Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
102. Yara dan David


__ADS_3

David mengantar Yara hanya sampai gerbang kesatrian sesuai permintaan Yara walaupun David ingin sekali mengantar Yara sampai rumah. Rasanya tidak tanggung jawab membawa seorang gadis tapi tidak mengantarnya pulang.


"Benar kamu nggak mau aku antar sampai rumah dek?" David masih merasa tidak enak. Yara mengangguk sambil matanya memperhatikan sekeliling.


"Kalau kamu sudah siap.. Aku ingin segera bertemu dengan orang tuamu. Aku tidak suka pacaran lama - lama" ucap David.


"Sabar ya mas, aku hanya butuh waktu sedikit lagi" David mengusap lembut pipi halus Yara.


"Iya sayang, aku sabar nunggu kamu"


--------


"Apa itu tadi yang namanya David" tanya Randy saat Yara baru saja membuka pintu ruang tamu.


"Iya pa"


"Jangan pergi dengan sembarang pria Yara!!!"


"Kamu tidak tau kelakuan pria di balik sikap lembutnya" bentak Randy.


"Apa dulu papa memanfaatkan mama dan bermuka dua sebelum menikahi mama?"


"Kamu jangan samakan papa dengan pria yang kamu kenal itu Yara"


"Tapi mas David tidak begitu pa" bela Yara.


"Masuk ke kamar dan besok papa yang akan antar jemput kamu lagi"


***


"Papa menanyakan mas karena kemarin sempat melihat mas mengantarku pulang"


"Aku khan sudah bilang akan menemui ayahmu, kenapa kamu tidak mau. Aku sungguh-sungguh Yara. Kalau aku bicara pada ayahmu setidaknya aku bertanggung jawab dan orang tuamu tau kamu pergi bersamaku" ucap David.


"Apa mungkin ayahmu sudah menjodohkanmu dengan lelaki lain? David mulai berpikir buruk.


"Tidak mas, papa hanya ingin menjagaku saja. Papa juga akan antar jemput aku lagi mas"

__ADS_1


David menghela napasnya dan berpikir sejenak.


"Jadilah pendamping hidupku dek. Nanti malam aku akan datang ke rumah orang tuamu" David memantapkan hatinya.


***


"Selamat malam Bu!" Naya melihat ada seorang pria berdiri didepan pintu rumah.


"Selamat malam. Silahkan masuk dulu" Naya tersenyum sambil masuk untuk memanggil Randy yang sedang merokok.


"Mas, ada seorang laki-laki yang mencarimu"


"Mencariku?" Randy memastikan lagi.


"Mungkin dia calon menantumu mas" Naya menyentuh bahu Randy.


Randy mematikan rokoknya dan berjalan sambil mengintip sedikit tamu yang datang ke rumahnya malam ini.


"Hhmm..ada yang bisa saya bantu?" Sapa Randy pada pria itu. Pria itu berdiri dengan tersenyum hangat.


Inikah yang namanya David yang sering bersama Yara??


"Iya.. silahkan duduk"


"Langsung saja pak, saya sudah lima tahun kenal dengan Yara dan saya beberapa bulan ini sering mengantar jemput Yara di depan kesatrian. Jujur saya merasa tidak enak dengan bapak dan ibu" David tidak ingin bertele tele


Yara keluar dari arah dapur membawa dua cangkir kopi. Yara meletakkan kopi dengan gemetar takut Randy akan marah. Randy tau kegelisahan putrinya.


"Kamu masuk dulu ya. Papa mau bicara dengan David" perintah Randy pada Yara.


"Iya pa" Yara pergi dengan menunduk tanpa melihat David, sedangkan pria itu hanya memandang Yara dengan mengulum senyum.


"Lama juga kamu kenal dengan Yara" Randy tidak menyangka David dan Yara sudah mengenal cukup lama.


"Iya pak, maka dari itu saya kesini agar pak Randy tau selama ini Yara pergi dengan saya"


"Sekarang saya sudah tau, apa ada hal lain?" Randy menguji David.

__ADS_1


"Terus terang saya kesini ingin bicara dengan pak Randy, kedua saya memang ingin bertemu dengan Yara"


"Kamu tau bagaimana Yara.. dia anak yang tidak tau apa apa" jelas Randy.


"Saya tau pak, makanya saya kesini. Saya ingin bapak bisa merestui hubungan saya dengan Yara" pinta David.


"Saya sebagai orang tua setuju saja jika sudah ada laki - laki yang datang kesini. Saya tidak akan menolak niat baik seseorang, tapi itu semua tergantung anak gadis saya. Jika Yara merasa nyaman ya silahkan saja kalian lanjutkan" jawab Randy.


"Maafkan saya belum secara resmi datang kesini" David merasa tidak enak.


"Yang penting kamu berniat baik dulu"


"Ma.. tolong panggil Yara kesini" panggi Randy pada Naya. Tak lama Yara keluar dari dalam kamar dan menuju ruang tamu.


"Duduk disini!!" Randy menepuk sofa agar Yara duduk di sebelahnya.


"Kamu ada hubungan dengan David sudah lama tapi tidak bilang papa" Yara takut melihat tatapan mata Randy.


"Maaf pa, Yara takut"


"Apa yang kamu takutkan? Apa papa ini hewan buas?" tanya Randy.


"David ingin papa merestui hubungan kalian. Papa setuju saja tapi hubungan ini kalian yang menjalani, jadi kamu yang putuskan mau menerima David atau tidak" jelas Randy.


"Kalau aku suka dengan mas David, boleh khan pa?" jawab Yara.


"Boleh saja, tapi suka itu dalam hal apa? kamu perempuan dan David laki laki"


"Aku suka mas David karena mas David rajin dan tidak pernah telat antar jemput aku pa" mendengar putrinya berdeklamasi, Randy terbelalak kaget sedangkan David tersenyum geli karena menahan tawa.


"Beginilah Yara" lirik Randy pada David.


"Saya terima pak" jawab David karena sudah paham dengan sifat Yara


.


.

__ADS_1


__ADS_2