Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
62. So Beautiful


__ADS_3

Mahasiwa kembali ke kampusnya.dalam truk, para mahasiswa bernyanyi riang. Sepanjang perjalanan Siska seolah mengawasi Randy yang duduk di pinggir truk, Siska masih sedikit berharap bisa dekat dengan Randy atau paling tidak.. Reno


Setelah tiba di kampus, Reno melihat mata Siska yang memperhatikan Randy


"Daripada terjadi hal yang tidak di inginkan, aku selesaikan sekarang juga"


"Hmm Siska.. pandanganmu itu terlalu berlebihan" Reno menegur Siska


"Apanya pelatih?" tanya Siska tidak mengerti


"Jangan melihat pelatih Randy lagi" ucap Reno


"Pelatih Randy khan tidak punya pacar" jawab Siska


"Iya benar tidak punya, karena pelatih favoritmu itu sudah punya anak dan istri"


"Aahh.. pelatih Reno bohong.. mana mungkin" Siska tidak percaya


"Saya tidak bohong Siska, karena pelatih Randy itu juga kakak ipar saya" Jawab Reno serius. Siska tampak berpikir keras. Ada rasa kesal karena ternyata Randy sudah punya istri dan anak


"Baiklah pelatih.. saya titip ini saja" Siska mencari cari sesuatu dan menemukannya kemudian di serahkan pada Reno


"Ini pelatih, ini pakaian pelatih Randy yang waktu itu sempat saya pakai. Saya sudah mencucinya" Siska menyerahkan bungkusan pada Reno


"Baiklah saya terima, jadilah gadis yang baik" Reno menerimanya dan meninggalkan Siska sendiri disana.


Siska baru menyadari ternyata kedua pelatihnya itu telah menikah. Siska tertegun melihat Randy dan Reno bergantian.

__ADS_1


"Sebenarnya pelatih ganteng bukan hanya Randy dan Reno saja kalau kau melihatnya dengan jeli dek" Jhon membuyarkan lamunan Siska. Siska tersenyum tertunduk malu


***


"Assalamualaikum" Sapa Randy saat memasuki rumahnya


"Waalaikumsalam, sayang.. papa pulang" Ajak Naya melihat Randy yang sudah dirumah. Yara berlari menghentakkan kaki sambil mengulurkan tangan meminta papanya untuk menggendongnya. Setelah bersalaman Randy menggendong putri kecilnya karena sangat rindu.


"Anak papa nakal tidak...hmm... nakal tidak?" Randy mencium gemas pipi putrinya berulang kali hingga Yara terlihat kegelian dan ingin turun dari gendongan papanya.


"Anak papa pintar kok" Jawab Naya


"Bagaimana mama dan anak papa disini" Randy mengelus perut Naya


"Aku dan anakmu sangat sehat mas" jawab Naya


"Tidak begitu parah mas, sudah lebih baik" Naya meyakinkan Randy walau terkadang mual masih mederanya begitu kuat.


***


Sejak kehamilan Naya ini, Randy merasa kecantikan Naya semakin terpancar, mungkin karena hormon kehamilannya.


Naya tidur nyenyak sekali. Randy menarik selimut Naya sampai batas dada. Istri yang selalu dia rindukan.


K**amu selalu cantik Nay, cantik dalam mataku juga dalam hatiku


***

__ADS_1


Pagi hari Naya sudah selesai mandi lalu ia memoles tipis bedak dan sedikit lipstick di bibirnya


"Jangan berlebihan sayang" Randy tidak begitu senang istrinya berlebihan dalam hal berdandan


"Ini khan tipis sekali mas" jawab Naya


"Tunjukan semua itu hanya padaku saja" manja Randy pada Naya sambil memeluk Naya dari belakang.


"Iya mas, mas ini kenapa? tidak biasanya begini?" tanya Naya


"Nggak tau sayang, hanya ingin menempel seperti ini saja" Naya tertawa geli melihat suaminya


"Mas demam?" tiba tiba Naya tersadar dan menyentuh kening Randy.


"Hanya pusing saja dan....mual dek" Randy berlari ke kamar mandi dan mulai muntah hingga terasa lemas


Aduuuhh..begini lagi, tapi biarlah yang penting anak dan istriku sehat selalu


"Mas mual?" tanya Naya yang melihat Randy sudah duduk bersandar di meja makan sambil memijat keningnya


"Iya sayang.. mas lagi yang mual nih, ampun dah rasanya" Randy kembali masuk ke kamar mandi dan muntah lagi


"Sabar ya mas, anak mas ini semua sangat suka menggoda papanya"


Randy hanya mengangguk tak sanggup menjawab lagi.


.

__ADS_1


.


__ADS_2