Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
25. Ikhlas


__ADS_3

Sore hari tiba. Randy mengajak Reno pulang ke rumahnya untuk menemui Naya.


Naya melihat Randy pulang tapi tidak sendiri..melainkan bersama Reno. Naya terkejut melihat wajah Randy yang babak belur


"Mas..kenapa wajahmu ini?? kamu habis berantem mas? pekik Naya khawatir


"Tanyakan pada dia" Kata Randy sambil memberi kode mata menunjuk ke arah Reno


Naya langsung memukuli Reno tanpa sadar


"Kamu apa apaan sich mas, kamu apakan suamiku??? kamu akan aku lipat tujuh kalau sampai terjadi sesuatu pada suamiku"


"Aaawww iya..iya..maaf. aku kesini untuk bertemu denganmu" jawab Reno sambil melirik Randy.


Randy yang mengerti segera memberi waktu pada Reno dan istrinya untuk menyelesaikan semua


"Selesaikanlah Ren..aku tinggal ke dalam"


"Tapi mas...." Naya memegang tangan Randy


"Aku sudah tau semua, aku percaya kamu tau apa yang harus kamu lakukan dek" kata Randy yang mengecup dahi Naya sambil tangannya mengusap perut istri tercintanya.


-----


"Apa kabar dek?" Tanya Reno canggung juga memberi sedikit jarak, bagaimanapun Naya sekarang adalah istri 'abangnya'


"Alhamdulillah baik mas, seperti yang kamu lihat" Jawab Naya tertunduk


"Bagaimana ibu?"


"Ibu sudah tidak ada setelah aku menikah dengan mas Randy..mas" Reno yang mendengarkan itu tertunduk lesu. Ibu Naya juga di anggap sebagai ibunya sendiri. untung saja saat itu Naya tidak terpuruk sendirian, setidaknya Randy menemaninya.

__ADS_1


"Apa kamu bahagia? Apa kamu mencintai bang Randy? Apa bang Randy memperlakukanmu dengan......" Reno menunjuk arah perut Naya, Reno memastikan keadaann Naya dengan gelisah karena penasaran dengan kehamilan Naya


Naya yang mengerti arah pembicaraan Reno segera menjawab


"Mas Randy tidak pernah kasar padaku, mas Randy sangat menyayangiku..jangan khawatirkan aku lagi..aku bahagia. Aku harap kamu juga bisa ikhlas mas"


"Tapi yang kudengar dari bang Randy sendiri kalau untuk mendapatkan inces, dia memaksamu karena kamu tidak mau" Jawab Reno tidak percaya


Naya salah tingkah karena Reno menanyakan hal yang tidak ingin dia jawab. Randy yang setelah berganti pakaian, memejamkan mata dengan gelisah, terbersit rasa cemburu yang di tahannya sekuat mungkin walau dia sangat tau istrinya tidak akan mengecewakan perasaannya, tapi tetap saja rasa cemburu mendera hatinya. Randy mendengarkan semua jawaban dari istrinya untuk Reno


"Sebenarnya akulah yang salah. Mas Randy kesal karena aku cemburu dan mengatakan hal yang tidak di sukainya, juga karena aku yang lalai akan kewajibanku mas, berbulan bulan Mas Randy menungguku dengan sabar. Ini adalah hukuman dari suamiku sampai aku mendapatkan incesku. hmm..maaf mas.. Aku sangat mencintai suamiku


Maaf ya mas, dari dulu aku hanya bisa menganggapmu sebagai kakak di hatiku..carilah kebahagiaanmu mas"


Randy tersenyum kecil mendengar jawaban istrinya. ada rasa lega dalam hatinya.


Reno sudah mengerti. Sebenarnya hati Reno terasa sangat sakit. tak pernah terbayangkan dia harus kehilangan Naya dengan cara seperti ini, tapi semua sudah terjadi. Semua memang takdir Tuhan. Yang penting Naya bahagia. Waktu akan menyembuhkan luka hatinya dan dia berusaha tegar. Bagaimana pun dia harus bersikap ksatria menghadapi kekalahan.


Randy keluar dari dalam ruang tengah dan menemui mereka. Reno mendekati Randy dan benar benar memeluknya sebelum keluar dari rumah Randy


"Bang aku ikhlas..mulai sekarang aku akan berusaha melupakan Naya yang pernah ada dalam hatiku. Aku percaya abang akan menyayangi dan menjaga Naya. Aku harap bisa selalu melihatnya tersenyum dalam pelukan abang"


"Aku janji..aku akan menjaganya. Saat ini tak ada yang lebih penting selain istri dan anakku. Terima kasih Ren.." Randy melepas pelukan Reno


Naya menghampiri Randy dan mengantar Reno keluar


-------


"Hatimu sudah lega sayang?" Randy memeluk Naya dari belakang dan mengusap perut istrinya


"Iya mas sudah..terima kasih banyak ya mas. kamu tidak marah dengan ketidaksengajaan ini" Naya menyandarkan kepalanya pada dada Randy dengan manja

__ADS_1


Randy mencium bibir Naya dengan mesra..Randy terhanyut oleh suasana tenang itu, perlahan..napasnya mulai memburu..pelukannya semakin di eratkan lagi dan ciumannya mulai beralih pada leher. Hembusan napas Randy membuat Naya juga membalas rasa yang sama.


 


tiba tiba suasana di luar


 


"Aaaww..ya ampun..bagaimana bisa ada orang menendang batu di jalanan tanpa melihat sekelilingnya!!!!!" Teriak seorang gadis dengan marah


"Eehh.. aduuhh. maaf mbak.. saya yang salah.. saya tidak sengaja" Kata Reno yang berbalik sambil mengikuti gadis itu yang ternyata langsung membuka pintu dan masuk dengan cemberut menuju rumah Randy


Gadis itu berhenti berjalan saat melihat kakak ipar dan kakaknya berciuman mesra penuh hasrat di tembok ruang tamu sambil berdiri. begitu pula Reno yang ikut berhenti juga dengan melihat seniornya itu.


Naya dan Randy menghentikan aktifitasnya. Menoleh ke arah Velly yang berdiri di pintu ruang tamu. Naya tertunduk malu pada bahu Randy dengan wajah sangat merah. Randy sangat kesal pada gadis yang membuka pintu itu yang ternyata adalah Velly adiknya. Aktifitasnya harus tertunda karena ulah adiknya


"Beib..bisa nggak sich ketok pintu dulu. gimana kalau mas tadi lagi 'nengok inces' disini" Randy setengah berteriak marah karena hasratnya tertahan


"Itu salah mas sendiri karena nggak liat tempat dan nggak tau waktu.. udah aahh mas, sini donk perban sama antiseptik..kepalaku luka sedikit nich, ada orang gila tendang batu sembarangan" kata Velly kesal


"Haahh..siapa Beib? Haduuhh iya sedikit luka? Sini mbak obatin" Kata Naya sambil masuk ke ruang tengah dan kembali lagi membawa perban


Randy yang kesal menuju luar pintu dan mencoba mencari tau siapa yang sudah berani membuat kepala adiknya terluka


"ASTAGFIRULLAH....RENO" Randy terlonjak kaget. Reno hanya nyengir kuda dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal karena tiba tiba kepalanya nongol saat Randy melangkah keluar dari ruang tamu


"Saya bang yang tendang batunya. Maaf bang" sambil tetap nyengir.


.


.

__ADS_1


__ADS_2