Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Kamu bukan anakku lagi!


__ADS_3

Hana tertunduk pilu ketika mendengar penjelasan Gery. Kedua matanya berkaca-kaca. Tidak menyangka jika semua ini terjadi.


“Aku ingin ke Italia. Antar aku! Kenapa kamu menyembunyikan semua ini dariku!” Hana benar-benar marah sedih dan juga terluka. Ia menatap Gery dengan penuh rasa kecewa.


“Maaf, bukan bermaksud tidak memberitahuku. Tapi, ini semua permintaan Daddy, karena beliau tidak ingin membuatmu bersedih dan juga menangis.” Gery memberikan penjelasan.


“Omong kosong! Antar aku ke Italia. Please aku, mohon, Gery,” pinta Hana sembari mengatupkan kedua tangannya di depan dada, memohon kepada Gery agar pria itu mengabulkan permintaannya.


Gery menatap Hana dengan dalam.


“Ternyata kamu sangat mencintai Daddy,” batin Gery, merasa iri dan merasa menyesal karena pernah menyia-nyiakan wanita secantik dan sebaik Hana. Tapi, dirinya kini sudah belajar untuk ikhlas. Mengikhlaskan Hana untuk ayahnya.


Mantan istriku menjadi ibu tiriku. Batin Gery, merasa lucu dengan takdirnya ini.


Tapi, begitulah yang namanya kehidupan, penuh dengan misteri. Takdir jodoh dan maut, Tuhan yang menentukan.


“Gery kenapa kamu malah diam? Bantu aku untuk mendapatkan Paspor dan juga Visa! Aku ingin ke Italia,” ucap Hana sembari dengan menggebu, dan menyadarkan Gery yang sedang larut dalam lamunannya.


“Hana, lebih baik kamu tenang. Dan Daddy di sana akan baik-baik saja. Beliau mempunyai asisten pribadi di sana yang mengurus kebutuhan Daddy,” jawab Gery.


“Ck! Kamu sebagai anak tidak tahu diri sekali! Seharusnya kamu merasa khawatir dengan keadaan ayahmu sendiri!” kesal Hana bukan kepalang.


“Hei! Justru aku berada di sini karena perintah Daddy yang menyuruhku untuk menjagamu!” balas Gery dengan perasaan yang tidak kalah kesal.

__ADS_1


Enak saja dirinya di katai anak yang tidak tahu diri! Dulu sih iya, tapi sekarang sudah bertobat.🤣


Hana beranjak dari duduknya. “Kalau kamu tidak ingin membatuku. Aku akan terbang ke Italia sendiri. Dan aku akan menemukan Daddy sampai dapat!” geram Hana.


Gery memijat pelipisnya, pusing kepalanya memikirkan permintaan Hana. Tapi, pada akhirnya ia meng-iyakan dan akan membantu Hana. Pertama-tama ia harus membuatkan paspor dan juga Visa untuk Hana.


“Lalu kedua orang tuamu bagaimana?” tanya Gery.


“Aku tidak yakin jika mereka akan mengizinkanmu pergi,” lanjut Gery.


“Biar itu menjadi urusanku!” jawab Hana.


“Baiklah, paspor dan juga visamu akan jadi beberapa hari lagi, mohon untuk bersabar,” ucap Gery kepada Hana.


“Jika nanti semua sudah jadi, aku akan mengabarimu,” ucap Gery, ketika Hana akan keluar dari mobilnya.


“Iya, terima kasih,” jawab Hana, segera keluar dari mobil tersebut dan memasuki rumahnya.


*


*


“Apakah kamu sudah tidak waras?” geram Fernan ketika mendengar keputusan putrinya.

__ADS_1


“Pikirkan baik-baik Hana!” Kartika ikut menimpali.


“Ini sudah aku pikirkan dengan baik,” jawab Hana dengan santainya.


“Papa dan Mama hanya tinggal memberikan restu kepadaku,” lanjut Hana,


“Tidak akan pernah!” tegas Fernan.


“Aku tidak peduli kepada kalian yang ingin setuju atau tidak! Aku hanya ingin mengejar kebahagiaanku sendiri.


Apakah aku salah?” ucap Hana, membuat Fernan dan istrinya terdiam.


“Sepertinya menikah di luar negeri bukan ide yang buruk,” ucap Hana membuat emosi Fernan memuncak.


“Jangan kurang ajar kamu!” bentak Fernan.


“Jika kamu berani menikah dengan dia atau pun keluar dari rumah ini demi dia. Maka kamu bukan anakku lagi!” Fernan mengatakan hal itu dengan lantang.


JEDERRRR!


Suara petir terdengar begitu keras, padahal di luar sana tidak ada angin, mendung ataupun hujan.


***

__ADS_1


Like, vote, komentar dan kasih bunga sekebon ya❤


__ADS_2