
Siska dan Uci berkasak kusuk di dalam tenda. Randy yang sedang patroli malam menghampiri tenda mereka.
"Apa yang kalian ributkan tengah malam begini?" tanya Randy
"Kami mau ke kamar mandi pelatih" Jawab Uci. Memang camp terakhir mereka ini adalah lahan perkemahan resmi jadi pihak pemerintah menyediakan fasilitas kamar mandi
Randy melihat langkah Siska yang begitu kesulitan karena kakinya terkilir dan luka juga Uci yang menuntun Siska tapi sangat kesulitan. Randy membiarkan mereka tapi kelamaan hatinya sebagai manusia menjadi tidak tega.
"Sini saya bantu" Randy menawarkan diri
"Terima kasih pelatih" Jawab Uci yang mengambil alih senter Randy sebagai penerangan jalan.
Siska begitu terkesima dan tersipu malu karena Randy mengangkatnya. Tak lama terlihat jhon berkeliling juga
"Ada apa bang?"
"Ini Siska mau ke kamar mandi, tolong kamu gantikan ya, biar saya yang patroli" Ucap Randy sambil meminta senter di tangan Uci.
"Tapi pelatih, saya takut kalau tidak ada pelatih Randy" nada manja Siska mulai membuat Randy resah.
"Ada pelatih Jhon, dia lebih menakutkan dari hantu di hutan ini" jawab Randy. Jhon tersenyum licik sambil menaikan alisnya secara bergantian.
-----
"Ada apa bang?" Reno menggenapkan nyawa dari tidurnya karena ini adalah gilirannya untuk patroli selanjutnya.
__ADS_1
"Tidak ada, hanya aku sedang menghindari Siska saja. Sejak Naya selalu membuatku cemas, setiap hari aku gelisah memikirkan Naya juga anakku. Aku berusaha menjaga jarak dengan wanita terutama yang agresif seperti Dinar dan Siska"
"Hadeeeehh.. kasihan sekali kau bang" Reno menghela napas panjang
"Bang, sejak Naya kehilangan ayahnya.. kelas satu SMA dia banting tulang sendiri menghidupi ibunya yang sakit. Aku berpacaran dengannya juga salah satunya karena salut padanya. Yang kutau abanglah pria pertama dalam hidupnya, jadi kupikir di antara sifat posesif dan cemburunya, dia sangat cinta abang dan takut abang pergi dari hidupnya" jelas Reno.
"Aku tidak masalah Ren, pada dasarnya juga aku sangat sayang pada Naya lagipula Naya sudah memberiku anak, apa yang mau aku cari lagi" Randy memainkan senter di tangannya lalu menyerahkan pada Reno.
"Tidurlah bang, aku tau abang tidak tidur semalaman. ini hampir subuh bang!" Reno melihat jam tangannya lalu beranjak melaksanakan patroli.
***
Hari ini adalah hari terakhir kegiatan. Selesai sudah segala kegiatan. Seluruh mahasiswa bersiap untuk pulang.
Randy berada di sungai duduk di atas sebuah batu dan mencuci peralatan memasak. Dari kejauhan Siska berjalan tertatih menghampiri Randy. Randy hanya menoleh melihat Siska yang duduk di sebelahnya.
"Sama - sama.. itu sudah tugas saya" jawab Randy datar
"Hmm kata pelatih Reno, pelatih Randy tidak punya pacar" Siska memperhatikan wajah tampan Randy
Apa apaan kamu Reno, apa kamu ingin abangmu ini mati di racun Naya??
"Reno bilang begitu?" tanya Randy
"Saya memang bilang begitu, benar khan?? jawab Reno yang muncul di belakang Randy
__ADS_1
Siska merasa seperti mendapat angin segar saat mendengarnya. Uci yang sudah di sana pun mengedipkan mata pada Siska.
"Oke.. saya memang tidak punya pacar. terserah padamu saja Ren" Randy mulai malas. Reno hanya tertawa mendengar kekesalan Randy.
Siska ingin meraih lengan Randy karena ingin bergeser di sebelahnya, namun naas kakinya tergelincir dan Siska tercebur ke dalam sungai.
Siska panik tapi setelah itu dia hanya diam di aliran sungai yang dangkal itu. Hanya kepala Siska saja dengan mata melotot di permukaan. Randy, Reno dan mahasiswa lain panik mendekati Siska.
"Siska kamu gapapa khan? tanya Randy. Air sungai seketika menjadi merah. Semua yang ada di sungai pun ikut panik
"Pelatih.. maaf saya sedang datang bulan" jawab Siska
"Astagfirullah.." ucap Randy dan Reno bersamaan. Mereka berdua berhamburan dan naik ke atas batu diikuti oleh mahasiswa yang juga kesal dengan Siska.
-----
Randy dan Reno berjalan ke arah camp mereka yang sedang di bongkar.
"Aku sungguh gemas dengan kelakuan Siska itu Ren" tangan Randy menyambar dedaunan di sekitarnya sambil mendengus kesal.
"Aku juga tidak habis pikir bang" Reno menepuk dahinya. Dia lemas dengan kejadian tadi, darah wanita membuatnya kembali mual.
Randy jadi tergelak melihat Reno yang tiba tiba lemas dan ingin muntah mengingat kejadian tentang Siska tadi.
.
__ADS_1
.