Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
23. Serda Reno


__ADS_3

Hukuman Randy telah usai, Penampilanny sudah kembali seperti semula.. dengan berseragam lengkap Randy berangkat ke Batalyon setelah sarapan dan pamit pada Naya. Randy bahagia karena istrinya sudah menambah porsi makan, berat badannya pun bertambah tapi yang lebih membahagiakan adalah..Randy akan mendapatkan "putri" cantik. Senyum indah menghiasi paginya hari itu..rasanya ada semangat tersendiri.


Tak peduli anaknya laki laki atau perempuan, Randy sangat bahagia. Bahkan saat di hari ke 16 hukumannya saat Randy mendapat kabar bahwa calon anakny adalah seorang putri.. seperti ada baterai tersendiri untuk menyelesaikan hukumannya.


***


Pagi ini ada anggota baru dari Solo Namanya Reno, lebih tepatnya Serda Reno. Reno akan di tempatkan satu ruangan dengan Sertu Randy dan Serma Ali. Sekilas bentuk fisiknya hampir sama seperti Randy bahkan mungkin jika mereka berbalik badan bersama, orang - orang akan salah mengenali. Setelah menyelesaikan lapor datang. Reno berkenalan dengan Randy dan bang Ali karena kedepannya mereka akan bekerja bersama.


Di ruangan..mereka berbincang sambil bercanda dan mengerjakan tugas masing - masing hingga ada pembicaraan khas lelaki yang selalu memancing canda tawa mereka. Bang Ali yang penasaran ingin sekali tau jenis kelamin calon anak dari Randy


"Ran..uda USG apa belum? dapat apa?" Bang Ali mengintrogasi Randy. Bahagianya Randy terpancar pada rekan satu ruangannya.


"Dapat untung bang ( Randy terkekeh menjawah pertanyaan bang Ali ).. Aku dapat inces bang!" Lanjut Randy dengan senyum sambil menatap Laptop mengerjakan tugasnya. Rambut cepak rapi dan hitam, wajah bersih dan segar menambah ketampanan pria dengan tinggi 178 cm itu.


"Gapapa Ran.. di syukuri semua. Belakangan ini kamu keliatan senang sekali..lebih semangat kerja" Bang Ali ikut senang


"Iya bang, sama saja..jelas lah bang saya senang, semua juga saya yang buat..lagian penuh perjuangan banget bang untuk dapat si inces, saya harus mati matian memaksa mamanya yang ketakutan" Randy tertawa tertahan mengingat bagaimana kemarahan dirinya yang harus memperkosa mama inces saat itu


Reno yang mendengarnya tertawa geli tak tahan ingin menimpali kedua seniornya ini untuk berbicara

__ADS_1


"Abang gahar juga, nggak kebayang ekspresi istri abang waktu itu. Memangnya abang apakan istri abang..hahahahaha"


"Yang jelas itu terjadi dalam keadaan yang tidak baik baik saja" Jawaban Randy mengundang gelak tawa Reno dan bang Ali dengan sedikit menerka apa yang sebenarnya terjadi saat itu.


Mereka masih tetap bekerja sambil sesekali ngobrol..tak terasa sore hari tiba waktunya pulang dan kembali ke rumah masing masing. Randy pulang lebih dulu karena mau mengantar istrinya belanja bulanan.


-----


"Ren..ini ada berkas yang harus di revisi Randy..tolong kamu antar ke rumahnya, no 62. Khan searah dengan barakmu" Kata bang Ali yang sore itu sedikit telat pulang


"Iya bang, saya antar sekarang" Reno mengambil berkas yang di berikan Bang Ali dan berjalan ke rumah Randy. Jarak kantor dan komplek perumahan anggota memang menjadi satu, jadi tidak begitu jauh


***


Dalam hati Reno tetap ia penasaran bagaimana istri Bang Randy yang di ceritakan harus di perkosa dulu, dan sekarang sepertinya..istrinya itulah yang menyerangnya.


"Oohh..apa banyak yang salah?..Terimakasih ya sudah mengantarkannya kesini" mungkin pikiran Randy tadi banyak terfokus pada istrinya, sehingga banyak laporan yang salah ketik


"Nggak masalah bang" jawab Reno senyum

__ADS_1


gubraaakkk


Randy terlonjak kaget menoleh ke arah sumber suara


"Naya"


"Naya?????" refleks Reno mengikuti Randy ke belakang rumah


"Ada apa dek? hati hatilah sedikit..aku bisa mati mendadak memikirkanmu setiap saat kalau ada saja hal yang membuatku kaget" Omel Randy pada Naya yang ternyata hanya menyenggol keranjang pakaian hingga jatuh, Naya yang baik baik saja hanya berdiri mematung dengan tersenyum.


"Aku gapapa mas" sambil mengusap punggung suaminya yang sedang berjongkok memunguti semua pakaian itu.


Mata Naya beralih pada sosok di depan pintu. Naya terkejut dan berpegangan pada sisi meja. Matanya berkaca kaca.


Randy yang sadar kalau Reno mengikutinya segera menyambar handuk lain yang tergantung di depannya lalu memakaikannya ke pundak Naya karena istrinya hanya menggunakan selendang untuk menutupi tubuhnya.


"Masuk dulu dek, ganti pakaianmu"


.

__ADS_1


.


__ADS_2