
Dek,sungguh..mas nggak ada apa apa kok sama dia. Adek dengar dari siapa?" Tanya Randy dengan lembut sambil mengusap rambut Naya
"Aku nggak senang mas bangun rumah Dinar lagi" Ketus Naya
"Ini khan perintah dek..bukan mas yang mau" Jawab Randy membela diri, karena memang ini adalah tugas dari dinas
Naya melihat ke arah Randy, wajahnya seperti penuh kekesalan dan siap memakan Randy. Naya membalikkan muka ke arah tembok..diam dan tidak bicara.
"Ada apa dengan istriku" batin Randy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Percayalah dek, tidak ada apa apa antara mas dan Dinar. Semua hanya gosip. Biasakan di lingkungan kita dimana pun berada. Pilah dan pilih mana yang harus di dengar..mana yang tidak. jangan menjadikan semua hal menjadi serius" Randy membujuk istrinya dengan membelai lembut rambut istrinya yang mulai panjang di bawah bahu.
***
"Bang Randy..anter Dinar ke pasar yuk!" Ajak Dinar mendekati Randy dengan memakai baju belahan dada rendah dan rok mini kesayangannya.
"Astaga, Ini perempuan benar benar mengujiku, berat sekali cobaan untukku Tuhan..ada istri dirumah tapi belum bisa di apa apain, di sini ada yang panas panasin tapi haram di apa apain..kuatkan aku Tuhan" Batin Randy.
"Maaf mbak Dinar, saya ini kerja bukan My trip My Adventure" Jawab Randy datar berusaha memberi jarak pada Dinar.
Dinar yang merasa tertolak merasa harga dirinya terinjak injak. Dia diam tapi mulai berpikir bagaimana caranya agar bisa menggoda pria tampan yang saat ini mencuri perhatiannya.
"Ya udah dech, Dinar pergi sendiri" Sambil berjalan Dinar seperti menyandung sesuatu dan dia pun terjatuh, lututnya luka
"Aawwww..sakit bang tolong Dinar" Dinar merentangkan tangan seperti hendak minta gendong pada Randy. Randy celingukan monoleh kiri kanan seolah mencari pertolongan pada rekannya kiranya siapa yang bisa menolong Dinar.
__ADS_1
Nihil..posisi Randy yang lebih dekat pada Dinar tidak mungkin jika tidak menolongnya. Demi kemanusiaan Randy pun berjalan hendak menolong Dinar. Tampak Dinar memainkan kakinya hingga paha mulusnya terlihat oleh Randy hingga kedalamnya yang berwarna merah maroon.
"Ya Tuhan.. kenapa..kenapa..kenapa..??? haruskah ada ujian seperti ini lagi. Apalagi ini?? Aku ini seorang pria, pertahananku bisa jebol. Kuatkan imanku Tuhan" Randy mengusap wajah dan memalingkan muka sambil mengangkat Dinar. Dinar tiba tiba menyandarkan kepalanya pada bahu Randy. Lengannya pun ikut di lingkarkan pada leher Randy.
"Bang, walau abang berkeringat, abang tetap kuat mengangkatku.. ternyata abang begitu gagah. Kalau abang tidak puas dengan istri abang, datanglah padaku" Rayu Dinar.
Randy merasa Dinar sudah cukup keterlaluan.
"Sepertinya mbak sudah baikan, lebih baik mbak tidak di sini dan mengganggu kerja kami agar pekerjaan cepat selesai" Jawab Randy ketus. Dinar pergi dari sana dengan cemberut.
Di seberang jalan ternyata Naya melihat adegan suaminya bermesraan dengan wanita lain dan dia segera berlari pulang. Hatinya begitu kesal, dadanya sesak memikirkan suaminya sepanjang jalan pulang ke rumah, tapi karena lelah..Naya pulang dengan ojek hingga sampai ke rumahnya.
-----
"Ran..itu tadi istrimu liat kamu lagi gendong Dinar, Sepertinya dia salah paham dan lari pulang" Ucap bang Ali
"Abang selesaikan dulu masalah abang dengan istri, sebentar lagi khan kita pulang..abang duluan aja" Sahut jhon memberi ide.
Randy masih terpaku berdiri, memikirkan istrinya.
"Ayoo Ran,,cepat" hardik bang Ali
Randy yang tersadar segera berlari kearah motor dan pulang menuju rumahnya. Dalam hatinya berfikir mungkinkah istrinya cemburu.
***
__ADS_1
Assalamualaikum..
Tidak ada jawaban. Ternyata Naya baru selesai mandi. Biasanya Naya akan menunggu Randy untuk pergi mandi karena ia sangat takut mandi sendiri ke belakang rumah. Terlihat oleh Randy belanjaan Naya yang terbanting berserakan di dapur.
Kali ini Naya langsung saja melengos pergi tanpa melihat suaminya. Randy melihat mata Naya yang bengkak.
"Kamu kenapa dek?" Tanya Randy masih lembut.
Naya masih tetap diam tanpa suara. Naya membuka lemari dan mengambil pakaiannya. Randy yang dari tadi diluar mencoba untuk masuk tapi langkahnya terhenti saat melihat istrinya berganti pakaian. Randy berbalik badan menyandarkan diri di balik tembok sekilas memejamkan mata.
Saat tersulit baginya adalah saat ini, menahan lagi rasa dalam dadanya. Bagian tubuhnya merespon segala perasaanya hingga seakan ia hilang akal membuatnya mendadak sakit kepala. Di urungkan dulu langkahnya sampai istrinya selesai berganti pakaian. Setelah di rasa cukup lama, Randy melangkah masuk ke kamar.
"Kamu kenapa dek, mendiamkan mas seperti itu? kamu tadi darimana?" Tanya Randy
"Aku pulang dari pasar dan melihat mas bermesraan dengan wanita lain, dia khan Dinar itu? Yang begelayut manja sama mas tadi" Naya meluapkan amarahnya.
"Iya..dia Dinar tapi tidak seperti apa yang kamu lihat dek..tadi itu....." Belum selesai Randy bicara. Naya sudah menangis dengan marahnya.
"Cukup mas.. Apa mas nggak paham laki laki dan perempuan yang bukan muhrim tidak boleh sedekat itu?? Tapi mas menggendongnya dengan mesra, Harusny mas sadar, Kita sudah menikah, Aku istri mas.. Aku berhak marah atas kelakuanmu itu mas, Mas juga wajib menjaga perasaanku. Ceraikan aku saja mas, Ceraikan aku mas" Teriak Naya sambil memukul dada Randy dengan kencang.
Randy yang mendengar kata kata Naya merasa seakan darahnya mendidih dengan cepat naik ke kepalanya. Dia sangat Emosi tatkala Naya mengucapkan hak dan kewajiban serta menutup dengan kata cerai yang tak masuk akal hanya karena salah paham yang tidak pasti. Kata cerai itu amat di benci Randy karena dia ingin pernikahan sekali seumur hidup tanpa main main.
"NAYA" Randy memegang kedua tangan Naya dengan satu tangan dan tangan lain di angkat seolah mau menampar pipi Naya. Tatapan Randy tajam dan mematikan.
.
__ADS_1
.