
Randy pulang dari kantor dengan tubuh yang sangat lelah. Kepalanya sangat sakit memikirkan laporan bulanan yang tidak kunjung selesai.
Setelah sampai di rumah Randy lebih memilih duduk meluruskan kaki di belakang rumahnya sambil menyandarkan punggungnya.
"Kemana istriku, suaminya pulang tidak ada batang hidungnya. Salam juga tidak di jawab" gerutu Randy.
"Dek..sayang.." panggil Randy dari belakang rumah. Tidak ada jawaban dari istrinya, tapi Randy mendengar ada suara gaduh dari dalam kamarnya.
Terpaksa Randy berdiri dan mencari ada keributan apa di dalam kamarnya, bukan suara televisi dari kamarnya.
Apa Naya bertengkar di telepon? tapi dengan siapa.
Dengan cepat Randy membuka pintu kamarnya dan ternyata...
"Masya Allah dek, suami pulang sampai nggak tau, setiap mas pulang yang di liat drakor lagi..drakor lagi.. apa nggak bosan??" Randy seketika kesal melihat Naya yang tiduran dengan menggunakan daster santinya, rambut di gulung asal dan melihat serius drama Korea kesukaannya.
"Cuma sebentar kok mas" kilah Naya.
"Dari semalam kamu nggak tidur cuma lihat drakor nggak jelas itu" emosi Randy sudah sedikit meninggi.
"Nggak jelas gimana mas? ini seru. Apalagi pemeran prianya ini.. ganteng banget mas" ucap Naya gemas melihat tokoh pria dalam drakor yang di lihatnya.
"Ganteng juga mas lah, bisa kamu lihat dan bisa di peluk setiap hari" Randy merasa cemburu Naya memuji pria lain walau sangat tidak masuk akal arah kecemburuannya.
"Ini gagah banget tau mas, perutnya sixpack menggoda banget" Randy melepas kaos lorengnya dan melihat perutnya sendiri.
"Heehh..lihat dek, mas nggak kalah keren lho" Randy memiringkan wajah Naya agar melihat bentuk tubuhnya yang memang masih gagah dan fit.
"Iiihh..mas, jangan ganggu.. dia ini romantis lho. Aku juga mau kalau yang seperti ini" Naya menunjukan adegan romantis itu pada Randy.
__ADS_1
Randy merebut ponsel Naya karena mulai sangat kesal.
"Ayo bilang, ganteng mana dia sama mas?"
"Dia lah mas" Naya sengaja membuat Randy kesal.
"Kalau gagah?? Gagah dia atau mas??" Randy tambah menyelidik.
"Ya dia donk mas" Randy tidak terima dan mendengus kesal.
"Oohh begitu.. sekarang kamu pilih dia atau aku?????" pertanyaan tajam Randy dengan hati yang terobrak abrik mulai merusak moodnya.
"Jangan tanya lagi lah mas...."
Randy melempar ponsel Naya di atas kasur lalu melangkah keluar kamar dengan wajah semrawut.
Langkah Randy terhenti. Moodnya seketika berubah pesat dan meninggalkan rasa gemas di hatinya menyembunyikan senyum di bibir.
"Bener nih??" tanya Randy pura pura ngambek berbalik menghadap ke arah Naya.
"Bener masku sayang, kalau sama mas khan aku puas lihat semuanya" senyum Naya malu malu.
Randy mencubit hidung Naya lembut.
"Lihat apa?? Kebanyakan lihat drakor jadi centil gini istriku. Bahaya ini"
"Bukannya mas suka yang nyerempet bahaya??" goda Naya.
Randy menatap jam tangannya, Yara dan Zein pasti sore begini akan lama bermain.
__ADS_1
"Sini main drakor sama mas" Randy menggelitik tubuh Naya tak memberi ampun pada istrinya.
-------
"Mas Randy...." terdengar suara Velly berteriak dari arah dapur.
"Benahi dulu pakaianmu!!" ucap Randy setelah bercanda dengan Naya saat anaknya tidak di rumah.
Randy keluar dari kamar dan melihat Velly celingukan melihat bahan dapur Naya.
"Ganggu aja, ada apa? kesal Randy
"Iihh..segitunya. Mbak Nay punya stok gula nggak?? warung tutup tuh"
Naya keluar dari kamar dengan setengah berantakan. Velly melirik keduanya secara bergantian.
"Mas Randy ini memang nggak pernah lihat jam ya?" tegur Velly
"Kamu pikir aku sedang apa?? Bercanda dengan istriku khan tidak salah" kilah Randy.
"Bercandamu nggak lucu..bercanda macam apa sampai resliting celana lupa di tarik lagi" Velly menunjuk celana loreng Randy yang belum sempat di gantinya.
"Hmm.. matanya jelalatan" Randy berbalik badan menutup sesuatu dan berjalan menuju kamar mandi sambil menyambar handuk yang tergantung.
Naya tersenyum geli melihat Randy yang terus menggerutu sejak tadi.
.
.
__ADS_1