
Velly kembali dari kamar mandi dan melihat Randy sedang membaca sebuah kertas
"Wah..kamu hebat juga. prestasimu sangat bagus. mahasiswa terbaik dan akan wisuda" Kata Randy bangga
Naya membereskan barang yang berserakan, tiba tiba ada sesuatu yang terjatuh dari tumpukan kertas tersebut. Naya memungutnya perlahan agar tidak terlihat oleh Randy.
Naya sangat terkejut tak tau harus berkata apa. 'POSITIF ' . Tanda itu terlihat jelas pada testpack yang di genggamnya. Apa adik iparnya sedang hamil. Tapi adiknya itu hanya KKN di desa selama belakangan bulan ini.
Randy menyambar sesuatu yang membuat istrinya langsung terduduk lemas di lantai. Di amati dengan lekat benda tersebut lalu Randy berteriak sangat keras
" VELLY "
"Apa benar testpack ini punyamu" Randy melempar pada wajah Velly. Velly menangis ketakutan. Randy mendekat pada Velly lalu menamparnya dengan kuat hingga Velly tersungkur hingga seseorang datang dan menangkap tubuh Velly
"Cukup bang, jangan pukul Velly. Wanita tidak akan sanggup menerima tamparan dari tangan abang yang kuat" Reno memeluk Velly yang sedang memegangi perutnya sambil menangis.
"Biar saja, apa hasil pendidikannya selama ini? manusia di sekolahkan untuk mejadi pintar, bukan menjatuhkan harga diri" Kata Randy yang akan menampar Velly lagi namun di halangi oleh Reno, Naya juga berusaha menarik lengan Randy sekuat kuatnya.
"Kamu mencoreng nama keluarga Velly, kamu timpakan beban berat pada Mama Papa.
Siapa ayahnya? aku akan benar benar menghajar dia?"
Randy mulai kalap dan menampar wajah Velly lagi
__ADS_1
"Hajar saya bang, saya ayahnya. Saya yang bertanggung jawab atas kehamilan Velly" Jawab Reno tegas
Seketika Randy terdiam. dadanya terasa sesak dan sakit. Randy menjambak rambutnya dengan perasaan sangat kecewa.
"Di mana isi kepalamu saat melakukannya Ren?!?!, hamil itu bukan hal yang mudah Reno"
Sontak saja Randy langsung menhajar Reno dengan kalap. Velly memeluk tubuh Reno yang babak belur agar tidak di hajar lagi oleh Randy.
"Jangan pukul mas Reno lagi mas, kalau terjadi sesuatu padanya bagaimana dengan anakku??" isak Velly menjadi jadi.
"Mas..sabar ya mas, kita bicarakan pelan pelan!" Randy tidak perduli Naya yang menghalangi suaminya
Naya sampai terkena pukulan Randy yang keras hingga terjatuh terbentur tembok.
Yara mulai menangis mendengar kegaduhan itu sedangkan mamanya masih setengah sadar. Randy sangat frustasi dengan hal itu hingga menggebrak meja dan mengacak rambutnya dengan tangisan sedih yang tertahan.
***
"Sudah berapa bulan?" Randy membuka omongannya yang tajam mengarah pada Velly setelah sedikit meredakan amarahnya.
"4 minggu mas" Jawab Velly singkat terisak. Randy mengeryitkan dahinya
"Jelaskan padaku bagaimana ini terjadi" Randy memijit pangkal hidungnya karena sekarang dia benar benar pusing. Velly ingin menjawab lagi tapi di cegah oleh Reno.
__ADS_1
"Kami melakukannya saat pulang dari KKN Velly tempo hari bang. Saat mengembalikan motor hampir pagi" Reno menjelaskan awalnya
"Apa yang ada dalam pikiranmu Ren. Apa yang akan kamu lakukan pada anak itu? Apa aku harus membuangnya?" Velly mulai menangis terisak memeluk punggung Reno karena takut dengan kakaknya.
"Lepaskan pelukanmu pada Reno atau kutampar lagi wajahmu" bentak Randy pada adiknya.
"Bang tolong redakan emosi abang di depannya saja. abang bisa melampiaskan padaku" Reno sungguh tak ingin Velly memikirkan masalah ini karena tidak baik untuk janinnya.
Sebenarnya Randy tidak tega tapi dia harus tegas demi anak di dalam kandungan Velly.
"Kalian bahkan tidak menikah, apa sungguh aku buang?" bentak Randy lagi tapi dalam hatinya tidak tega
"Nggak bang..Jangan..tolong jangan bang. aku akan menjaga anakku dan ibunya. Aku akan menikahi Velly secepatnya" Reno memohon pada Randy.
Randy membuang napas kasar..hatinya campur aduk
"Waktu itu kamu marah saat tau Naya hamil yang kamu kira aku memperkosanya, Kamu bilang aku bejat, sekarang apa? Kamu juga tidak bisa mengontrol dirimu sendiri. Velly adikku satu satunya. Aku menjaganya seperti guci, yang kalau kamu tidak hati hati lalu menyenggolnya, maka akan pecah. Aku juga punya Yara..dia sebagai pengingatku..bahwa ada wanita - wanita dalam hidupku yang harus aku jaga baik baik. Saat ini aku merasa sangat gagal tidak bisa menjaga guciku ini"
Velly menghampiri dan menubruk kakaknya dia sadar telah menghancurkan hati pria yang selama ini sangat menyayanginya
"Maafkan aku mas, aku membuatmu kecewa. Aku tidak akan membuat kesalahan lagi. biarkan anak ini ada ya mas?" Velly memohon
.
__ADS_1
.