
Esok harinya di Milan, Italia.
Gery dan Allegra sudah resmi menjadi pasangan suami istri. Tidak ada pesta pernikahan, karena mereka hanya menikah di catatan sipil.
Dan hanya ada pesta kecil untuk merayakan pernikahan pasangan itu.
Dante dan Hana mengucapkan selamat kepada pengantin baru itu. Begitu pula dengan para pelayan lainnya.
Di halaman Mansion tersebut pesta kecil untuk pengantin baru di rayakan.
Dom menatap pasangan suami istri yang baru resmi beberapa jam yang lalu. Ia menggaruk ujung alisnya dengan bingung, lalu beralih menatap Dante dan Hana yang sedang saling memandang.
"Kamu kenapa?" tanya Dante yang merasa di perhatikan oleh Dom.
"Aku bingung dengan silsilah keluargamu," jawab Dom jujur.
Hana dan Dante saling pandang. Kemudian Gery dan Allegra berjalan mendekati Dom yang duduk di kursi. Pengantin baru itu duduk mengapit Dom.
"Kenapa kalian jadi menatapku seperti itu?" protes Dom, karena keempat orang itu menatapnya dengan intens.
"Karena kami ingin tahu kebingunganmu itu," jawab Hana, sembari mengelus perutnya.
__ADS_1
Jangan sampai anaknya seperti Dom yang mempunyai raut datar dan tidak pernah tersenyum sama sekali.
"Amit-amit jabang bayi," batin Hana, mengelus perutnya berulang kali.
"Dante menikah dengan Mantan menantunya, yaitu Hana. Lalu Hana menjadi ibu tiri Gery. Dan Gery menjadi anak tiri Hana. Kemudian Gery menikah dengan Allegra. Kalian barisan para Mantan berkumpul menjadi satu dan menjadi keluarga. Ah, aku jadi bingung sendiri," ucap Dom berbelit dan berhasil membuat semua orang ikut bingung.
"Aku lebih bingung lagi denganmu Dom, kenapa sampai saat ini masih Jomblo," sahut Gery.
Dom mendelik sebal saat mendengar ucapan Gery.
"Dia tidak menyukai wanita." Dante menimpali, semakin membuat wajah Dom menekuk sebal.
Dom beranjak dari duduknya, wajahnya yang datar semakin tambah datar. "Aku akan menikah tapi nanti menunggu putrimu dewasa," ucap Dom kepada Dante.
"Kamu sudah menjadi kakek-kakek jika menunggu anakku tumbuh dewasa. Kata orang indonesia, amit-amit jabang orok punya mantu tua seperti kamu!" jawab Hana sembari mengetuk meja lalu mengetuk keningnya dan ia melakukannya berulang kali.
"Ha ha ha ha ha." Gery tertawa terbahak-bahak saat mendengar ucapan Hana, berbeda dengan Dom, Dante, dan Allegra yang tidak mengerti dengan bahasa yang di lontarkan Hana.
"Amit-amit itu apa?" tanya Dante, kepada istrinya.
"Bukan apa-apa," jawab Hana, menahan tawanya.
__ADS_1
"Ingat Dom, kamu sebentar lagi akan menjadi seorang Paman," ucap Dante.
Dom mendengus lalu segera meninggalkan pesta kecil itu.
Gery masih saja tertawa terbahak-bahak sampai mengeluarkan air mata di sudut matanya.
Allegra menyikut perut Gery akan berhenti tertawa.
Dante dan Hana menatap Gery sambil geleng-geleng kepala.
"Sory," ucap Gery, ia berusaha untuk menghentikan tawanya, tapi sepertinya sulit.
"Alle, sepertinya suamimu sedang tidak waras," ucap Hana.
"Aku rasa begitu," jawab Allegra melirik suaminya yang duduk di sampingnya.
Gery langsung menatap sebalke arah Hana dan Allegra.
"Aku colok matamu kalau menatapku seperti itu!" ucap Hana sembari mengacungkan garpu ke arah Gery.
"Sepertinya kamu mempunyai dendam kepadaku!" dengus Gery, lalu merebahkan kepalanya di pundak Allegra.
__ADS_1
"Iya, rasanya aku ingin mencakar wajahmu!" jawab Hana, entah kenapa ia sangat sebal melihat wajah Gery selama kehamilannya ini.