Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Olah raga aneh


__ADS_3

Hana tidak ingin langsung pulang. Ibu hamil itu ingin berkeliling kota Milan. Ia ingin melihat keindahan kota Milan di malam hari. Sampai tidak terasa dirinya sudah tertidur dengan pulas.


Dante tersenyum sambil melirik istrinya yang tertidur dengan mulut yang terbuka lebar. Tapi, Hana tetap terlihat cantik di mata Dante.


Dante melajukan mobil mewahnya dengan kecepatan sedang menuju Mansion.


*


*


“Ada apa dengan little Mommy?” tanya Gery saat melihat Dante memasuki rumah sembari menggendong Hana.


Gery kebetulan baru keluar dari kamarnya, ia baru selesai melakukan olah raga ranjang yang membuat istrinya sampai lemas tidak bisa berjalan.


“Dia tidur,” jawab Dante.


“Oh.” Gery menganggukkan kepalanya berulang kali, bertanda mengerti.


Dante melanjutkan langkahnya, namun ia mendadak berhenti. “Jangan lupa pasang peredam suara di kamarmu.”


Gery melongo saat mendengar ucapan ayahnya.


“Ma-maksud Daddy?” tanya Gery, raut wajahnya terlihat bingung.

__ADS_1


“Kamu sudah menodai pendengaran Dom dengan suara laknat kalian,” jawab Dante, segera menaiki tangga, tangannya sudah terasa pegal karena menggendong istrinya.


Gery menggaruk kepalanya yang tidak gatal, menatap kepergian ayahnya yang kini sudah menaiki anak tangga. Pada akhirnya ia tertawa cekikikan lalu berjalan menuju ruang makan untuk mengambil makan malam.


“Biarkan saja dia mendengarnya. Agar dia penasaran dengan kenikmatan surga dunia.” Gery bergumam sambil tertawa pelan.


Tapi, sayang sekali, Dom adalah pria yang sangat polos dan tidak mengerti akan hal yang berbau sekss. Pria polos, datar dan tanpa ekspresi tidak pernah memikirkan hal seperti itu, yang ada di dalam pikirannya adalah kerja, kerja dan kerja.


“Dom, kamu di sini?” Gery terkejut melihat Dom duduk di ruang makan sembari menekuri layar laptop.


Dom hanya melirik Gery sekilas, lalu fokus pada pekerjaannya lagi.


“Apakah kamu tidak lelah? Siang malam bekerja?” tanya Gery lagi tanpa memedulikan ekspresi Dom yang tampak kesal kepadanya.


“Oh,” jawab Gery, lalu segera mengambil makan malamnya.


Dom menghentikan gerakan jarinya yang sedang berselancar di atas papan keyboard laptopnya.


“Apakah kalian tidak bisa berolah raga di ruang Gym saja?!” tanya Dom dengan ketus.


Gery yang mendengar ucapan Dom pun sampai tersedak ludahnya sendiri.


“Uhuk ... uhuk ...” Gery menepuk dadanya berulang kali, lalu mengambil segelas air dan meminumnya hingga tandas.

__ADS_1


“Maksud kamu apa?” tanya Gery.


“Kamu sedang berolah raga di dalam kamarmu, hingga menimbulkan suara aneh, dan itu sangat menggangguku,” jawab Dom.


Gery ingin menyemburkan tawanya saat mendengarkan jawaban Dom.


Astaga! Ia tidak menyangka jika pria datar itu sangatlah polos.


“Ha ha ha ha ha.” Gery tertawa keras, Dom mengernyit heran melihatnya.


“Kamu benar, aku dan istriku sedang berolah raga tapi olah raga ranjang,” jawab Gery di sela tawanya yang sulit untuk di hentikan.


“Olah raga ranjang?”


“Iya, dan olah raga itu hanya bisa di lakukan oleh pasangan suami istri,” jawab Gery lagi, lalu geleng-geleng kepala, meninggalkan ruang makan sambil membawa dua piring makan malam untuk dirinya dan Allegra.


“Olah raga jenis apa itu? Aku baru mendengarnya,” gumam Dom lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


Tapi, otaknya terus berpikir dengan olah raga yang di maksud oleh Gery.


Ia menjadi sangat penasaran.


***

__ADS_1


Ngakak sama Dom 🤣🤣


__ADS_2