
"Aku bukan yang pertama kamu lihat mas?" Raut wajah Naya sangat kecewa.
"Memang benar, tapi kamu satu satunya wanita yang pertama kali aku titipi calon anak anakku dan hanya kamu. Kamu adalah satu satunya wanita yang jelas kulihat mulai ujung rambut sampai ujung kaki, bahkan letak tailalat di pangkal pahamu akupun tau" Ucapan Randy membuat Naya tertunduk malu, ada seulas senyum nampak dari bibir mungilnya di sela tangisnya. Randy merasa sedikit rasa lega melihat ada senyum di wajah Naya.
"Aku janji, akan kubuktikan kalau aku tidak melakukannya" Randy menggenggam erat tangan Naya. Sebenarnya rasa sakit Naya belumlah hilang, tapi Naya juga masih mau menghargai usaha Randy untuk jujur pada Naya.
Naya beringsut masuk ke pelukan Randy, Naya pun memejamkan mata dan tidur. Tak lama Randy terbangun karena ada gerakan kecil dari perut Naya yang ikut menendangnya. Kecil sekali tapi masih bisa di rasakan oleh Randy. Randy melihat perut Naya, mengelus perutnya dan berbicara
Hai anak papa, apa kamu ikut marah pada papa? maaf ya papa membuatmu dan mama kaget hari ini. Jangan ragukan papa nak! papa menginginkanmu, sangat menyayangimu....juga mama. Sehatlah terus kamu sayang, sampai waktunya kita bertemu. Papa janji tidak akan ada hal seperti ini lagi. Papa sayang kamu
Randy mulai mengantuk dan tidur. Hari ini sungguh hari yang berat juga untuknya.
***
Pagi hari..di Batalyon terjadi keributan karena ada seorang wanita yang ingin menemui Sertu Randy untuk meminta tanggung jawab. Istri Sertu Randy..Naya, juga di panggil ke ruang Komandan.
------
Naya dan Alana duduk berhadapan di ruang tamu komandan. Hawa panas terasa dari ruangan kantor yang banyak bercorak loreng di dalamnya.
Hening sesaat sampai terdengar wanita itu menjawab membuat aura panas semakin terasa
"Benar pak, dia sudah meniduri saya. Ini fotonya" Kata Alana yang melapor pada batalyon. Komandan melihat satu persatu bukti yang dibawa Alana pada ponselnya. Memang sangat membuat ngeri kelakuan mereka..dan mau tidak mau, Komandan harus meluruskan berita yang ada
__ADS_1
"Sertu Randy, apa benar yang di foto ini adalah kamu"
"Siap..benar" Jawab Randy
"Apa benar kamu menidurinya?" tanya Mayor bernama Komar itu lagi
"Siap..tidak" Jawab Randy
"Tapi dalam foto ini, kamu dan Nona Alana menerangkan kalau kamu melakukan hubungan terlarang"
Randy memejamkan mata sesaat sambil menarik napas
"Siap..tidak"
"Siap...sudah" Randy mengatakannya dengan tidak tega pada istrinya.
"Sertu Randy, istrimu sedang hamil. bagaimana ini bisa terjadi, rumor pertama sudah mulai redam..ada lagi yang kedua. Kamu mencoreng nama Batalyon. Liat tubuh istrimu nampak kurus, perutnya semakin membesar..kasihanilah istrimu..jangan main perempuan" Mata Randy berkaca kaca tatkala melihat istrinya yang sedang mengandung. Istrinya duduk tertunduk tanpa suara. Bibirnya mengatup rapat, tapi tubuh gemetarnya mampu di rasakan oleh Randy. Sudah berapa banyak kesalahan yang sudah di buatnya.
"Nona Alana.. apa mungkin ada penyelesaian damai untuk masalah ini, mengingat istri Sertu Randy sedang hamil 6 bulan?"
Naya duduk di sofa, di sebelah suaminya. Tubuhnya di kuatkan..air matanya tak bisa berhenti menetes. Beban yang dia terima sangat berat tapi itu semua harus dia hadapi dengan lapang dada.
Randy mengepalkan kuat jari jarinya, tertunduk menahan air matanya sendiri yang ia tahan agar tidak tumpah. Hatinya seakan tidak siap menangkap reaksi kekecewaan istrinya. Daripada masalah yang ia hadapi saat ini, Randy lebih mencemaskan mental Naya dan anak yang sedang di kandungnya.
__ADS_1
"Saya minta di nikahi Sertu Randy, tidak adil bagi saya karena saya sudah di nodai" Alana mengutarakan keinginannya
Randy tak percaya Alana akan mempermainkannya seperti ini. Ingin dia bicara tapi dalam hal ini Randy tidak bisa sembarang menjawab atau memutuskan. Jika dia gegabah maka hubungannya dengan Naya akan di pertaruhkan.
"Maaf Nona Alana, kalau menikah..itu tidak mungkin karena tentara hanya boleh mempunyai satu istri" Jawab Mayor Komar
"Kalau gitu, ceraikan istrinya..saya juga bisa melahirkan anak untuk dia" Jawab Alana enteng
Naya seperti tertimpa batu besar. Kepalanya sangat berat..tubuh dan kepalanya tersandar perlahan pada bahu Randy dengan lunglai. Randy memeluk istrinya.. ada ribuan rasa bersalah karena menghadapkan istrinya pada masalah rumit ini. terlihat Naya sudah terdiam membisu. Sangat sakit melihat istrinya kini menjadi terpuruk dalam kesedihan. Naya sudah tak sadarkan diri lagi. Selama hamil Naya sering pingsan..hal itu membuat Randy sangat cemas
"Sertu Randy, inilah sebabnya jangan bermain wanita..kalau sudah begini kamu bisa apa? apa kamu tega melihat istrimu seperti ini" Tanpa tahan lagi.. Randy menitikkan air mata. Randy menepuk pipi Naya perlahan..berusaha menyadarkan istrinya. Saat ini, dia hanyalah seorang suami yang inginkan istrinya bahagia, Batinnya tidak kuat melihat Naya yang tidak berdaya. ingin mengulang masa yang lalu untuk mengubur cerita kelam dan tak ingin melakukan kesalahan di masa itu.
"Dek..bangun sayang" Hanya kata itu yang sanggup keluar dari mulut Randy. Kalau saja Alana bukan wanita, pasti sudah di hajarnya habis habisan.
"Kasihan kamu istriku, maafkan aku yang menyebabkanmu seperti ini" Randy memeluk Naya, membiarkan Alana yang cemberut melihatnya
"Randy dulu sayang padaku, memanjakanku.. tapi sekarang aku sangat tidak suka perlakuan Randy pada Naya yang menggantikan posisiku, harusnya Randy kembali padaku. Apa hebatnya Naya, aku sangat jauh di atasnya" batin Alana yang sangat membenci Naya
Komandan menghembuskan napas kasar sambil berpikir solusi apa yang akan di ambil untuk menyelesaikan masalah ini. Melihat istri Randy itu, dia juga tidak tega
.
.
__ADS_1