
Reno setengah mati membujuk Velly pulang. Akhirnya drama pasar malam selesai sampai di situ.
***
Seminggu setelah kejadian Velly yang begitu merepotkan itu, rumah Randy nampak damai sentosa.
Naya berjalan pulang dari menjemput Yara sepulangnya dari sekolah TK sambil menggendong Zein kecil. Angin lumayan kencang di tengah tahun itu.
Randy berniat menjemput istri tercintanya karena semalam Naya sudah mengeluh sesak dan sakit kepala. Randy tau betul belakangan ini kedua anaknya super aktif.
Randy mengedarkan penglihatannya ke seluruh area sekolah TK tapi tidak melihat sosok Naya dan juga anaknya.
"Pak Randy cari ibu ya?" tegur guru TK kelas kecil
"Oohh.. iya bu" Jawab Randy yang tadi masih mencari sosok Naya
"Baru pulang pak, mungkin masih belum jauh"
"Iya bu, terima kasih banyak ya bu" Randy meninggalkan TK dan menyusuri jalanan yang biasa di lewati Naya.
Tak lama ponsel Randy berdering, Randy mengangkat ponselnya sambil melihat jalanan, ada nama Hartono adik lettingnya menelepon.
"Tumben menelepon" gumam Randy sambil mengangkat panggilan itu.
"Abaaanngg" teriak Praka Hartono di seberang sana dengan panik. Randy menjauhkan ponsel dari telinganya.
"Ada apa? kenapa teriak?" Sahut Randy
"Istri abang nih, pingsan di depan rumah. Yara menangis kencang, kepala Zein terbentur aspal jalan karena terlepas dari gendongan mamanya" jelas Hartono
__ADS_1
"Iya.. iya.. sebentar lagi saya sampai sana" Randy mempercepat laju mobilnya.
Tak lama Randy melihat orang orang sudah berkerumun. Hartono sudah kewalahan menenangkan Zein hingga tampak Reno berlari dan mengambil alih keponakannya.
"Sini sayang ikut ayah!!" Zein langsung memeluk omnya dengan erat. Yara sudah tenang setelah mendapat cake coklat kesukaannya.
"Ya Allah dek, kenapa kamu??" Randy panik sekali, setelah berterima kasih pada semua yang sudah menolong Naya dan anak anaknya, Randy, Hartono dan Reno melaju ke rumah sakit karena Naya sulit untuk di sadarkan.
***
"Bagaimana istri saya dok?" tanya Randy setelah melihat dokter selesai memeriksa kondisi Naya.
"Hanya lelah saja Pak Randy tidak ada yang serius, hanya asmanya yang kambuh" ucap dokter.
Walau Naya tidak ada masalah berarti, tetap saja kecemasan membuat Randy sangat takut. Randy beralih pada Zein yang sempat terlupakan olehnya.
"Sakit pa" Pandangan mata Zein tak lepas dari Naya.
"Mama gapapa khan pa?" polos Zein yang memang sangat dekat dengan mamanya. Sedangkan Yara memeluk paha Randy dan menggoyangkannya ingin di gendong oleh papanya juga. Wajah Yara juga gelisah.
Randy mengerti dan mengangkat putrinya dalam gendongannya juga "Mama gapapa, hanya mau tidur sebentar saja. Yara dan Zein main sama papa dulu ya!!"
"Naya kenapa tiba tiba sakit bang?" tanya Reno
"Ini salahku Ren, aku terlalu sering pulang telat jadi jarang membantunya di rumah. Kamu tau khan bagaimana aktifnya anak anakku" Sesal Randy
"Sabar bang, mau bagaimana lagi. Pekerjaan kita di kantor juga padat sekali" Reno akhirnya menyadari kesulitan istrinya yang kadang mengeluh lelah di rumah padahal anak Reno baru Vernan seorang.
***
__ADS_1
"Zein makan harus duduk dulu, jangan lari" Randy mulai kewalahan menyuapi dan mengikuti anaknya yang tidak bisa diam.
"Yara, jangan panjat pagarnya" teriak Randy. Belum sampai mulutnya tertutup, Zein jatuh karena tersandung kakinya sendiri dan menangis kencang. Randy menghampiri Zein.
"Makanya dengar kata papa"
Terdengar jeritan melengking, Rok pendek Yara tersangkut pagar kayu rumahnya hingga terdengar suara sobek karena Yara menariknya kuat.
"Allahuakbar.." Randy frustasi mengelus dadanya.
"Mamaaaaa.... mamaaaaa" teriak Yara dan Zein berebut sandal snoopy.
"Sudah ya, kalian khan punya sendiri sandalnya" Randy masih tetap berusaha pada kesabarannya.
praaaannnkkkkk
Piring terpental dari tangan Randy dan pecah. Mata Randy melotot tajam melihat kelakuan kedua anaknya hingga Yara dan Zein diam karena takut papanya akan marah.
"Ya Allah sayang cepatlah sembuh, tolong suamimu ini. Mas nyerah sayang" gumam Randy sambil berjongkok lemas dan lelah melihat kelakuan kedua anaknya. Tangannya memunguti pecahan piring agar tidak terinjak Naya, Yara ataupun Zein.
"Nikmati saja mas, tidak akan terulang lagi" Naya akhirnya keluar dari dalam kamar karena ia yakin 1000% Randy tidak akan sanggup mengatasi kedua buah hatinya sendirian.
Randy menoleh pada Naya dan merasakan betapa sabar dan sulitnya istrinya harus menjaga anaknya yang lincah.
"Iya ma.." Jawab Randy pasrah.
.
.
__ADS_1