
Jika di dalam kamar Gery sedang terjadi pergumulan panas. Berbeda dengan hal yang terjadi di kamar Dante.
“Hem ... kira-kira anak kita perempuan atau laki-laki?” tanya Dante sembari memeluk istrinya dari belakang, dan mengelus perut rata Hana dengan lembut.
“Kita harus menunggu 4 bulan lagi untuk mengetahui jenis kelaminnya,” jawab Hana sambil tersenyum.
“Kenapa lama sekali? Apakah tidak bisa di persingkat?” tanya Dante.
“Kamu pikir ini sedang membuat kue?” tanya Hana.
“Hem, aku sudah tidak sabar,” jawab Dante, lalu mengecup tengkuk istrinya dengan lembut, membuat tubuh Hana menjadi merinding karena tergesek jambang suaminya yang tumbuh lebat.
“Bisakah ini di cukur?” tanya Hana, mengelus jambang suaminya.
“Kamu yakin ingin di cukur? Nanti kamu tidak bisa merasakan sensasi geli-geli,” goda Dante, lalu mengusakkan jambangnya ke leher sang istri.
“Dad!” Hana kegelian, ia berusaha untuk menjauh dari dekapan suaminya, namun Dante malah semakin erat memeluknya. “Ha ha ha ha.” Hana tertawa terpingkal, karena Dante tidak kunjung menghentikan aksinya.
“Hentikan, atau aku akan marah!” ucap Hana masih menyisakan tawanya.
“Oke, tapi jangan menyuruhku untuk mencukur jambang ini,” ucap Dante menghentikan aksinya, beralih mengecupi leher Hana yang memerah karena ulahnya.
“Apakah kamu ingin memelihara jambangmu ini agar bisa di ikat?” dengus Hana.
__ADS_1
“Ini adalah jambang keberuntungan,” jawab Dante.
Hana membalikkan badannya, kini posisinya menghadap Dante. Ia menatap suaminya dengan sebal.
CUP
Dante dengan gemas mengecup bibir Hana sekilas.
“Jangan cium-cium! Geli!” ucap Hana sembari menarik jambang suaminya dengan gregetan.
“Kenapa kamu sekarang mempermasalahkan jambangku ini? Bukannya sejak kita saling mengenal, kamu tidak pernah keberatan?” tanya Dante, mengelus pipi istrinya dengan sangat lembut.
“Entahlah. Mungkin ini keinginan anakmu. Setiap melihat pria berjambang, aku merasa risih,” jawab Hana sambil menipiskan bibirnya.
“Mungkin ini yang di namakan mengidam,” ucap Hana.
“Mengidam itu apa?” Dante bertanya sambil menggerayangi tubuh istrinya.
Salah satu tangannya menyusup ke dalam Dress tipis Hana lalu menangkup buah pepaya yang sangat pas di telapak tangannya, meremasnya dengan lembut, dan memilin pucuknya.
“Dad,” desis Hana, menggigit bibir bawahnya.
“Lanjutkan penjelasanmu tentang mengidam,” ucap Dante tidak menghentikan aksinya.
__ADS_1
“Mengidam adalah istilah yang menggambarkan kondisi ibu hamil yang menginginkan sesuatu tertentu,” jawab Hana sambil memejamkan kedua matanya, mendesis dan melenguh nikmat.
Dante kini menyibakkan Dress-nya ke atas, menyesap pucuk dadanya bergantian, seperti bayi tua yang kehausan.
“Jadi kamu mengidam ingin mencukur jambangku?” tanya Dante saat melepaskan pucuk dada itu sesaat.
“Iya, Dad, aku mohon cukur jambangnya,” jawab Hana, menahan desahannya, karena salah satu tangan Dante kini menyusup ke dalam underware-nya. Jari tengahnya bermain di sana, membuat Hana semakin menggila karena tidak tahan dengan rasa nikmat yang di berikan oleh suaminya.
“Ah, enak banget,” dessah Hana sambil mengangkat bokongnya, saat jari suaminya semakin cepat menusuknya.
“Mau yang lebih enak lagi?” tanya Dante menarik jarinya dari sela paha istrinya, menatap Hana dengan nafas yang memburu, bertanda jika dirinya sangat bergairah.
“Iya, lakukan, Dad,” jawab Hana dengan nada memohon.
Dante secepat kilat melepaskan Boxer-nya lalu segera mengungkung tubuh istrinya yang molek itu.
Hana dengan sigap membuka lebar kedua pahanya. Menerima serangan dari suaminya.
Dan selanjutnya malam panas dan panjang itu akhirnya di mulai.
***
Gumush sama mereka berdua🥰🥰
__ADS_1