Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
60. Mahasiswi Merepotkan


__ADS_3

Para mahasiswa sudah masuk ke tenda masing masing kecuali mahasiswa pria yang sedang dapat giliran piket menjaga tenda.


Reno merebahkan dirinya di dekat api unggun. Sedangkan Randy tidur di atas hammocknya. Sangat lelah mengatur kegiatan dari pagi buta hingga malam hari.


Ada kasak kusuk terdengar dari sebuah tenda.


"Mau kemana kalian??" Suara Randy mengagetkan dua orang gadis yang akan keluar dari tenda.


"Mau ke sungai pelatih" Jawab Siska dengan takut, Uci juga menggangguk membenarkan jawaban Siska.


"Kalian ini.. sebelum tidur khan saya sudah bilang silahkan ke sungai lebih dahulu" Tegur Reno yang jadi ikut terbangun


Akhirnya seorang mahasiswa mendampingi Reno mengantar kedua mahasiswi tersebut


"Untuk selanjutnya jangan di ulang" tegas Reno


***


Pagi hari tiba, saatnya mereka melaksanakan kegiatan mulai dari senam pagi, mandi, beribadah, sarapan dan membongkar tenda. Hari ini mereka akan pergi untuk menyusuri lokasi perkemahan selanjutnya.


Seluruh .ahasiswa sudah selesai membongkar tenda dan siap mengangkat rangsel mereka masing - masing. Jhon membantu seorang mahasiswi yang menggunakan celana legging sangat kesulitan mengangkat Rangselnya.


"Kamu lagi.. heran saya, sini saya bawa tas kamu. Kamu dan rangselmu ini sama besarnya" ledek Jhon pada Siska


"Maaf pelatih" Jawab Siska


Randy mendekati Siska dan melihat penampilannya. Kaos seragam mahasiswa tapi sangat ketat dengan celana legging. Yang paling membuat Randy jengkel adalah Sepatu Siska, di saat seperti ini masih sempatnya Siska memakai sepatu wedges.


"Ini bukan ajang fashion show Siska.. Apa kamu tidak ada pakaian lain selain ini dan seragam yang kami bagikan??" Tatapan dingin Randy sangat menusuk tapi tatapan itulah yang paling di sukai Siska

__ADS_1


"Saya hanya membawa ini saja pelatih" Siska bicara sambil memggoyangkan badannya


"Gunakan sikap sempurna" Bentakan Randy membuat nyali Siska sangat ciut dan beralih bersikap tegas sempurna


Randy pergi sambil mendengus kesal menghadapi ulah mahasiswi yang satu itu.


***


Benar saja dugaan para pelatih, akibat sepatu yang digunakan Siska tidak sesuai. Gerakan jalannya pun menjadi terseok seok melewati lembabnya hutan dan rimbunnya dedaunan serta ranting kayu.


"Abang..coba lihat Siska itu, jalan saja sudah timpang ke kiri dan ke kanan" ucap Jhon dengan logat Medannya


"Perhatikan jalan kalian.. di sisi kiri ada jurang. sebentar lagi kita akan sampai di pos terakhir. lihat tandanya!!!!" Randy berteriak menegaskan tanda yang mengarah ke pos terakhir.


Sepatu Siska terselip dahan pohon dan dia terperosok ke sisi jurang


Aaarrgghhh


Reno berlari lalu meletakan rangselnya., di tolongnya Siska yang manja itu, Randy bertugas memotong dahan yang tersangkut di kaki Siska. Randy mengangkat Siska dan membawanya ke pos terakhir yang berjarak kurang lebih 700 meter dari tempat mereka sekarang.


***


"Apa yang sakit? Tanya Randy


"Kaki saya terkilir pelatih" Jawab Siska manja


Randy melipat sedikit lengannya lalu memijat pergelangan kaki Siska. Siska memperhatikan Randy dengan senyum bahagia.


"Apa pelatih Randy sudah menikah?" Tanya Siska penasaran

__ADS_1


"Apa itu ada dalam materi pelatihan kita?" Randy menjawab datar pertanyaan Siska


"Tidak ada" Jawab Siska singkat


***


"Pelatih Reno.. apa pelatih Randy punya pacar?" Tanya siska menyelidiki saat Reno melihat kondisinya.


Reno merasa heran Randy begitu memikat banyak gadis yang menggilai Randy.. bahkan kesalah pahaman sering terjadi hanya karena Sertu Randy.


"Tidak ada.. dia tidak punya pacar" Jawab Reno ingin tau reaksi Siska


"Bisakah pelatih sampaikan padanya, aku sangat suka pelatih Randy"


Reno tertegun lagi melihat Siska, Gadis ini sangat berani.


"Saya tidak janji" Jawab Reno meninggalkan Siska.


***


"Bang, Siska bilang kalau dia menyukaimu. Pantas Naya begitu takut di tinggal abang selingkuh" Reno tertawa terbahak


"Sudahlah Ren.. Aku tidak akan menanggapi apapun. Aku lelah menghadapi wanita. Cukup Naya saja yang membuatku kalang kabut" Randy tak sanggup lagi memikirkan istrinya yang begitu cemburuan.


"Jangankan yang tampan macam abang, yang pas pasan aja banyak yang mau bang" Jhon membuat para pelatih di sana menjadi tertawa geli.


"Aduuhh.. Siska itu penuh tantangan bang" Jawab Ari


"Jangan bicarakan Siska lagi.. telinga istriku bisa mendengarnya walau aku ada disini" Wajah Randy memelas dan menimbulkan tawa rekannya yang lain"

__ADS_1


.


.


__ADS_2