Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
75. Flashback Randy


__ADS_3

"Dorong dia ke jurang agar dia hanyut di sungai" teriak pemberontak satu.


Para pemberontak itu melempar Randy di jurang pada aliran arus sungai yang deras. Begitu berada di dalam sungai Randy sadar dan gelagapan berusaha berenang hingga ke tepi sungai.


Sesampainya di tepi Randy mengerang kesakitan merasakan badannya yang terluka. Randy bangkit namun badannya tidak kuat dan tumbang lagi.


***


"Ahmad.. istrimu Fahira sangat mengkhawatirkanmu" ucap seorang pria bernama Sikin


"Kepalaku sakit sekali. Apa yang terjadi padaku?" tanya Ahmad yang sebenarnya adalah Randy yang sedang hilang ingatan.


"Kamu mengalami kecelakaan nak" Jawab ibu Fahira. Pak Sikin langsung memberi 'obat pada Ahmad.


"Bang.. abang benar benar pulang?" Fahira langsung memeluk Ahmad. Dalam kebingungan Ahmad memeluk Fahira dan seketika mengusap perut 'istrinya'


"Aku baik baik saja. Bagaimana kandunganmu?" Dalam alam bawah sadar Randy tetap mengingat Naya yang sedang mengandung anaknya dan merasa Naya adalah wanita yang selalu hadir dalam mimpinya.


Keadaan 'Ahmad' yang mengigau tentang kehamilan seseorang tentu saja langsung di manfaatkan untuk menyenangkan hati putri Sikin si Fahira yang depresi akibat kematian suaminya dalam perkelahian.

__ADS_1


Setiap hari Sikin memberi Ahmad obat terlarang agar Ahmad menjadi ketergantungan dan tidak pergi meninggalkan Fahira. Sesekali sengaja Sikin membiarkan Ahmad menjadi sakau agar Ahmad merasakan sakitnya tergantung pada obat terlarang hingga menjauhkan niat untuk tidak mencintai Fahira. Namun sayang, jauh di lubuk hati Ahmad seperti tertanam sesosok wanita yang dirindukan dan di sayangi tapi entah mengapa Ahmad sangat sulit menjabarkannya.


Hari hari Ahmad selalu berdekatan dengan Fahira yang manja. Suatu ketika Fahira sedang ingin di belai manja oleh Ahmad yang belakangan ini terasa sangat jarang menyentuhnya.


"Abang apa sudah tak menginginkanku lagi? Apa abang tak pernah rindu padaku?"


"Bukan tak rindu Fa, kasihan dia kalau abang ganggu" kilah Ahmad sambil mengusap lembut perut Fahira. Ahmad mendoakan dan mengusap perut Fahira hingga 'istrinya' tidur.


***


"Pak, abang mulai lagi. Jangan beri vitaminnya lagi sampai dia memohon padaku" Fahira merajuk pada bapaknya.


-------


"Fa.. ambilkan obatku pada bapak, Badanku sudah mulai ngilu dan remuk sekali rasanya" Ahmad menggigil dengan bibir bergetar mulai memucat.


"Abang sudah tak sayang padaku lagi seperti dulu" Fahira masih memperlihatkan wajah kesalnya. Ahmad tak tau lagi apa yang harus di lakukan. Saat ini yang dia inginkan hanya obat yang harus di minumnya jika tidak ingin merasakan remuk pada sekujur tubuhnya. Ahmad menatap lekat wajah Fahira


Aku tak tau rasa apa ini. Jika kamu istriku mengapa aku tak merasakan hal yang membuatku tergerak. Tak merasakan cinta sama sekali, hanya sayang saat melihatmu mengandung dengan susah payah. Hatiku meyakini anak itu laki - laki, tapi kenapa sekarang menjadi seorang putri. Aku tak merasakan hasrat ketika seharusnya seorang suami dekat dengan istrinya.

__ADS_1


"Terus saja abang menatapku tanpa melakukan apapun" tegur Fahira yang seketika mendorong kuat Ahmad untuk mendekati Fahira karena menginginkan sesuatu.


"Aku hanya menginginkan anakku sehat, apa kamu tidak mengerti?" Ahmad mengurai rambut Fahira ke belakang telinganya. Ahmad mendekat pasti namun dengan hati yang berat dan amat ragu.


Ahmad mencium bibir Fahira dengan lembut. Namun bagaimanapun juga Ahmad seorang pria, walaupun tanpa cinta, hasratnya seketika bangkit menegangkan organ tubuhnya. Napas Ahmad seketika memburu, Ahmad sadar yang dia incar hanya obat untuknya.


"Aku inginkan obatku Fa" pinta Ahmad.


"Akan kuberikan bang, tapi aku mau kamu dulu" Fahira membuka pakaiannya lalu melepas kaos Ahmad. Fahira memagut bibir Ahmad. Ahmad sesaat terpancing oleh perlakuan Fahira.


"Kenapa kamu terus menggodaku? Kasian anak kita" Antara kesadarannya yang belum pulih, Ahmad menyadari bahwa dirinya sudah cukup lama tidak menyalurkan hasratnya. Ahmad menidurkan Fahira dan menyentuh titik yang diinginkannya dengan napas yang mulai memburu.


aacchhh


Fahira nampak bingung melihat Ahmad yang nampak kesakitan.


"Aku tidak bisa melanjutkannya, tenagaku habis" ucap Ahmad yang membatasi keinginannya sekalian membujuk Fahira. Dengan wajah kesal Fahira menyudahi keinginannya.


.

__ADS_1


.


__ADS_2