Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Dom Tau?


__ADS_3

Dante dan Hana kini sudah selesai membersihkan diri dan berpakaian rapi. Tidak lupa, Dante merapikan tempat tidur mereka yang seperti kapal pecah. Kemudian, ia menyisir rambut panjang Hana yang hitam legam, lebat dan sangat berkilau itu.


"Kamu sangat cantik, Sweetie." Dante memuji kecantikan istrinya dari pantulan cermin meja rias yang ada dihadapanya.


Wajah Hana tersipu malu ketika mendengar setiap pujian dari suaminya.


Bibir suaminya itu selalu sangat manis, apalagi kalau sedang mencumbu dan menciumnya, maka rasa manisnya terasa berkali-kali lipat. Semoga saja dirinya tidak diabetes nantinya. ๐Ÿ˜†


"Daddy juga sangat tampan," jawab Hana ketika suaminya sudah selesai menyisir rambutnya.


"Aku memang selalu tampan," jawab Dante tersenyum tipis, terdengar sangat narsis.


"Ish, dasar narsis!" Hana terkekeh lalu beranjak dari duduknya, dan menatap suaminya dengan penuh cinta.


Dante menarik pinggang Hana, hingga tubuh mereka tidak berjarak sama sekali.


CUP


Dante mengecup pipi Hana dengan mesra. "Kita sudah satu minggu menikah. Kamu ingin berbulan madu ke mana?" tanya Dante, menatap istrinya dengan jarak yang begitu dekat, rasanya ia tidak merasa bosan melihat kecantikan istrinya yang luar biasa. Selain itu kecantikan Hana selalu memancarkan Positive Vibes.

__ADS_1


"Di sini saja bersama Daddy," jawab Hana.


"Yakin? Uangku banyak tidak akan habis jika hanya untuk bekeliling dunia saja," ucap Dante sedikit menyombongkan diri.


"Anda sombong sekali, Tuan!" cibir Hana, seraya melepaskan dirinya dari pelukan Dante.


"Kenyataannya Sayang. Atau kamu ingin perhiasan? Berlian? Jet pribadi? Katakan saja keinginanmu," ucap Dante sekali lagi, rasanya ia perlu memberikan hadiah kecil untuk sang istri yang sangat di cintainya itu.


"Aku tidak menginginkan apa pun. Teruslah berada di sisiku, menyayangiku dan mencintaiku sampai kita menua dan maut memisahkan kita," jawab Hana dengan tulus, menatap Dante dengan penuh kasih sayang dan cinta.


Dante tersenyum lalu menangkup kedua sisi wajah Hana, melabuhkan ciuman lembut di bibir manis madu itu.


"Terima kasih, karena sudah menerima pria tua ini. I Love You, so much," ucap Dante, menatap istrinya dengan lembut.


"I Love You, Too," jawab Hana, seraya mengelus jambang suaminya yang sudah tumbuh lebat itu.


Gery merasa gelisah rasanya ia tidak rela jika harus meninggalkan Allegra di sini. Ia harus berbicara dengan ayahnya.


Gery mondar-mandir di dekat ruang tamu, membuat Dom yang masuk ke dalam rumah mewah itu mengernyit heran.

__ADS_1


"Kamu kenapa?" tanya Dom kepada Gery yang menatapnya dengan tajam.


"Dom, aku ingin bertanya kepadamu. Apakah kamu menyukai Alle?" tanya Gery tanpa basa-basi.


"Alle? Tentu saja aku sangat menyukainya," jawab Dom, lalu melanjutkan langkahnya, namun di tahan oleh Gery.


"Wait! Kamu bilang jika tidak menyukai wanita tapi kenapa kamu sekarang menyukai Alle?!" tanya Gery dengan tidak suka.


"Kenapa kamu terlihat resah? Apakah kamu menyukai Alle?" Dom membalik pertanyaan Gery, membuat pria tersebut tidak berkutik.


"Suka dengan Alle? Tentu saja tidak sama sekali. Mana mungkin aku menyukai seorang pelayan!" jawab Gery dengan tegas namun berbeda dengan isi hatinya.


"Bagus kalau begitu! Aku tidak punya saingan!" ucap Dom tertawa iblis di dalam hati.


Kemudian Dom beranjak, meninggalkan Gery yang mematung di tempat.


"Dasar bajingan!" umpat Dom di dalam hati, karena ia sudah tahu kebejatan Gery yang di lakukan kepada Allegra.


Gemes sama Daddy Dante dan kesel Sama Gery๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

__ADS_1


Jangan lupa vote, like dan komentarnya yaโคโค


__ADS_2