
Reno sudah duduk di ruang tamu rumah Randy sambil melihat ketiga bocah cilik sedang bermain. Raut wajah murung nampak jelas dari wajahnya.
"Kenapa???" sapa Randy yang melihat Reno sudah duduk di rumahnya.
"Velly marah setiap hari bang, padahal aku tidak tau apa salahku, dan yang lebih menyebalkan, mulai kemarin dia menyuruhku memakai kaos berwarna pink, tidak tanggung tanggung, 10 biji dia beli bang" Reno mulai mengeluh. Randy tersenyum saja mendapat curhatan dari adik iparnya.
"Tidak masalah. pinky boy juga keren" jawab Randy menahan tawa.
"Bagaimana kalau begini??" Reno membuka jaketnya.
Tawa Randy menggelegar kuat, Naya yang sudah tiba di ruang tamu menjadi ikut tertawa karena kaos pink yang di kenakan Reno ternyata bermotif hello kitty.
"Tertawalah sepuas kalian" kesal Reno.
"Sudah, jangan kesal lagi.. istrimu sedang hamil muda" Yara menyerahkan testpack yang menjadi masalahnya barusan.
Reno terkejut dan bukan main senangnya ia malam itu bahkan sampai melupakan kekesalannya barusan. Ia pamit pulang berlari memakai kaos pink menuju rumahnya meninggalkan Vernan yang asyik bermain
***
"Yah, bangun donk" Velly membangunkan Reno.
"Ada apa bun?" Reno mengucek matanya melihat hari masih pukul setengah lima pagi.
"Mau liat pasar malam" rengek Velly. Reno menepuk dahinya kuat
"Ya Allah anakku, pagi buta mau liat pasar malam?"
"Ayah mengeluh ya? susah ya?" Velly mulai drama yang membuat hati Reno begitu susah
"Nggak bunda sayang, nanti ayah tanya dimana ada pasar malam ya, kalau jam segini adanya pasar pagi. Ayo sholat dulu, sudah bangun juga" bujuk Reno. Velly mengikuti Reno meskipun wajah Velly tidak ikhlas sama sekali.
__ADS_1
***
Reno menyandarkan punggungnya sambil melamun pada sebatang pohon setelah selesai kurve Batalyon. Randy melempar minuman, secepat kilat Reno menangkapnya.
"Velly sungguh membuatku kerepotan bang, tadi dia minta lihat pasar malam"
Randy tertawa terbahak bahak melihat kesusahan adik iparnya.
"Nikmati saja hidupmu yang penuh warna, Naya tak pernah membuatku repot, hanya saja mabuk dan mualku membuatku kapok setengah mati" kenang Randy.
"Lebih baik aku mabuk saja bang, daripada harus bingung merasakan ngidam istriku yang aneh"
"Keponakanku harus perempuan" ucap Randy.
"Aku rasa begitu. Velly belakangan sangat menggairahkan bang" Mata Reno berubah berbinar binar.
"Baru kali ini aku melihat tampang mesummu itu" ejek Randy
Kedua pria tersebut terkikik membahas pembicaraan khas pria yang meliarkan pikiran.
***
Reno sudah mendapatkan info ada pasar malam di kecamatan pusat kota. Reno mengajak Randy juga Naya serta keponakannya juga mama papa, tujuannya tak lain adalah untuk menyelamatkannya kalau tiba tiba Velly berulah sesuatu.
-----
"Ayo kesana yah" tunjuk Velly pada bianglala yang berputar.
"Jangan naik itu bun, bahaya" tolak Reno. Seketika kecemberutan menghiasi wajah Velly.
"Ayah memang sekarang perhitungan, keluar uang sedikit nggak mau"
__ADS_1
"Bukan bunda.. tapi kasihan anak kita" Reno mulai gusar lagi
"Ayo denganku saja naiknya" ajak Naya karena ia belum pernah sekalipun naik bianglala. Reno pun pasrah dengan kekesalan teramat sangat.
-----
"Mana istriku juga velly?" tanya Randy sambil memakan es putar di tangannya. Para bocah aman bahagia bersama oma opanya.
"Naik bianglala" jawab Reno singkat sambil menatap ke atas bianglala no 13 yang berputar sudah tiga perempat jalan sedang di duduki Naya dan Velly.
"Kamu ini bodoh atau dungu Ren, Velly hamil. Naya asma dan takut ketinggian. Bagaimana dua wanita yang tidak bisa menjaga diri kamu biarkan berdua di atas sana Reno" bentak Randy sampai es putar di tangannya terbuang.
"Astaga..iya bang. Bagaimana ini bang?" Reno mulai panik.
"Kamu ini memang minta di tabok tutup panci ya" kesal Randy.
Tak berapa lama bianglala itu turun dan berhenti satu persatu. Randy dan Reno menghambur ke arah istri mereka.
Velly keluar dengan membawa mual yang teramat sangat hingga sampai bawah ia muntah berkali kali sedangkan Naya ia sudah lemas dengan kaki gemetar susah berjalan, napasnya tidak beraturan, degub jantungnya tidak karuan. Tangannya sangat dingin.
"Lihat ulahmu ini" Randy masih saja kesal melihat Naya yang pucat di pelukannya
"Pulang saja, tidak mungkin kita teruskan kalau istri kalian seperti ini" ajak papa. Randy dan Reno menyetujuinya.
"Tidak, aku ingin naik ombak laut"
"Velly!!!!!" Teriak mama, papa juga Randy
Reno seketika berwajah pucat menghadapi kehamilan Velly yang merepotkan kali ini.
.
__ADS_1
.