
Zein duduk termenung melihat rangselnya yang berisi seragam untuknya dalam pendidikan. Zein melangkah pasti melanjutkan keinginannya. Tampak dari kejauhan Mutia yang melihatnya dengan tatapan sendu namun ada kebanggaan dalam hatinya. Ada banyak kata tak terucap dalam pandangan mereka.
Randy menggandeng tangan Naya mendekat pada Mutia.
"Ini hanya sebentar saja. Jika sudah waktunya pasti Zein akan pulang" hibur Randy pada Mutia sebab Zein menitipkan gadis itu pada Naya dan Randy. Naya tidak menangis lagi, ia beralih melihat gadis yang ia yakini akan menjadi menantunya kelak.
"Iya om" jawab Mutia lirih seraya menunduk. Naya memeluk Mutia dengan sayang.
"Panggil mama dan papa saja tidak apa-apa Mutia!" Mutia balas memeluk Naya dan menangis dalam pelukan Naya.
***
Zein masuk ke dalam parit penuh lumpur dan bau. Zein terus merangkak hingga ujung tak patah semangat dan tak mengenal lelah. Hingga pada titik terakhir. Zein meluruskan kaki dengan napas terengah engah.
"Siswa 058" pelatihan Nano memanggil nomor helm Zein. Zein segera berdiri dengan sikap sempurna.
"Nama kamu Zein Armedya Prawira??" tanya Letda Nano.
"Siap pelatih" tegas Zein. Nano menunduk dan berbisik pada Zein.
"Selamat datang dalam sarang setan" seringai Letda Nano. Zein melihat ada wajah kesenangan dari ucapan Letda Nano.
"Kamu pasti anak dari Randy. Benar atau tidak??" bisiknya lagi.
__ADS_1
"Siap..benar" jawab Zein.
"Kamu akan bahagia disini boy. hahahaha" Nano tertawa licik sambil pergi meninggalkan Zein yang berdiri terpaku di tempatnya.
"Apa papa meninggalkan banyak masalah saat muda dulu" gerutu Zein dalam hati
***
Malam hari saatnya para siswa tidur dengan nyenyak. Seseorang mengendap dalam gudang senjata. Zein tidak sepenuhnya tidur karena badannya sangat ngilu dan lelah karena kegiatan tadi pagi. Zein mendengar ada suara berjalan ke arah gudang senjata tapi ia mengabaikannya.
Pukul 02.00 suara dentuman memekakkan telinga sekaligus mengagetkan para siswa hingga terlonjak bangkit dari tidurnya.
Para siswa secepatnya mengganti piyama tidur mereka dengan seragam siswanya. Para pelatih sudah memanggil para siswa agar segera berkumpul di titik yang telah ditentukan.
"058.. dimana sepatumu!!!"
"Siap salah..tidak sempat memakai"
"Kamu pikir ini pasar!!!, 5 menit mulai mengambil sampai selesai memakainya" bentak pelatih Nano, padahal dalam hati Nano ia tertawa terbahak-bahak.
"Lalu mana senjatamu??" bentak pelatih lagi. Zein baru menyadari sedari tadi ia tidak membawa senjata padahal ia mengingatkan rekannya dan terjaga karena belum dapat tidur.
"Siap salah..tidak ada pelatih" jawab Zein.
__ADS_1
"Kamu akan mati lebih dulu kalau kamu tidak bisa menemukan senjatamu!" Pelatih melotot melihat Zein.
"Ambil sekarang juga!!!!!!" bentak pelatih lain.
Zein segera berlari mencari senjatanya. Pandangan mata Zein tidak menemukan senjatanya dalam rak yang biasanya terjajar rapi. Dengan langkah bingung Zein kembali secepatnya ke tempat pelatih.
"Ijin pelatih..senjata saya tidak ada" ujar Zein, seringai pelatih jelas terlihat menunjukkan kemenangan. Zein mulai paham situasi yang terjadi.
---------
Zein menenteng 'senjata' yang tersangkut pada pundaknya, senjata yang sudah disiapkan pelatih khusus untuk Zein, senjata dari gedebong pisang.
"Ucapkan dengan keras SAYA TENTARA PALING TAMPAN SEDUNIA sebanyak dua puluh kali menghadap pada semua siswa wanita yang ada di sebelah sana dengan gaya macho yang kamu punya!!" perintah pelatih Nano.
Dalam hati Zein sudah mengumpat dan menggerutu, betapa kesal dalam hatinya kian memuncak sempat bertemu dengan pelatih Nano. Walau ia nakal sekalipun, Zein tidak pernah menjatuhkan harga dirinya di depan wanita.
Dengan langkah kesal Zein berjalan menuju barisan wanita.
"SAYA TENTARA PALING TAMPAN SEDUNIA" Zein menunjukan wajah tampannya pada setiap siswa yang ada di sana. Di antara semua wanita ada satu yang tersipu dan terpikat oleh senyuman Zein yang tampan, tak kalah dari Randy.
Kamu memang cerminan ayahmu Zein. Betapa ayahmu dulu sangat di gilai wanita hingga banyak masalah timbul, bahkan sifat datarmu ini sama seperti Randy. Selama aku melatih hanya ada dua laki laki yang kaku sepertimu dan aku akan mempertemukanmu dengannya nanti.
.
__ADS_1
.