
Randy bermain dengan Yara hingga tawanya terdengar hingga di seluruh penjuru rumah. Terdengar suara adzan. Randy membawa Yara masuk ke dalam rumah. Gadis kecil itu mengikuti langkah Randy kemenapun ia pergi.
Randy melaksanakan ibadahnya. Si kecil Yara sibuk mengikuti gerakan papanya. Sambil menunggu waktu isya tiba, Randy membaca Alquran.. suaranya merdu menenangkan. Beberapa waktu ini Naya sangat tenang mendengarkan Randy hingga terasa gerakan kecil dari perutnya.
Randy melantunkan Alquran dengan sesekali mengusap lembut perut Naya. Jika bayinya bergerak, Randy akan mengusapnya lagi.
-----
Yara tidur setelah Randy menggendongnya. Memang Yara sangat manja pada Randy dan terkadang hal itu membuat Randy kewalahan.
"Dek.. mas mau bicara" Randy menidurkan Yara di kasurnya.
"Ada apa mas" Naya melihat wajah Randy yang serius
"Mas akan berangkat tugas lagi dek"
"Kapan mas?" tanya Naya
"Lusa pagi" Randy bisa melihat wajah Naya yang memulai memerah menahan tangisnya agar tidak tumpak, Naya terus menunduk dan memainkan jarinya.
"Mau bantu mas menyiapkan barang?" tanya Randy mengalihkan perhatian Naya, Randy berdiri hendak menuju kamarnya.
"Apa lama mas?" Naya meraih tangan Randy karena tau Randy akan bertugas kemana. Naya diliputi perasaan cemas dan takut.
"Mas tidak bisa janji dek, karena mas tidak tau sampai kapan ini selesai" Randy membelai rambut Naya dan membenamkan wajahnya pada bagian perutnya. Randy yakin pasti saat ini Naya sedang ingin menangis.
"Apakah aku harus setiap saat takut melepasmu bertugas mas?" Terdengar suara pasrah dalam pelukan Randy.
__ADS_1
"Ingat kata kata yang pernah mas bilang dulu. jadilah kuat walaupun hatimu tak mampu. hingga terjawab semua sakit di hatimu" Kata kata Randy semakin membuat deras air mata yang tidak ingin di tumpahkan Naya.
***
Dalam kantor sudah ada persiapan keberangkatan pasukan untuk esok hari. Beberapa orang mondar mandir di sekitar rumah. Reno juga nampak akan berangkat tugas kali ini.
Randy kembali lagi ke kantor dan melewati rumah Reno, tampak Velly masih terlihat merajuk di rumahnya meskipun Reno sudah membujuknya berulang kali. Randy terus berlalu membiarkan mereka menyelesaikan hal tersebut.
------
"Velly sudah lebih baik?" tanya Randy yang melihat Reno murung
"Belum bang, dia terlihat kesal padahal aku sudah berusaha menjelaskan"
"Tidak masalah, nanti malam kamu harus pintar menyelesaikan agar hatimu juga tenang" saran Randy
"Kali ini sepertinya berat Ren, perbatasan ini sungguh rawan. Naya juga sepertinya gelisah dan tidak bisa tidur"
"Jangan memikirkan apapun lagi bang, yang penting kita jalankan tugas sesuai prosedur, masalah selesai dan kita segera pulang lagi" Reno juga merasa berat kali ini karena situsi ini membuat mereka tidak tau kapan akan kembali pulang.
***
"Besok pagi papa tinggal ya nak, baik baik sama mama, jangan nakal, menurut apa kata mama, jadi anak yang sholehah ya. Papa sayang Yara" Randy mencium putrinya yang sudah terlelap lalu beralih berjongkok ke arah perut Naya.
"Hai jagoan papa, yang pintar ya di perut mama, jangan membuat mama kesulitan merawatmu. Papa sungguh sayang kamu, Jika nanti kamu mampu menunggu papa, tunggulah sayang. Tapi kalau memang kita belum bisa berjumpa, jangan menyulitkan mama" Randy mencium perut Naya
"Mas kok bilang begitu, apa mas tidak ingin menemaniku?" tanya Naya yang takut dengan ucapan Randy.
__ADS_1
Randy duduk di sanping Naya lalu memeluknya. Tak ada kata yang bisa di sampaikan sekedar ingin membuat hati Naya tenang.
"Dengarkan kata hatimu saja, ikatan hati kita akan menuntunmu jauh lebih baik. Do'a istri sholehah dan do'a saat kamu mengandung anak kita ini akan memberimu kekuatan" Naya tak bisa membendung perasaan hatinya yang semakin lama menuju rasa kehilangan.
"Aku takut sekali mas" mata sendu Naya mewakili perasaannya.
"Jangan pikirkan yang lain. Aku ingin menghabiskan malam ini denganmu. Tolong jangan menambah rasa bersalahku. Beri aku ketenangan sebelum pergi" Bisik Randy sambil mengecup bibir Naya dalam.
---------
"Mas pergi lagi. kenapa mas selalu ingin tinggalkan aku sendiri" rajuk Velly
"Kalau boleh memilih aku pun tidak ingin pergi, tapi sebelum aku berjanji padamu, aku sudah lebih dulu berjanji akan menjaga negaraku" jawab Reno
"Sok taat kamu mas" ketus Velly
"Iya.. aku sok taat. karena aku memberi pada negaraku bukan menunggu negara bisa memberi apa padaku" tegas Reno. Velly duduk dengan lemas tak bisa berkata lagi. Reno duduk disebelah Velly.
"Ini bagian dari pekerjaanku sayang. Ikhlaskan aku, aku janji akan baik baik saja dan kembali padamu"
"Bagaimana kalau aku rindu padamu" Velly menatap mata Reno
Reno menarik Velly dalam pelukannya. Velly terkejut namun tidak menolaknya
"Aku akan mencicilnya sekarang, dan akan kulunasi saat aku kembali".
.
__ADS_1
.