Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
82. Gara Gara Reno


__ADS_3

Randy berangkat ke Batalyon menaiki motornya, malas sekali mengendarai mobil jika tidak ada kepentingan. Sudah dua bulan berlalu sejak Naya sembuh dari sakit.


Para anggota bersiap melaksanakan apel pagi tak terkecuali Reno dan Randy. Reno melihat abangnya tidak begitu bersemangat, berekspresi datar dan dingin.


"Tumben muka di tekuk sembilan, ada apa bang?"


"Aahh.. biasa kok Ren" ucap Randy datar


"Wajah priamu tak bisa membohongiku bang" Randy menoleh pada Reno yang wajahnya senyum senyum licik.


Reno mengerti apa yang terjadi pada Randy. Tadi malam Reno mau meminjam tang potong karena kabel lampu belakang Reno sedang rusak ke rumah Randy tapi pintu depan terkunci, maka Reno berjalan ke arah belakang rumah. Terdengar pembicaraan abangnya itu


"Kenapa sih dek?"


"Jangan marah ya mas, aku memang sedikit lelah" jawab Naya sambil melepaskan pelukan Randy.


"Mas nggak marah dek, mas tau kok kadang kamu capek mengurus anak kita" ucap Randy


"Pagi ya mas, aku janji" bujuk Naya


"Malam ketiduran, pagi masih capek. Aku rasa tiga bulan sudah cukup menyiksa dek" Randy melepaskan pelukannya beralih mengambil sebatang rokok dari bungkusnya dan menyulutnya.


"Maaf mas" hanya kata itu yang terlontar dari bibir Naya


"Sebelum kamu sakit aku juga nggak minta khan. Puasin siksa suamimu!!!!" ketus Randy sambil menghisap rokoknya kuat. Asap mengepul menghambur di sekitar hidung Naya. Naya terbatuk sesaat.


"Mas mau sekarang? anak anak tidur mas!" tanya Naya


"Nggak" jawab Randy datar


"Sekarang maunya gimana? anak anak tidur mas nggak mau" Naya jadi bingung pada kelakuan Randy.


"Kalau kamu yang minta baru aku mau. Aku nggak mau kamu nggak ikhlas karena hanya aku yang menginginkannya" ketus Randy lagi


"Maaaaass" Naya mulai jengah pada sifat suaminya

__ADS_1


"Aku heran, sebegitu kuatnya ya seorang istri nggak di belai suaminya"


Naya mendengar itu langsung masuk ke dalam rumah, tak ingin perdebatan itu semakin berlanjut. Randy membuang puntung rokoknya yang masih tersisa banyak dengan kasar.


Randy mengacak rambutnya dengan perasaan tidak karuan.


"Hhiiiiiihh... apa iya harus di jepit di pintu!!!!!!" Randy bergumam kesal sambil tangannya memukul bangku kayu dengan kuat.


Randy mengumpat habis habisan,karena terlalu kesal. Sesaat kemudian ia duduk bersandar dan mengusap dadanya


"Astagfirullah..Astagfirullah" Randy memejamkan mata berharap batinnya bisa tenang.


Reno pun pergi tidak jadi meminjam tang potong.


***


triiiinngg.. triiiinngg


Naya melihat ada notifikasi masuk pada ponselnya. Jam 11 malam Velly mengirim video. Di bukanya video dari Velly. Betapa terkejutnya Naya melihat video itu.


Naya : Beib.. apa videomu tidak salah


Naya : Oohh.. ok


Tapi perasaan Naya menjadi penasaran dan meneruskan melihat video itu. Tak lama Randy masuk ke dalam kamar setelah duduk sekian lama di teras belakang rumah. Naya mematikan ponselnya dan pura pura tidur.


Beberapa saat kemudian Naya melihat Randy sudah tidur dan melanjutkan lagi menonton video. Suara berisik lenguhan kecil dari video tak terasa membangkitkan gairahnya juga.


Randy mendengar suara berisik ikut bereaksi pada mode on, tapi ia memilih untuk memejamkan mata karena percuma saja ia membuka matanya.


Video itu sudah selesai. Naya gelisah dan mengintip Randy yang dilihatnya sudah tidur pulas, padahal suaminya itu setengah mati menahan hasratnya juga.


"Yaa.. mas. Begitu aku ingin.. mas tidur" Naya mengerucutkan bibirnya. Randy yang mendengarnya sebenarnya sudah tidak tahan dan memancing Naya dengan meletakkan tangannya di atas perut Naya. Naya menoleh melihat bibir Randy dan mengecupnya sekilas.


Naya memeluk ringan tubuh Randy tapi suaminya bergerak mendekat. Hembusan napas dibawah lehernya membuatnya merinding. Naya heran mengapa suaminya memeluknya erat. Naya mendekat dan mencium lagi bibir Randy, berkali kali hingga dia terpancing pada ulahnya sendiri. Naya menyembunyikan wajahnya pada dada Randy.

__ADS_1


"Kalau istriku nggak memintanya sendiri, nggak akan aku manjakan kamu ya! itu hukuman karena mengabaikanku" tegas Randy padahal dirinya sendiri sedang berperang sengit dengan batinnya.


"Mas nggak tidur ya?" tanya Naya yang melihat wajah Randy sudah berekspresi berbeda.


Karena memuaskan suami adalah ibadah, juga karena dirinya sudah sangat terganggu. Naya melupakan hal yang membuatnya sedikit malu, asalkan Randy memanjakannya malam ini.


"Papa.. mau nggak malam ini papa temani mama masukin maling ke penjara? " rayu Naya manja sambil memainkan jari jarinya pada tubuh Randy. Randy sudah tidak bisa pura pura tidak ingin lagi


"Ssshhh.. tentu saja mama sayang. Jangankan masukin maling. Nembakin malingnya sampai kapok bahkan jebolin penjaranya juga papa mau"


Akhirnya Randy menyelesaikan permainan itu sampai selesai tanpa sisa. Tak sedikit pun Randy melewatkan hal untuk membuatnya lega.


------


"Maaf ya mas, aku mengabaikanmu" ucap Naya.


"Jangan di ulangi lagi, itu nggak baik. Nyiksa suami banget tau nggak. Kamu harus bisa bagi waktu untuk anak dan suamimu" jawab Randy


"Iya mas"


***


Wajah Randy nampak segar pagi ini, lebih tenang dan ceria.


"Ada yang baru rapelan nih?" tegur Reno sambil memainkan ponsel


Randy tersenyum penuh arti memainkan alisnya.


"Kalau masih butuh video lagi, aku masih punya banyak" Reno menunjukkan banyaknya video porno di galeri ponselnya.


"Gilaaa.. jadi gara gara kamu Ren???" Randy kaget melihat banyaknya video di ponselnya


"Hapus Ren, anakmu sudah besar. Simpan di file lain. Dulu waktu bujangan aku juga punya banyak. Sekarang tidak lagi. Bisa mati di cekik Naya aku kalau punya video sebanyak itu" tegur Randy.


"Iya bang. Hahahahaha" Tawa Reno sungguh menyebalkan.

__ADS_1


.


.


__ADS_2