Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Warga +62


__ADS_3

Malam hari itu Dante kalang kabut untuk memenuhi keinginan istrinya.


Setelah hampir dua jam berkeliling kota Milan, mereka menemukan toko buah yang masih buka. Dan beruntungnya lagi ada tanaman stroberi tumbuh subur dan berbuah lebat di dalam pot yang berukuran sedang.


“Aku ingin membeli semua tanaman Stroberimu,” ucap Dante mengeluarkan beberapa lembar uang dan memberikannya kepada penjual buah tersebut.


“Ini terlalu banyak, Tuan,” ucap wanita paruh baya itu sembari menatap beberapa lembar uang yang ada di tangannya.


“Ambilah, itu untukmu semua,” jawab Dante sambil mengulas senyum.


“Terima kasih banyak, Tuan. Saya akan segera menyiapkan pesanan Anda,” ucap wanita tersebut dengan hati yang penuh hari, seharian ini dagangannya sepi dan bersyukur ada malaikat datang memberikan banyak rezeki.


Tidak berselang lama wanita paruh baya itu selesai mengemas tanaman stroberi, lalu menyerahkannya kepada Dante.


“Sekali lagi terima kasih, Tuan.” Wanita paruh baya itu juga memberikan satu kilo buah apel merah.


Dante tersenyum lalu menerimanya.


“Semoga Tuhan selalu memberikan kebahagiaan dan rezeki yang berlimpah kepada Anda,” ucap Wanita paruh baya itu sembari menyatukan kedua tangannya di depan dada. Ia berdoa tulus untuk Dante.


“Amin,” jawab Dante tersenyum lalu pamit pergi, berjalan menuju mobilnya di mana Hana menunggunya di sana.

__ADS_1


“Ah, akhirnya Daddy mendapatkannya.” Hana bersorak heboh sambil bertepuk tangan seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan sebuah mainan.


“Aku ingin memakannya sekarang,” ucap Hana merebut pot yang di pegang oleh Dante.


“Sweetie, ini harus di cuci dulu.”


Hana melirik ke kiri dan ke kanan, seolah sedang mencari sesuatu. “Ah, ini dia,” ucap Hana mendapatkan apa yang dia cari, yaitu sebotol air mineral.


“Apa yang kamu lakukan dengan air itu?” tanya Dante.


“Berikan Stroberi itu!” Hana tidak menjawab pertanyaan suaminya, kemudian langsung merebut pot stroberi itu dari tangan Dante.


“Astaga! Aku tidak habis pikir dengan warga Indonesia bisa mempunyai pikiran seperti itu,” ucap Dante, geleng-geleng kepala.


“Warga Indonesia itu unik dan ajaib,” jawab Hana yang sudah selesai mencuci buah stroberi.


Dante terkekeh mendengarnya.


Hana mulai memakan buah stroberi tersebut. “Hum ... manis sekali.” rasa stroberi yang terasa manis dan sedikit asam lumer di dalam mulutnya.


“Daddy, mau?” Hana menyodorkan buah stroberi kepada suami.

__ADS_1


Dante menolak karena tidak suka dengan buah.


“Padahal ini enak,” ucap Hana lalu memakan buah stroberi itu sendiri sampai habis.


“Sudah puas?” tanya Dante lalu melajukan mobilnya kembali, menuju Mansion karena waktu sudah menunjukkan jam 9 malam


“Belum, eh apa ini? Apel?” tanya Hana sembari mengambil paper bag yang terletak di jok belakang.


“Sayang itu juga belum di cuci,” ucap Dante.


“Tidak masalah,” jawab Hana lalu mengambil satu buah apel, menggosokkan buah apel tersebut ke bajunya. “Ini juga cara warga +62,” ucap Hana tertawa geli lalu memakan apel tersebut.


KRAUK


Dante memijat pelipisnya, ia baru mengetahui sisi lain istrinya, yaitu jorok.


***


Bestie, minta tolong koreksi tulisanku. Maafkan emak lagi ngebut ngetiknya, nanti akan di revisi jika ada typo. Terima kasih semuanya❤


Jangan lupa like, komentar, dan vote-nya❤

__ADS_1


__ADS_2