
"Welcome to the world baby inces "
Randy menerima tubuh mungil dari 'pintu', digosoknya tubuh kecil itu hingga menangis dengan tangan gemetar... 'Ini putri cantiku'. Randy tak kuasa menahan haru, di ambilnya gunting untuk memotong tali plasenta lalu ditidurkannya bayi itu pada kain dan memberikannya pada Reno. Kini Reno sibuk dengan aktifitasnya
"Selamat datang sayang...putriku tercinta. Maafkan papa yang menyambutmu dengan cara seperti ini. Sehat ya sayang..malaikat papa. Kamu ada karena perjuangan mama, I love you baby" Randy tersenyum haru menatap putrinya.
----
Randy segera berjongkok dengan satu tangan memegang lutut Naya yang masih ditekuk untuk menyelesaikan tugasnya membersihkan sisa perjuangan Naya usai istrinya melahirkan menggunakan kain kasa. Dalam setengah sadar Naya sangat malu dan tangannya perlahan berusaha menutupnya dengan kain.
"Bukankan aku dari tadi sudah melihatnya! Apalagi yang mau disembunyikan. Biarkan aku menyelesaikan apa yang sudah aku perbuat!" Naya pun menyerah. Naya menggigit bibir bawahnya. Randy melembutkan lagi kegiatannya
"Sakit?" tanya Randy mendongak pada istrinya
"Iya mas" jawab Naya lirih
----
Randy sudah selesai pada kegiatannya, menutup kain Naya dan meluruskan kakinya perlahan..Randy melepas sarung tangan dan seragam luarnya. di letakannya di sembarang tempat. Randy menghambur memeluk Naya..hanya air mata yang mengalir mengungkapkan seluruh perasaannya saat ini. Randy menciumi wajah dan mengecup lembut bibir Naya.
"Aku tidak tau bagaimana mengungkapkan apa yang aku rasakan saat ini. Terima kasih untuk perjuanganmu sayang, Terima kasih sudah memberiku hadiah yang paling indah"
Reno berjalan menghampiri Naya dan Reno sambil menggendong bayi mungil berkulit putih, berambut tebal dan berhidung mancung
__ADS_1
"Eehmm..kalian bisa bisanya membiarkan seorang bujangan menonton adegan romantis seperti ini"
Randy segera melepaskan pelukannya dan menerima putri cantiknya. Naya tersenyum malu karena Reno meledeknya. Reno pergi dari tenda itu karena tidak mau hanyut pada kebahagiaan yang akan membuatnya iri. Bergantian rekan medis memberi selamat dan membantu merapikan sisa kegiatan Randy lalu bergantian keluar lagi satu persatu
Randy segera mengadzani dan mengiqamati putrinya lalu menyerahkannya pada Naya. Naya terlihat bahagia dan menangis karena bahagia
"Apakah mas sudah punya nama?"
"Iya sudah..' Renjana Yara Megalia ' "
"Apa artinya mas?" Naya masih berpikir keras
" 'Perasaan yang kuat saat mega mulai tenggelam'
Aku yakin aku mendapatkannya saat memaksamu, jadi intinya saat aku tidak bisa mengendalikan diriku saat menginginkanmu sore itu "
***
Team medis rumah sakit sudah selesai memeriksa dan merawat Naya secara prosedur yang benar. Naya sudah mulai pulih sore itu, tapi Yara sementara masih dalam pantauan dokter karena lahir sedikit jauh dari tanggal perkiraan.
Randy sedikit lega mendengar anak dan istrinya sudah lebih baik. Naya belajar menyusui naya setelah team medis kembali ke tendanya. Naya duduk bergeser kesana kemari karena merasa tidak nyaman. Rasa sakitnya membuatnya sedikit - sedikit memercingkan muka. Randy ikut memercingkan mukanya saat menatap ekspresi Naya..yang dirasakannya saat ini adalah takjub setelah mengalami hal yang membuat jantungnya seakan berhenti berdetak hari ini
Randy mengusap usap punggung Naya, ia tau pasti rasanya sangat sakit. terbayang kembali bagaimana usaha istrinya untuk melahirkan membuatnya kembali bergidik ngeri, Randy menggosokkan telapak tangan pada wajahnya untuk membuyarkan bayang bayang yang membuatnya ngeri
__ADS_1
Randy mengambil alih baby Yara dan menidurkannya setelah selesai minum ASI pada kasur lipat di sebelah Naya agar Naya bisa selalu mengawasi putrinya. Memang ASI nya belum banyak, tapi putrinya sangat menyukainya.
Randy mengambil kasur lipat lagi untuk dia duduki, setelah sebelumnya Randy membantu Naya untuk merebahkan tubuhnya
"Sayang..kamu sudah semakin pulih perasaanku sangat lega...melihatmu melahirkan anak kita rasanya aku hampir mati. Seperti darahku habis tidak mengalir lagi"
"Biarkan Yara ku menjadi satu satunya anakku, anak semata wayangku. aku tidak tega kalau harus melihatmu berjuang dan hampir meninggalkanku karena asmamu" ucap Randy berbicara lirih
Saat ini Naya masih merasakan sakit, tapi di bandingkan dengan dirinya apakah suaminya lebih trauma, hanya wajah pucat yang tersirat pada wajah Randy saat ini
***
"Tidurlah bang..wajah abang pucat" Reno menyarankan karena abangnya itu terlihat lelah. Randy sedang menata kotak perlengkapan dengan sesekali memijat pangkal hidungnya.
Di kotak terakhir, Randy menyanggakan tangannya pada sebuah meja karena tubuhnya tidak stabil untuk berdiri
"Sudahlah bang, abang sudah terlalu lelah. abang menjaga Naya juga anak abang" Reno membawa Randy untuk duduk
"Aku baik baik saja Ren..tolong bawakan saja air minum. mungkin aku sedikit dehidrasi" jawab Randy
Reno segera memberi sebotol air untuk Randy. Randy pun meneguknya hingga habis.
"Salut saya untuk abang, mungkin kalau saya yang menghadapinya, saya belum tentu sekuat abang"
__ADS_1
.
.