
Sampai di dalam kamar. Allegra langsung merebahkan dirinya di atas tempat tidur. Baru saja akan memejamkan kedua matanya, ponselnya yang tergeletak di ataa nakas berdering.
Allegra segera mengambil ponselnya, bibirnya mengembang ketika melihat siapa yang meneleponnya. Tidak menunggu waktu lama, ia langsung mengangkat Video call tersebut.
"Kenapa baru menghubungiku?!" kesal Allegra kepada suaminya, sambil memandang wajah Gery yang terlihat sangat lelah.
"Maaf, aku baru sempat memegang ponsel. Ini baru selesai belajar," jawab Gery di seberang benua sana. Ia juga menatap wajah cantik istrinya yang sangat dia rindukan.
Mendengar jawaban Gery, rasa kesal di hati Allegra berangsur hilang tergantikan rasa bersalah, karena sudah mencurigai suaminya.
"Di sana jam berapa?" tanya Allegra.
"Jam 3 pagi," jawab Gery tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah cantik sang istri yang terpampang di layar ponselnya.
"Kalau begitu cepatlah tidur, bukankah kamu besok masih ujian?" ucap Allegra.
"Heem, aku merindukanmu, tapi kamu malah menyuruhku tidur?!" rajuk Gery dengan perasaan kesal.
__ADS_1
"Maaf, bukan seperti itu, aku hanya tidak ingin nilaimu jelek atau bangun kesiangan," jelas Allegra.
"Aku hari ini sangat tersiksa. Aku mual dan muntah lagi," ucap Gery tanpa mendengarkan ucapan istrinya.
"Seharusnya aku yang merasakan hal itu, maaf." Allegra menjadi merasa bersalah karena dirinya yang hamil tapi suaminya yang sengsara.
"Lebih baik aku yang merasakan semua ini. Aku senang melewati setiap prosesnya. Kamu hanya perlu jaga kesehatan dan anak kita," jawab Gery sambil tersenyum.
"Gery," lirih Allegra dengan penuh haru, ia tidak menyangka jika suaminya bisa berkata seperti itu yang membuat hatinya tidak karuan. Ia semakin jatuh cinta kepada Gery.
"Kenapa diam? Kamu menangis?" tanya Gery, melihat istrinya yang mengusap pipi.
Gery menyandarkan ponselnya di rak buku tepatnya di atas meja belajarnya. Menatap istrinya sembari bertopang dagu.
"Aku juga merindukanmu, apa lagi aku juga sangat rindu ingin menjenguk anak kita," ucap Gery tersenyum mesum menatap istrinya di layar ponselnya.
"Buka sedikit, aku ingin melihatnya," ucap Gery dengan suara seraknya.
__ADS_1
"Apanya yang di buka?" tanya Allegra.
"Aku ingin melihat goa yang ada di tengah hutan rimbun," jawab Gery.
Allegra yang di seberang sana bersemu merah, lalu menggukkan kepalanya. Kemudian mengambil bantal lalu menyandarkan ponselnya di batal tersebut. Ia melepaskan pakaiannya satu persatu hingga polos tanpa sehelai benang pun.
"Sayang." Kepala Gery semakin berat saat melihat tubuh polos istrinya yang sexy putih dan mulus. Apalagi gunung kembar terpampang di layar ponselnya dengan buah cermai yang tumbuh di puncaknya, membuat Gery semakin belingsatan melihatnya.
"Mau lihat yang bawah juga," ucap Gery dengan suara yang berat, bertanda jika dirinya sangat begairah. Bagian bawahnya sudah tegak mengacung memberontak ingin segera di puaskan.
Allegra menuruti keinginan suaminya. Ia mengarahkan kamera ponselnya ke arah silingkinginnyi.
Gery menelan ludahnya dengan kasar, saat melihat surga dunianya terpampang di layar ponselnya, terlihat tembem dan sangat menggemaskan.
Allegra tidak melakukan apa pun, ia hanya mengikuti intruksi dari suaminya.
Terdengar suara Gery yang mendesaah di seberang sana, sudah dipastikan jika pria itu saat ini sedang bersolo karier.
__ADS_1
***
Thanks semuanya, done hari ini 6 bab, besok masih crazy up lagi sampai tamat ya. See you❤