Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
39. Tugas


__ADS_3

Randy menggosok matanya saat mendengar ada suara yang mengetuk pintu rumahnya. "jam 00.30!! ada apa? apa ada pendadakan?" batin Randy dalan hati. Naya sudah terlalu lelah hingga tidak mendengar suara ketukan pintu. Randy berjalan ke ruang tamu untuk membuka pintu depan rumah.


"Reno..ada apa tengah malam begini kesini? apa ada sesuatu di Batalyon??" Randy terbelalak saat tau orang yang mengetuk pintu adalah Reno.


"Nggak bang, hanya saja...." Reno menghentikan ucapannya karena Velly memunculkan kepalanya dari balik pintu


"Mas, buatkan aku singkong keju...ponakanmu ini ingin sekali makan makanan buatanmu" Velly merajuk di belakang tubuh Reno


"Astaga Velly...anakmu benar benar tak tau waktu" sambil berjalan menuju ke kamar untuk membangunkan Naya karena ia tak tau bagaimana cara membuat singkong keju yang enak.


"Sayang..tolong bantu mas sebentar ya!"


-----


"Sudah puas?hari sabtu tengah malam membingungkan orang hanya untuk sepotong kecil singkong yang kamu makan Vell"


Velly merasa kenyang hanya dengan sepotong kecil. Dirinya sungguh merasa puas. Naya hanya tertawa melihat ulah adik iparnya yang sedang hamil mampu membuat Randy begitu kesal.


Malam ini Velly tidak jadi pulang dan memutuskan untuk menginap di rumah Randy. Reno akhirnya ikutan tidak jadi pulang ke barak karena akan mengantar Velly pulang saat matahari sudah terbit.


***


"Siap laksanakan"


Semua anggota serempak menjawab arahan dari Komandan yang memberi arahan. Para anggota bubar ke tempat masing - masing untuk melaksanakan kegiatan selanjutnya.


----


"Sebelum berangkat aku akan menihahi Velly bang, aku ingin lebih tenang meninggalkannya saat sudah sah" Reno terlihat lebih semangat karena akan menikah.

__ADS_1


"Aku juga pasti akan sangat merindukan Yara walau hanya satu bulan" Randy tersenyum sambil berpangku tangan


"Semoga kita tidak terlalu repot di dalam pelosok yang jauh dari perkotaan bang" Reno dan Randy pun tertawa bersamaan.


***


"Mas..apa mas akan lama disana?" Raut wajah Naya sangat sedih mengetahui suaminya akan berangkat tugas. Naya membantu memasukan keperluan Randy setelah Yara sudah tertidur pulas.


"Tidak lama sayang, hanya satu bulan saja, membangun desa di seberang" Randy sangat tau kegelisahan istrinya. Istrinya sangat takut terjadi sesuatu pada suaminya karena ayah Naya tiada karena beliau juga seorang tentara.


Naya tiba - tiba menjadi sangat manja pada sang suami. Entah belakangan ini dia merasa ingin selalu dekat dengan suaminya.


"Mas.." Bisik Naya sambil menyandarkan kepala pada bahu Randy memeluk suaminya.


"Iya sayang..!" Randy mengecup bibir manis istrinya. Randy sangat mengerti sikap manja Naya itu.. Randy pun ingin menghabiskan malam malam sebelum berangkat seminggu lagi. Berangkat tugas itu rata - rata memang menjadi hiburan bagi para bujangan. Tapi untuk yang sudah berkeluarga seperti Randy pasti akan menjadi sedikit lebih berat.


"Mas akan sering dinas luar Jaga anak kita..jaga dirimu.. jaga hatimu.. jaga 'milikku' ".


"Iya mas, aku akan selalu ingat dan menjaganya baik - baik"


Randy mendekap erat tubuh istrinya dan menarik selimut. Randy melucuti semua yang ada dibawah sana menyusuri area perang yang amat disukainya.


Kali ini Randy merasakan istrinya menjadi sedikit agresif dan tidak seperti biasa, tapi hal ini tentu saja membuatnya sangat senang, bukan hanya menjadi tidak lelah..ia juga lebih menikmati Naya.


Nafas yang menderu beradu menjadi satu. Suara jangkrik menjadi saksi dua orang anak manusia yang sedang di mabuk cinta merenda gairah yang tertuang dalam penyatuan.


***


Hari ini Velly menikah dengan Reno karena minggu depan Reno dan Randy akan segera berangkat. Setelah sah mereka mengadakan acara makan bersama. Tidak banyak yang di undang, hanya perwakilan kantor saja dan kerabat dekat

__ADS_1


Mata Randy sedari tadi menangkap pandangan mata anak buahnya di kantor. kantor yang diserahkan papa Randy untuknya tapi di atas namakan Yara putrinya. Mata mereka tak lepas dari Naya.


"Apa istriku ini harus menggunakan jubah agar mata para pria ini tidak melihat ke arahnya" dengus Randy dalam hati. Ada sedikit rasa cemburu marena malam ini Naya tampak sangat cantik


Mereka semua menikmati acara kecil itu hingga pukul 10 malam. Setelah acara selesai Randy dan Naya juga berpamitan untuk pulang ke rumahnya.


***


Dalam kamar yang dingin dan mulai sepi, Randy memeluk istri tercintanya "Besok aku tinggal dulu ya sayang, jaga anak kita baik baik"


"Iya mas, jaga dirimu juga disana" Naya mengeratkan selimut untuk di peluknya. Ada rasa resah dalam hatinya.


Randy menciumi anak semata wayangnya, terasa berat meninggalkan Yara walau hanya sebentar. Gelisah di dada juga menyelimuti hati Randy, demi tugas harus tetap berangkat.


***


Reno dan Velly juga tengah menghabiskan malam bersama sebelum Reno berangkat esok hari


"Sini aku cek dulu anak kita sebelum aku berangkat" Reno memeluk Velly dengan sangat erat


Velly hanya tertunduk malu mendengar lelaki yang kini


sudah menjadi suaminya itu memeluknya.


"Aku baru tau ternyata istriku ini sangat pemalu" Reno mencubit hidung Velly lalu mereka masuk dalam satu selimut.


.


.

__ADS_1


__ADS_2