Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
38. Gara gara singkong


__ADS_3

"Mas..tolong bantu aku bawa mas Reno donk!" Velly menarik tangan Randy dalam rumah Randy


"Aduuhh Vell..hati hati jalannya, jangan terlalu cepat, ingat anakmu" Naya panik sambil menggendong Yara sambil mengikuti langkah Velly dan Randy


"Lah Ren, kamu kenapa kok jadi gini, tadi khan baik baik aja"


Randy membantu mengeluarkan Reno dari dalam mobil dan memapahnya masuk untuk di rebahkan pada sofa ruang tamu. Reno hanya meringis di tempat


Velly membantu Reno melepas sepatunya dan membuka bajunya. Naya sudah kembali sambil membawa baskom dan kain handuk untuk mengompres Reno. Velly cemas melihat Reno.


"Vell..sudahlah..Reno akan baik baik saja" Naya mengusap punggung adik iparnya untuk menenangkannya.


"Dek, sini Yara biar mas gendong. wajahmu juga pucat, lebih baik kamu juga istirahat di dalam" Randy mengambil alih Yara dari gendongan Naya.


"Gapapa mas, aku hanya pusing sedikit kok..memang ada bayi khan begini rasanya" Randy membelai rambut istrinya dengan sedikit rasa cemas.


Randy dan Naya ikut menemani Velly yang sedang menunggui Reno yang sedang tidur di sofa.


Akhir minggu besok Reno akan menikah dengan Velly, tapi hari ini Reno malah sakit karena menjalani hukumannya. Velly sangat sedih sekali.


Malam itu Reno sudah terbangun dari tidurnya dan badannya sudah baikan. Naya mengajak mereka makan malam di rumahnya karena memang itu sudah jam makan malam. Mereka makan malam terkecuali Velly yang sangat sedikit makannya. Setelah selesai makan, Reno pamit sebentar ke mess untuk bersiap siap dan mandi. Reno ingin mengantar Velly pulang karena tidak tega membiarkannya pulang sendiri.


***


"Mas..aku lapar" Velly menyandarkan kepalanya pada sisi mobil dengan cemberut.

__ADS_1


"Makanmu sedikit sekali tadi. Kamu mau makan sesuatu?" Reno berbicara sambil tetap menatap jalan di depannya.


"Iya mas. aku pengen makan singkong keju......." Velly berkata lirih


"Ok sayang, kita cari sekarang" Jawab Reno tersenyum sambil mengacak pelan rambut Velly


"Iihh..maas.. Tapi aku pengennya singkongnya kamu yang cabut, mas Randy yang memasaknya" Velly melanjutkan bicaranya sambil sedikit merengek.


"Ya ampun beib.. ladang siapa yang mau aku cabut singkongnya malam malam begini? Kalaupun aku dapat..abang Randy pasti sudah tenggelam nyenyak di mimpinya!" Reno sangat gusar mendengar permintaan Velly seakan sisa lelahnya lenyap seketika.


"Nggak sekarang gapapa dech mas" Velly menunduk lesu.


Beberapa saat setelah itu, perut Velly keroncongan. Reno yang semula ingin menundanya, menjadi tidak tega.


"Haduh anak ayah..kamu mengalahkan ayah. Ok sayang..kita cari apa yang kamu mau ya!" Reno akhirnya mengalah dan memutar arah mencari perkampungan warga yang mungkin saja sedang menanam singkong.


Tok..tok..tok..


"Maaf pak, apakah bapak pemilik kebun singkong ini?"


"Anak muda jaman sekarang memang tidak tau malu, saya sudah bilang kalau saya tidak mau jual tanah itu, kamu tau ini jam berapa? Kata bapak itu dengan marah sambil menutup pintu dengan keras. Reno menghalangi pintu itu sampai tangannya terjepit


"Aaww..maaf pak, bukan itu maksud saya" jawab Reno sambil mengibaskan tangannya yang sakit


"Lalu apa???" tanya bapak itu dengan marah

__ADS_1


"Istri saya sedang hamil muda pak, istri saya ngidam singkong keju, tapi singkongnya harus saya cabut sendiri" Reno berucap memelas hingga akhirnya bapak tersebut luluh, namun gengsi menunjukkan kebaikan hatinya.


"Ya sudah ayo, istrimu di bawa ke dalam dulu. Nanti di bawa kalong kalo kamu tinggal disitu" Bapak tua tersebut menyuruh Reno membawa Velly masuk agar tidak tidur di dalam mobil.


Reno mengangkat tubuh Velly dan menidurkannya pada kasur dipan milik kakek di ruang tamu lalu menutup pintunya. Bapak tua tersebut keluar membawa cangkul ke ruang tamu dan mengajak Reno ke kebun.


"Lho pak, bukannya kebun bapak ada di samping rumah? kita mau kemana? Tanya Reno heran karena bapak tadi mengajak Reno berjalan jauh menuju belakang rumah.


"Bapak..bapak..saya bukan bapakmu. Panggil saya kakek. kamu ini seumuran cucuku" Terdengar suara ngebas kakek yang mengagetkan Reno


"Baik kek" Reno menjawab lirih.


Tak berapa lama mereka tiba di kebun kakek


"Ayo cangkul ini" kata kakek menunjuk salah satu tanaman singkong yang sudah tua dan kuat


Reno menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena dia tidak pintar dalam hal mencabut singkong. Kakek itu melotot pada Reno hingga membuat nyalinya ciut.


"Jangan hanya bisa "mencangkul, tanam, cabut" di ladang kesukaanmu sendiri!! Masa hal remeh begini saja tidak bisa" Kakek meninggikan suaranya


"Iya kek" Jawab Reno tanpa berdebat dan segera melakukan tugasnya sesuai instruksi kakek.


Dan akhirnya singkong itu tercabut. Mereka pun kembali pulang kerumah.


Velly terbangun dan menyadari dia sedang berada di tempat yang asing. Saat masih dalam kebingungannya..Reno datang dengan kakek. Kakek tersebut tersenyum lembut dan hangat..beda sekali ketika menyambut Reno tadi.

__ADS_1


"Trima kasih banyak ya kek. Maaf saya mengganggu malam malam" Kata Velly dengan sungkan tapi tak bisa di pungkiri hatinya sangat bahagia. Velly dan Reno pun pamit pada kakek.


"Lain kali, aku akan mengunjungi kakek lagi" Ucap Velly pada kakek. Kakek tersebut mengangguk dan tersenyum bahagia.


__ADS_2