyelamatkan bayi yang baru lahir itu.


"Gery." Allegra menangis di pelukan suaminya.


***


Eh, jumpa lagi dengan Gery si siput😁.


Jangan lupa Like-nya ya❤

__ADS_1


__ADS_2