
Naya bangun dari tidurnya, nafasnya terasa sesak karena tangan Randy berada di atas perutnya. Randy masih meringkuk di dalam selimut, mungkin masih merasa lelah setelah memimpin perang pagi ini. Naya menyingkirkan perlahan tangan Randy dan turun dari ranjang.
Naya mengambil handuknya dan mandi lagi. kepalanya terasa berat, dengan cepat Naya menyudahi acara mandinya dan pergi menuju kamar. Di pakainya dengan cepat pakaiannya sebelum Randy terbangun. Yara yang sudah bangun segera sarapan dan bermain dengan Naya.
----
Randy menggeliat saat terbangun dari tidurnya. Tidak ada istri juga anaknya. Randy melihat jam dinding menunjukan pukul 11.00 siang.
"Ya Allah, aku bisa tidur sampai jam 11" Randy segera bangun untuk mandi.
Randy tersenyum puas mengingat dirinya dan Naya tadi pagi. Randy benar benar sudah pasrah jika Naya hamil lagi. Meskipun dokter mengatakan Naya akan sedikit sulit untuk segera hamil, tapi Randy percaya dia pasti bisa melakukannya.
flasback on
"Genit sekali istriku, apa sebegitu inginnya kumanjakan? Randy masih saja menggoda Naya hingga istrinya itu cemberut
"Terus aku harus manja pada siapa kalau bukan denganmu mas?" sewot Naya.
"Hhhsssstt..pelankan suaramu sayang, kalau Yara bangun kamu akan menyesalinya nanti..... Tentu saja aku yang akan memanjakanmu" Randy melingkarkan tangannya pada pinggang Naya dan menariknya lebih dekat. Naya terkejut hingga salah tingkah. Randy maju perlahan sampai Naya jatuh duduk pada tepi ranjang. Randy pun setengah menindih tubuh Naya
"Kamu ini kenapa? Kamu yang godain mas tapi kamu juga yang malu. Ini bukan pertama kalinya. tidak salah kok kalau istri juga menginginkannya" Randy membelai rambut Naya mencium leher Naya sekilas. tangan keduanya saling beradu menjelajah lokasi. Deru napas tak beraturan terdengar riuh pagi itu.
Kicau burung bersahutan bersama suara erangan kecil. Segarnya udara embun pagi yang dingin mengiringi penyatuan hingga selesai dengan sempurna
----
__ADS_1
"Aku yakin setelah ini kamu pasti akan hamil lagi. dokter bisa saja menganalisa, tapi Tuhan yang menentukan. Dan juga jangan pernah ragukan aku"
"Apa mas benar siap kalau sampai aku hamil lagi" Naya tidak yakin karena khawatir suaminya masih trauma.
"Aku siap sejak aku tidak membuangnya lagi beberapa kali kita melakukannya" lirih suara Randy mengantarkannya tidur untuk merilekskan tubuh lelahnya hingga tidak ingat apapun lagi
flashback off
***
"Mau jam berapa ke rumah sakit sayang?" tanya Randy pada Naya. ia baru saja selesai mandi.
"Sore aja ya mas, biar nggak panas" saran Naya yang disetujui juga oleh Randy.
Randy mengajak Yara bermain di dalam rumah, putri kecilnya sangat lincah hingga membuatnya kewalahan. Yara mengeluarkan isi lemari hias dan membuang pernak pernik di rumah, bantal sofa ditariknya, Yara berlari lagi menarik gorden hingga putus.
Bagaimana kalau kamu punya adik? Mama pasti akan sangat lelah mengikutimu.
Naya yang melihat suaminya menjadi tertawa. Randy yang tegas bisa begitu lemah pada anak perempuannya
"Ada apa mas? apa mas sudah lelah?" tanya Naya pada Randy yang sedang berjongkok.
"Yara selincah ini, bagaimana denganmu?" tatapan khawatir Randy tidak bisa di sembunyikan
"Jalani saja mas, belum tentu akan seperti ini" Naya nampak lebih tenang daripada Randy.
__ADS_1
***
"Bagaimana hari ini beib, apa sudah lebih baik?" tanya Naya saat menjenguk Velly
"Rasanya sangat sakit mbak" Velly setengah berbisik sambil meringis. Reno membelai rambut istrinya.
"Mbak Naya satu minggu sudah pulih beib" Randy menjelaskan pada Naya
"Mbak melahirkan di tenda dengan di temani mas Randy, aku nggak kebayang mbak. Sakitnya bagaimana tanpa ada dokter sampai sore" Velly tak sanggup membayangkan apa yang di rasakan kakak iparnya
"Mas Randy apa nggak ngeri" tanya Velly pada Randy
"Bukannya ngeri lagi, mas hampir jantungan melihatnya sendiri" Randy bergidik ngeri
"Mas..tolong gendong Yara sebentar..kepalaku pusing sekali" akhirnya karena semakin tidak tahan Naya mengatakannya pada Randy.
Randy mendekat pada Naya dan menyentuh keningnya. Randy sangat kaget karena Naya demam.
"Ya Allah dek, kok bisa demam begini badanmu, tadi masih baik baik saja" Randy mengambil Yara dari gendongan Naya. dada Naya tampak sesak. Randy mengambil tas Naya mencari inhalernya.
Reno mengambil alih Yara. Randy segera memberikan inhaler pada Naya dan menyuruh Naya duduk tenang di sofa sambil bersandar. Randy meluar mencari dokter jaga untuk memeriksa Naya.
------
"Istri bapak baik baik saja, hanya kembung dan lelah. harus banyak istirahat. saya beri resep vitamin ya, nanti di tebus ya pak!"
__ADS_1
"Baik dok, terima kasih" Randy berjalan mengantar dokter keluar ruangan.
"Setelah ini kita pulang sayang, tunggu kondisimu dulu" Randy mengajak Naya untuk segera pulang