
“Dom urus semuanya. Aku percayakan semua kepadamu,” ucap Dante kepada asistennya yang masih sangat muda itu, namun kemampuannya tidak perlu di ragukan lagi.
"Baik," jawab Dom datar.
Menyiapkan pernikahan seder untuk Boss-nya? Bukan hal yang sulit untuk pria tanpa ekspresi itu. Dom pergi meninggalkan ruang keluarga itu dengan langkah tegap.
Ya, Dante memutuskan untuk menikahi Hana besok pagi. Ia tidak ingin menundanya lagi. Ia sudah sangat mencintai dan menyayangi Janda cantik itu. Dan niat baik harus disegerakan.
"Daddy, kenapa terlalu cepat mengambil keputusan?" tanya Gery kepada ayahnya yang duduk sembari mengelus rambut Hana.
"Jadi kamu senang jika Daddy menduda untuk selamanya?" tanya Dante sembari melayangkan tatapan tajam.
"Bukan seperti itu?" jawab Gery cepat.
"Lalu seperti apa? Apakah kamu tidak suka kalau aku menjadi ibu tirimu?" Hana yang menjawab ucapan Gery.
Hu hu hu, Hana tersenyum geli di dalam hati. Membayangkan mantan suaminya menjadi anak tirinya.
Gery hanya mendengus kesal menanggapinya. Tidak bisa di bayangkan betapa konyolnya jika Hana menjadi ibu tirinya.
"Mantan istriku ternyata ibu tiriku," ucap Gery di dalam hati.
"Tenang saja, aku akan menjadi ibu tiri yang baik untukmu," jawab Hana tersenyum jahat.
__ADS_1
"Kenapa senyumanmu terlihat sangat mengerikan?" ucap Gery sembari bergidik ngeri. Yakin, jika Hana sedang merencanakan sesuatu untuknya. Apakah wanita itu akan membalaskan dendam kepadanya? Mengingat dulu perlakuannya kepada Hana sangat lah buruk.
Jika iya, habislah dia. Hiks ...
Dante menatap putranya dengan datar.
"Keputusan Daddy sudah bulat, ingin menikahi Hana besok pagi. Lalu apa masalahmu? Apakah kamu tidak rela jika mantan istrimu menikah dengan ayahmu sendiri?" tanya Dante kepada putranya itu.
"Apa pun keputusan Daddy, aku mendukung. Asal Daddy bahagia, maka aku ikut bahagia," jawab Gery.
"Lalu kenapa kamu sepertinya keberatan?" tanya Dante lagi.
"Emh, anu ... Aku hanya saja tidak ingin punya adik bayi," jawab Gery
"Sayang sekali, Daddy ingin mempunyai 10 anak agar bisa menjadi tim sepak bola." Jawaban Dante membuat Hana melotot seram ke arahnya, begitu pula dengan Gery langsung cemberut kesal.
"Daddy saja yang hamil!" sungut Hana.
"Ayolah, Sweetie. Aku hanya bercanda," ucap Dante seraya mengusapkan jambangnya ke bahu Hana dengan gemas. Dante terlihat seperti kucing yang sedang merayu majikannya, sangat menggemaskan.
Gery tidak menyangka jika ayahnya sudah menjadi budak cinta untuk Hana. Tapi, dirinya pun merasa senang lantaran sang ayah akhirnya sudah menemukan tambatan hati. Semoga Hana menjadi yang terbaik untuk ayahnya.
*
__ADS_1
*
*
Fitting baju pengantin telah selesai. Semua di lakukan pada hari itu juga. Dan serba mendadak, namun dengan kekuatan uang, semua bisa berjalan dengan lancar tanpa adanya hambatan.
"Kerja bagus, Dom," puji Dante kapada sang asisten yang sudah mengerjakan tugas dengan sangat baik.
"Terima kasih," jawab Dom, langsung keluar dari kamar pribadi Boss-nya itu.
Dante tersenyum menatap yang telihat gelisah.
Hana merasa sangat gugup dan jantungnya berdetak dengan cepat. Mengingat beseok adalah hari pernikahannya dengan Dante. Ia tidak menyangka jika semua ini berjalan begitu cepat. Namun ia merasa bahagia, karena kali ini dirinya akan menikah dengan pria yang paling dia cintai.
"Jangan gugup," ucap Dante kepada Hana, lalu memeluk calon istrinya itu dengan tangan kanannya.
"Gugupnya nanti saja saat malam pertama," bisik Dante lalu menggigit cuping telinga Hana dengan gemas.
Wajah Hana langsung pias ketika mendengar bisikan Dante yang membuat sekujur tubuhnya merinding.
***
Jangan lupa, like, komentar, vote dan kasih ulasan bintang lima❤
__ADS_1