Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
17. Hadiah


__ADS_3

Randy menidurkan Naya pada kasur ruang kesehatan. dia gelisah dan panik. Randy berusaha menyadarkan Naya, menggosok telapak tangannya. Petugas jaga juga sudah memberikan oksigen, tapi naya belum sadar juga.


"Ran..sebaiknya kita antar istrimu ke rumah sakit biar lebih pasti dan paham keadaan istrimu" Bang Tian menyarankan.


"Iya bang..ayoo" Randy mengangguk menyetujui saran Bang Tian lalu menggendong Naya dan membawanya dengan mobil dinas menuju rumah sakit.


***


Randy mondar mandir menunggu dokter yang sedang memeriksa istrinya. Dokter disana mengeryitkan dahi dan menghela nafas kasar.


"Tadi sebelum pingsan bagaimana keadaanya" tanya dokter menganalisa karena dokter tersebut sedang menduga sesuatu.


"Wajahnya pucat dok, lemas, pusing, gemetar, mual, lalu pingsan" Jawab Randy mantap


"Kapan terakhir haid?" Tanya dokter berpangkat Mayor itu


"Haid?? saya..tidak ingat dok" Jawab Randy lemah

__ADS_1


"Cckk..pak Randy ini..tanggal haid istri nggak hapal. asal pakai aja ya" Goda dokter tersebut sambil berjalan ke arah meja untuk mengambil surat rujukan. Randy hanya tersenyum simpul.


Randy tak menjawabnya karena memang benar, dia hanya asal pakai saja.


Naya membuka matanya dan merasa sangat mual, Randy membantu menata punggungnya untuk duduk. Naya menyandarkan kepalanya pada bahu Randy


"Kenapa kita kesini mas? bau rumah sakit mas aku mual sekali" kata Naya sambil menutup mulutnya dengan tangannya.


"Sabar sayang, dokter masih membuat rujukan" jawab Randy sambil mengelus punggung Naya


Dokter menyerahkan kertas dan di terima oleh Randy. Tak lama suster datang membawa kursi roda dan membantu Naya ke sebuah ruang praktek "obsgyn". setelah menyampaikan maksud dan tujuan. dokter mempersilahkan Naya naik ke atas ranjang, suster membantu mengangkat seragam yang hanya di pakai khusus istri anggota dan mengoleskan gel di perut naya dilanjutkan dokter menggerakkan alat di atas perut Naya.


"Alhamdulillah Ya Allah" Randy terharu hingga menangis karena senang saat tau istrinya hamil. Naya tak kalah terharu dan juga senang walau ia masih tak percaya akan menjadi ibu secepat ini.


Naya merasa sangat mual, dokter mempersilahkan Naya untuk masuk ke toilet dan Randy menemaninya, memijat tengkuknya berharap Naya merasa lebih baik. Setelah kembali ke ruangan dokter, dokter menyarankan Naya untuk di infus beberapa jam karena Naya muntah cukup banyak di toilet dan kondisinya sangat lemah. Awalnya Naya menolak tapi Randy tak mau mengambil resiko untuk kesehatan Naya juga calon anaknya. Akhirnya Naya menuruti kemauan Randy.


Perwakilan dari kantor sore hari itu menjenguk Naya yang diketahui sementara harus di infus dulu.

__ADS_1


"Sertu Randy, gimana keadaan istri, sudah lebih baik?" tanya wakil komandan. Karena komandan harus menemani tamunya hari itu.


"Sakit apa pak Randy kok sampai pingsan begitu" tanya ibu wadan


"Ijin Dan, ibu.. istri saya tidak sakit, tapi hamil" jawab Randy tersenyum kecil.


"Aduuhhh..selamat ya bu Randy, pak Randy..semoga membawa berkah tersendiri untuk keluarga" kata bu Wadan memberi selamat pada Naya dan Randy.


"Terima kasih bapak,ibu atas doanya,terimakasih atas waktunya sampai menyempatkan waktu kesini" balas Naya tulus.


"Sama sama bu Randy" jawab ibu wadan


Wadan, Randy dan yang lainnya mengobrol dan setelah itu mereka pamit undur diri.Randy kembali ke ruang rawat Naya, Randy bahagia sekali..akhirnya dia akan menjadi papa.


"Aku bahagia sekali dek" Randy mengungkapkan rasa bahagianya. Naya mengangguk,karena ia juga sangat bahagia bisa merasakan indahnya menjadi seorang wanita.


.

__ADS_1


.


__ADS_2