Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
50. Yara ku..


__ADS_3

"Pak Randy bisa bangun untuk jalan? biar badannya tidak kaku, kalau masih sakit harus tunda pulang dulu ya pak" Dokter menyarankan Randy agar belajar bergerak.


"Iya dok, sekarang juga bisa" jawab Randy. Naya khawatir Randy tidak akan kuat berjalan karena untuk duduk saja masih sangat sulit.


Dokter meninggalkan Randy. Naya membantu Randy untuk duduk.


"Mas yakin? jangan di paksa mas!"


"Kalau nggak di coba nggak akan tau seberapa kuatnya aku" Randy menurunkan kakinya dan melangkah. Hanya ekspresi menahan sakit yang tampak dari wajahnya.


Ya Allah..ini memang sakit sekali, tapi aku harus bisa. aku sudah kangen sama Yara.


Di saat tepat Reno datang dan membantu mereka.


"Abang mau kemana? Biar kubantu" Reno menuntun Randy belajar bergerak, mengambil alih Randy dari Naya. Naya berjalan ke ranjang pasien menata barang bawaan milik Randy


"Apa masih sakit bang?" tanya Reno


"Lumayan Ren" Randy meluruskan tubuhnya, ia pun mengerang kesakitan.


"Ya Allah, sakitnya luar biasa Ren" cengkeraman kuat pada baju di bahu Reno mampu di rasakan oleh Reno juga.


"Aku panggil dokter bang kalau masih sangat sakit" Reno akan menggiring Randy untuk duduk, tapi tangannya di cegah oleh Randy.


"Jangan Ren, aku ingin pulang aku kangen Yara. Kalau dokter tau lukaku masih sangat sakit, aku dilarang pulang" cegah Randy memelas.


Reno tersenyum melihat perjuangan kakak iparnya

__ADS_1


"Aku akan merasakan apa yang abang rasakan kalau anakku sudah lahir nanti"... Randy pun ikut tersenyum.


***


Hari ini Randy keluar dari rumah sakit. Bahagia sekali hatinya karena dia akan bertemu dengan Yara.


"Bang..barangnya sudah semua khan?" Reno selesai mengecek ulang barang Randy dalam tas rangsel.


"Iya sudah semua. Naya mana? kenapa kamu jadi ikut kesini, aku bisa naik taxi online" tanya Randy


"Ambil obat di apotik bang... Naya tidak akan kuat menyangga abang sendirian.


"Harusnya kamu temani Velly saja" Kata Randy yang mengkhawatirkan adik perempuannya.


"Velly sekarang hanya ingin tidur saja bang, terkadang perutnya suka kram" jelas Reno pada Randy.


"Nggak masalah bang, sudah kuperiksakan ke dokter kandungan kemarin"


"Hmm..baiklah, jaga Velly baik baik" ujar Randy lagi..


"Iya bang" jawab Reno lirih


***


"Assalamualaikum..Akhirnya sampai juga"


"Waalaikumsalam..sudah sampai Ran" tanya mama yang menunggu Randy.

__ADS_1


"Sudah ma.., anak papa..sini sayang, sama papa..papa kangen banget sama kamu" Randy ingin meraih tubuh Yara tapi di cegah oleh mamanya


"Jangan dulu Ran.. kondisimu belum sehat betul. kalau lukamu di tendang Yara bagaimana? dia sudah banyak tingkah sekarang" Mama cemas melihat cucunya berlari gesit sekali.


Randy mengurungkan niatnya untuk menggendong Yara tapi putrinya itu menyadari kehadiran Randy dan mulai menangis minta di gendong papanya. Randy pun mengambil Yara dari gendongan mama.


"Uuhh..anak papa manja sekali, apa Yara kangen papa?" Yara putri kecilnya mengangguk sambil melingkarkan tangan ke leher Randy dan menyandarkan kepalanya pada bahu papanya yang sudah lama dia rindukan. Sesekali bibir mungilnya menciumi pipi Randy.


"Papa akan tetap menggendong Yara, tapi Yara jangan tendang dada papa ini ya ( Randy menunjuk dadanya pada Yara ), apa Yara bisa?" Yara mengangguk mengerti ucapan papanya.


Yara memang masih kecil, tapi dia anak yang sangat pintar ketika di ajari. Yara yang makin hari makin pintar selalu menjadi rebutan jika keluarganya sudah berkumpul.


-----


Mama papa dan Reno sudah pulang ke rumah masing - masing. Yara sudah tenang di alam mimpi dalam box tidurnya yang hangat. Naya dan Randy sudah berada di dalam kamar. Udara sangat dingin mereka pun berpelukan.


"Jangan bekerja terlalu keras lagi mas. lihatlah sekarang. akibatnya jadi seperti ini" Naya berbicara berhadapan dengan suaminya, tangannya di letakan di atas tubuh Randy.


"Iya..terus terang mas kemarin terbawa perasaan saat Feri meremehkan profesiku. Mas ingin bekerja keras untuk membahagiakanmu dan Yara. Mas tidak ingin kamu dan Yara sampai kekurangan. Gajiku tidak sebesar pengusaha di luar sana sayang" Randy memandang wajah istrinya penuh cinta.


"Jauhkan pikiran itu mas, aku bahagia bersamamu dan Yara. Aku memilih dan mencintaimu apa adanya. Cintamu sudah mengisi seluruh relung hatiku mas" Naya mengecup sekilas bibir Randy.


"Terima kasih sayang" Randy membalas kecupan istrinya.


Hembusan angin malam terdengar lirih membawa suasana nyaman hingga keduanya terlelap dalam suasana hati yang begitu tenang.


.

__ADS_1


.


__ADS_2