
Gery menatap Dom yang sedang mengobrol dengan Allegra di halaman rumah.
Terlihat jelas jika Allegra tertawa bahagia, entah apa yang di bicarakan mereka berdua, yang jelas kapala Gery rasanya mendidih, tidak suka melihat Allegra tersenyum dengan pria lain.
"Kamu tahu, Dom. Wajahmu terlihat sangat menggemaskan, ha ha ha." Allegra tidak bisa menghentikan tawanya.
Wajah Dom yang datar tanpa ekspresi kini terlihat merah jambu seperti buah strobery yang layu di atas pohon. 😄
"Diam Alle, diam!" Dom berkata datar dan terdengar tegas, namun ia tidak bermaksud membentak, memang seperti itu karakternya.
"Hem, aku penasaran apa yang di lakukan Dante dan Hana tadi," ucap Allegra, meletakkan jari telunjuknya di dagu dan menatap ke atas, seolah sedang berpikir dan membayangkan sesuatu yang iyak-iyak.
"Sepertinya kau sudah bosan hidup!" Dom melirik tajam Allegra yang duduk di sampingnya.
Allegre mengusap-usap kepala Dom yang sudah ia anggap sebagai adiknya. Pemandangan itu di saksikan Gery dari kejauhan.
"Jangan terlalu kaku, nanti tidak akan ada wanita yang mau denganmu," ucap Allegra tertawa geli.
Gery mengepalkan kedua tangannya dengan kuat ketika melihat Allegra menyentub dan mengusap rambut Dom dengan lembut. "Apakah mereka mempunyai sebuah hubungan?" tanya Gery di dalam hati.
"Jangan menyentuhku!" Dom menepis tangan Allegra dengan cepat.
__ADS_1
Allegra menggeleng pelan, masih heran dengan sikap Dom yang anti wanita. "Aku mau masuk ke dalam. Apakah mereka masih berada di ruang makan, atau justru malah bercinta di sana," ucap Allegra seraya beranjak dari duduknya.
Wajah Dom kembali memerah ketika mengingat adegan live yang menodai mata sucinya.
*
*
Allegra berjalan memasuki rumah sambil tersenyum karena masih membayangkan ekspresi Dom yang menurutnya sangat lucu.
"Jadi kalian mempunyai sebuah hubungan?" tanya Gery, menyilangkan kedua tangannya di depan dada, menatap tajam punggung Allegra.
Mendengar suara Gery, sontak saja membuat Allegra menghentikan langkahnya, tanpa ingin menoleh ke belakang.
Alle menghembuskan nafasnya kasar, perlahan memutar tubuhnya, menatap Gery dengan sinis.
"Apa urusamu? Aku berhubungan dengan pria mana pun, aku rasa kamu tidak berhak ikut campur karena kamu bukan siapa-siapa untukku!" balas Allegra tegas, setelah mengatakan hal yang begitu menohok di hati Gery, wanita tersebut melanjutkan langkahnya.
"Biitch!" umpat Gery, sangat geram.
Allegra memejamkan kedua matanya untuk sesaat, dan berusaha untuk menulikan pendengarannya.
__ADS_1
Namun tetap saja, umpatan Gery sangat menyakiti hatinya.
*
*
Jika di lantai bawah sedang terjadi perseteruan antara Gery dan Allegra, berbeda dengan di lantai dua, tepatnya di dalam sebuah kamar mewah.
Pasangan pengantin baru sedang asyik memadu kasih, cinta, dan berbagi kenikmatan yang tidak terkira.
"Ah ... Daddy aku ... ah ... ," lenguh Hana ketika Dante terus memompa maju mundur tanpa lelah. Bagian intinya berkedut bertanda jika dirinya akan mencapai pelepasan yang kesekian kalinya.
"Bersama Sayang. I'm Coming," racau Dante, semakin mempercepat gerakannya saat dirinya akan mencapai pelepasan.
"Hugh!" Dante mengerang panjang, menyentakkan pinggulnya sampai ke titik yang paling dalam saat ia menyemburkan benihnya ke dalam rahim Hana. Berharap dari jutaan benihnya ada yang berubah menjadi bayi yang menggemaskan.
Nafas keduanya tersengal, Dante langsung ambruk di atas tubuh Hana yang terkulai lemas.
CUP
Dante mengecup bibir Hana sekilas, lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat.
__ADS_1
***
Jumpa lagi sama Emak Gesrek. Sudah hari senin, dan jangan lupa berikan Vote kalian ya. Kiss jauh, muacchhh 💋