Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
24. Gelisah


__ADS_3

"Maaf bang, saya tidak sengaja" Reno membalikan badan saat tau Naya hanya menggunakan selendang setelah mandi. Sungguh ini pertama kalinya Reno melihat tubuh Naya yang sedikit terbuka. Rambutnya masih basah tergulung keatas menampakkan lehernya yang mulus dengan sedikit tanda di bagian leher dan atas dada.


"Kamu istri bang Randy. Aku tau kamu sulit mencintaiku. tapi kamu sungguh tak menungguku Nay" Batin Reno berwajah pias melangkah ke ruang tamu meninggalkan Randy dan Naya


Randy sekilas menoleh Reno dan Naya secara bergantian. "Ada apa dengan mereka? Reno nampak sedih..istriku tiba tiba pucat" Randy segera menyangkal perasaannya dan tetap menganggap tak ada yang terjadi.


------


"Maaf bang, saya nggak sengaja tadi" Reno setengah menunduk


"Iya..saya paham" jawab Randy sekenanya


"Saya pamit bang, masih mau menata barang lagi di barak" Reno pamit pergi meninggalkan rumah Randy


------


"Ada apa sayang, sejak ada Reno kok kamu banyak diam" tanya Randy di dalam. Randy menyentuh pipi Naya yang sekarang mulai chuby.


"Maksud mas apa?" Naya takut Randy akan menanyai dirinya terus, sedangkan Naya tidak siap.. dia takut Randy kecewa karena dirinya belum sekalipun bercerita pada Randy karena menganggap masa lalunya tidak ada yang penting untuk di ceritakan


Melihat reaksi Naya, Randy mulai banyak pertanyaan dalam benaknya. Kenalkah Naya dengan Reno? Reno juga berwajah tak kalah aneh tadi.


"Apa kamu kenal Reno?" Randy bertanya dengan hati hati. Pertanyaan Randy membuat Naya gemetar wajahnya berubah sedih. "Ceritakan padaku.. ada apa?" Melihat wajah Naya.. Randy sudah tau jawabannya, antara Naya dan Reno pasti telah terjadi sesuatu tapi Randy tak mau memaksakan istrinya untuk bercerita jika belum siap. Dia percaya istrinya tidak akan bermain api.


Namun begitu..tetap ada kegelisahan dalam hati Randy.

__ADS_1


"Mas..kita jangan pergi sekarang ya! aku lelah" Naya merasa tidak bersemangat


"Iya sayang..istirahatlah..aku pijat ya biar si inces juga rileks" Randy menidurkan istrinya perlahan dan memijat kaki Naya. Naya menurut saja dengan senyum untuk suaminya walau dengan sedikit di paksakan.


"Mas Reno, aku minta maaf sudah menikah dengan mas Randy. dari dulu..aku hanya menganggapmu kakak..tidak lebih. Jangan memaksakan untuk menikahiku agar aku bahagia. sungguh kamu adalah kekasihku yang tidak aku cintai. carilah kebahagiaanmu sendiri mas" batin Naya dalam hati


***


"Naya hamil..tadi bang Randy bilang kalau dia memaksa istrinya hingga hamil. Apa mungkin bang Randy benar benar memperkosa Naya mengingat bang Randy juga baru beberapa bulan disini. Itupun karena kasus mutasi. Kalau benar bang Randy memperkosa Naya..aku tak akan pernah memaafkannya"


Reno menjadi geram, matanya sulit di pejamkan. "Aku harus menanyakannya pada bang Randy. Aku harus terima apapun yang terjadi nanti"


***


"Bang.. apakah abang mencintai istri abang?" tanya Reno tiba tiba, membuat Randy berhenti mengetik laporannya. Ada rasa aneh karena Reno menanyakan hal yang bersifat pribadi


"Sebenarnya ada apa? jujur saya melihat kalian seperti menyimpan rahasia. Bersikaplah jantan dan katakan terus terang!" Randy sudah tidak sabar


"Sebelum saya kehilangan kontak dengan Naya, dia adalah kekasih saya bang. Tapi kenyataannya saat ini saya melihat Naya sedang mengandung anak abang. Apa abang benar benar memperkosanya" Tanya Reno sejelas jelasnya membuat Randy sedikit terpancing emosi.


"Iya..saya memperkosanya karena dia sangat sulit kusentuh"


Sontak saja Reno berdiri dan menghajar Randy yang saat itu dengan tenang duduk di tempat "Kamu kurang ajar sekali bang, aku berusaha selalu menjaganya, aku tinggalkan dia untuk menjalani pendidikan militer untuk membuat hidup Naya dan Ibunya sedikit lebih baik, kamu tidak tau berapa banyak kesulitan yang dia hadapi...Ya Allah bang... tega sekali kamu merusak hidupnya.. Kenapa dia bisa bertemu lelaki bejat sepertimu bang"


Reno terus menghajar Randy. tapi Randy diam saja. Dia ingin tau siapa sebenarnya laki laki ini. Akankah dia akan menjadi kawan atau lawan.

__ADS_1


"Heehh..ada apa ini..Reno sadar. apa apaan ini. bicarakan semua dengan baik baik" tarik bang Ali yang baru saja masuk ke dalam ruangan dan mendapati Reno sedang menghajar Randy. Bang Ali melerai dan menghadapkan mereka berdua duduk di hadapannya.


"Katakan Reno..kenapa kamu ini" tanya bang Ali


Karena sudah seperti ini mau tak mau Reno menceritakan masalahnya untuk diselesaikan.


"Bang Reno menghamili Naya bang!" Ucap Reno penuh emosi


"Haahh?????" Bang Ali melongo


"Di jakarta Naya itu pacar saya sampai saya kehilangan kontak. Sesampainya disini saya malah melihat Naya yang ternyata istri bang Randy dan sedang hamil.


Abang khan dengar sendiri kemarin bang Randy cerita..untuk mendapatkan inces.. bang Randy harus memperkosa mamanya. Itu berarti bang Randy menghamili Naya. Saya bertanya pada Jhon tentang bang Randy.. ternyata bang Randy baru di mutasi. Apa mungkin karena kasus perkosaannya???"


Randy yang mendengarnya tersenyum menggelengkan kepala sambil tangannya bersedakep di dada dengan satu tangan mengusap usap bibirnya yang terluka karena di hajar Reno.


"Ya Tuhan Reno..kamu ini benar benar ya" Bang Ali mencari berkas Randy dan mengambilnya lalu menyerahkan pada Reno.


"Lihat dan baca baik baik tanggal tiba disini. Sekarang istri Randy hamil 7 bulan. Apa ada suami yang memperkosa istrinya sendiri?? Pakai logikamu..ada ada saja!"


Reno tersandar lemas pada bangkunya, dia menoleh pada Randy dan menatapnya


"Setelah pulang kerja..datanglah pada Naya dan selesaikan semuanya. Tapi kamu harus ingat..sekarang Naya adalah istri saya, istri sah saya" Randy menekankan kata terakhirnya sambil menepuk bahu Reno dan mulai bekerja lagi pada laptop kantornya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2