Pesona Ayah Mertua

Pesona Ayah Mertua
Ekstra part 2


__ADS_3

Malam hari telah menyapa. Dante dan Hana bersiap untuk tidur.


Dante memeluk istrinya dari belakang sembari mengelus perut Hana dengan lembut. Sudah menjadi rutinitasnya setiap malam mengelus perut Hana sebelum tidur.


"Dad, aku ingin kedua orang tuaku berada di sisiku saat melahirkan nanti," ucap Hana, memejamkan kedua mata, menikmati elusan tangan suaminya yang menyalurkan sebuah kehangatan dan juga ketenangan ke dalam jiwa dan raganya.


"Tentu, Sweetie," jawab Dante.


"Terima kasih," ucap Hana, menoleh ke belakang lalu mengecup bibir suaminya sekilas.


"Hem, jangan memancingku," ucap Dante, menghentikan gerakan tangannya yang sedang mengelus perut buncit itu, lalu tangannya merambat turun sampai di sela paha istrinya, memencet tombol On yang ada di balik lipatan daging tembem itu.


Hana mendesaah dan menggeliat pelan, saat mendapatkan sentuhan dari suaminya.


"Daddy," lirih Hana di sela desaahannya.


"Yes, Sweetie?" jawab Dante, menciumi tengkuk istrinya, dan jari tangannya masih bergerak nakal di bawah sana bermain keluar masuk ke dalam milik istrinya yang sudah terasa basah dan becek.


Nafas Dante semakin berat, memburu dan terasa panas, bertanda jika dirinya sudah di kuasai api gairah.

__ADS_1


"Aku ingin ... Lakukan, jangan siksa aku, please," ucap Hana sembari merintih dan mendessah nikmat.


"As you Wish," jawab Dante dengan suara seraknya, segera membalikkan tubuh istrinya menjadi terlentang dan segera menindihnya.


Dante melepaskan boxer-nya dan melemparkannya kesembarang arah. Miliknya sudah tegak dan mengeras dan tidak sabar untuk bertemu soulmate-nya.


Dante segera memosisikan dirinya dan segera menghujamkan senjatanya ke lembah istrinya. Dengan sekali sentakan, ia berhasil menerobos celah lembah yang terasa licin dan sempit itu. Ia bergerak dengan hati-hati karena ia tidak ingin menyakiti bayi yang ada di dalam kandungan istrinya.


Hana medesaah pelan, saat merasakan kenikmatan yang di berikan oleh suaminya.


"I Love You, Daddy," ucap Hana di sela desahaannya. Ia memejamkan kedua matanya dan mencengkram kedua lengan suaminya saat merasakan gelombang kenikmatan itu mulai menghantam dirinya. Ia bagai di terbangkan ke ataa awan dan di hempaskan ke dasar samudra, tubuhnya terkulai lemas dan nafasnya tidak beraturan saat ia mencapai pelepasan yang maha dahsyat.


Dante tidak menghentikan aksinya saat istrinya sudah lemas di bawah kungkungannya. Dengan lihai, dirinya memberikan rangsangan ke tubuh istrinya agar bergairah lagi. Dan benar saja, tidak berselang lama istrinya mulai panas dan mengimbangi gerakannya.


*


*


Dom merasa jenuh ketika Allegra sudah pindah ke Indonesia. Biasany jika malam begini, wanita yang sedang hamil anak kembar itu akan menemaninya mengobrol.

__ADS_1


"Alle, jadi rindu dengan dia," ucap Dom sambil menatap gemerlapan langit malam dari taman belakang rumah.


Dom berinisiatif untuk menghubungi Alle, tidak berselang lama sambungan telepon tersebut di angkat.


"Dom! Kau mengganggu kami yang sedang bercinta!" ternyata Gery yang mengangkat panggilan teleponnya.


"Apa maksudmu?!" tanya Dom.


Tut!


Sambungan telepon itu terputus. Dom menjauhkan ponsel yang menempel di telinganya, lalu menatap layar ponsel tersebut dengan kesal.


"Bercinta? Apa itu bercint?" gumam Dom, segera membuka ponselnya lagi, mencari di internet untuk mencari arti bercinta.


"Astaga!" Dom memekik saat melihat foto yang anu di layar ponselnya.


"Kenapa menggelikan sekali," umpat Dom, lalu menutup layar ponselnya dengan cepat sebelum ada yang memergokinya.


"Tidak di lihat sayang," ucap Dom, membuka ponselny kembali, sambil melirik ke kiri dan ke kanan. Memastikan jika situasi aman.

__ADS_1


***


Dom lihat foto apa itu?🤣


__ADS_2