Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
64. Semangatku


__ADS_3

Naya membungkuk mengangkat keranjang berisi pakaian lumayan besar yang akan di jemurnya di halaman belakang rumah. Randy yang melihatnya segera berjalan cepat mengambil keranjang tersebut.


"Sini mas yang angkat, kenapa nggak dua kali balik sich ingat kandunganmu!"


"Aku kuat mas aku gapapa. Istri tentara khan harus kuat" ucap Naya.


"Iya sayang mas tau, tapi kamu juga harus tau kalau suamimu ini juga mencemaskanmu setiap saat" Randy menjemur semua pakaian di halaman belakang dan Naya hanya melihatnya saja.


"Besok kita ke dokter kandungan ya! Mas ingin tau perkembangan anak kita" ajak Randy


"Iya mas, aku juga penasaran" ucap Naya sambil mengelus perutnya yang sudah terlihat


***


Nama Naya sudah di panggil, Naya dan Randy masuk ke dalam ruangan dokter.


"Selamat siang dok" sapa Naya dan Randy bersamaan


"Selamat siang bu Naya, pak Randy.. waduh malah bablas ini gimana pak Randy" tegur dokter David yang menangani kuretase Naya pada kasus kegugurannya kemarin.


"yaahh.. begitulah dok" Randy menghela napas karena tidak tau harus bicara apa karena pada kenyataannya Randy memang melanggar anjuran dokter.


"Ya sudah kalau begitu kita akan jaga sebaik mungkin karena sudah terlanjur ya!"


"silahkan naik ke ranjang bu" ucap dokter, seorang perawat membantu Naya untuk proses USG.

__ADS_1


Dokter menggerakkan alatnya lalu mengamati perkembangan bayi dalam kandungan Naya.


"Sudah 17 minggu ya pak, bayinya sehat dan lincah. Sejauh ini tidak ada masalah. Mau tau jenis kelaminnya pak?" dokter menoleh pada Randy.


"Biar saja dok, biar menjadi kejutan untuk saya" senyum Randy. Naya menuruti keinginan Randy meskipun ia sangat penasaran dengan jenis kelamin bayinya.


------


Sepanjang perjalanan Randy tersenyum bahagia. Naya menjadi penasaran mengapa suaminya begitu bahagia hari ini padahal mereka masih belum tau jenis kelamin anaknya.


"Mas, kenapa bahagia sekali. Padahal mas minta di rahasiakan. Aku khan penasaran mas"


"Aku tau anakku pasti laki laki" jawab Randy mantap.


"Darimana mas tau, asal bicara mas..mas.." ledek Naya


***


"Anakku rewel nggak Ren?" tanya Randy pada Reno


"Nggak bang, sedari tadi main denganku. Aku lelah bang menanggapi ocehannya, mirip bundanya yang galak" jawab Reno


"Jadi bundanya galak???" tanya Velly yang sedang menggendong Vernan di pintu ruang tengah


"Ini sayang.. maksudku cantiknya ini lho" elak Reno yang dag dig dug melihat Velly yang melotot menatapnya.

__ADS_1


"Aahh.. nggak beib.. katanya bundanya galak, gemuk, bawel lagi" Randy sengaja memanasi suasana


"Malam ini mas bobok sama nyamuk aja di luar" Velly masuk kamar dan menutup rapat pintunya


"Yaaahh bang.. alamat cobra jadi cacing" Reno mengeluh lesu membuat Randy tertawa geli.


***


"Dampak kerusuhan semakin melebar, jadi kita akan berangkatkan pasukan ke daerah konflik. Semua pasukan siap siaga untuk berangkat secepatnya" Arahan Komandan


Randy dan Reno saling menatap. Antara siap dan tidak siap. Tapi janji pada negara harus mereka penuhi. Biarlah anak istri mereka menunggu dengan do'a. Para prajurit menjaga kedamaian negeri ini.


------


"Semoga tidak akan terjadi apapun selama kita di medan tugas" ucap Randy


"Aamiin.. iya bang. Sekarang aku mulai merasakan cemasnya meninggalkan anak istri" Reno duduk lemas.


"Sudahlah Ren, mereka pasti paham dan mengerti resiko menjadi istri seorang prajurit" Randy menepuk bahu Reno


Kali ini perasaanku tidak enak bang, sejak ada berita konflik ini perasaanku tidak menentu. Semoga kita pulang dan pergi selalu dalam lindungan Tuhan.


.


.

__ADS_1


Mohon maaf ya para pembaca setiaku. Author kurang memperhatikan bagian bab yang seharusnya sudah up😩🙏🙏


__ADS_2