Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
42. Galau


__ADS_3

"Bang, bangun bang jangan tidur disini" Jhon membangunkan 'abangnya' yang tertidur bersandar pada bilik kamar.


"Iya Jhon..terima kasih sudah membangunkanku, ini pasti sudah malam" Randy berdiri dan melangkah menuju sumur untuk mandi.


Sekembalinya Randy dari kegiatan mandinya nampak Niari keluar dari dalam rumah setelah meletakan singkong goreng pada meja ruang tamu


"Abang baru mandi malam malam begini" tanya Niari


"Hmm..iya Ri" jawab Randy singkat berjalan menuju kamar


"Abang mau Riri buatkan kopi?" tanya Niari lembut


"Tidak, terima kasih. ini sudah malam. Disini semuanya pria..tidak baik kamu ada disini. pulanglah!!" Titah Randy pada Niari


"Iya bang, ya sudah, aku pulang" Niari berjalan dalam gelap malam, Randy melihatnya. gadis itu pulang di malam sendirian. ia merasa tidak tega hanya rasa laki laki yang punya otak untuk tidak membiarkan perempuan sendirian walaupun jarak rumah Niari dan rumah yang dktempati Randy hanya berjarak 500 meter.


"Aku antar.." Randy mengikuti Niari dengan setengah berlari mengikuti langkah Niari. Niari tersenyum tipis


----


"Terima kasih bang. abang duduklah disini. sebentar lagi bapak pulang" Niari menunjuk bangku di ruang tamu


"Jadi bapakmu tidak ada? kenapa tidak bilang" Randy beranjak dari duduknya untuk melangkah pergi dari dari ruang tamu.


"Pak Randy..apa sudah lama?" Tanya Pak Nialu yang tiba tiba datang.


"Saya baru akan kembali ke rumah atas karena bapak tidak ada" Jawab Randy jujur.


"Duduklah sebentar saja, saya baru pulang dari membuat minuman ini, ini khas disini. Ayo di coba dulu..Niari..ambilkan gelas buat pak Randy" Ajak Pak Nialu juga menyuruh Nialu mengambilkan gelas. Setelah Nialu kembali. ia masuk ke kamar membiarkan Bapaknya dan Randy mengobrol berdua di ruang tamu


"Ini keras sekali pak" Kata Randy setelah meminum minuman tersebut


"Mungkin pak Randy belum terbiasa, itu minuman khas kami" Pak Nialu menjelaskan


"Saya cukup ini saja pak, badan saya langsung meriang, perut panas" Kata Randy yang sedikit mual sambil memijat tengkuknya

__ADS_1


Karena merasa pusing Randy mulai mual dan berlari muntah di kebun rumah pak Nialu. Jalan pun menjadi tak terarah. Pak Nialu panik dan menuntun Randy beralih memapah Randy untuk di tidurkan di bale panjang ruang tengah.


"Niari..Niari..tolong buatkan teh hangat untuk pak Randy, sepertinya pak Randy tidak tahan dengan minuman itu ( sambil menunjuk minuman yang di bawanya tadi )" Niari yang ada di dalam kamar segera berlari membuat teh hangat di dapur


"Kenapa bapak memberinya minuman itu? kalau tidak biasa orang bisa menjadi seperti ini" omel Niari pada bapaknya sambil meminumkan teh yang di buatnya sekembalinya dari dapur


"Iya maaf, bapak tidak tau" Nialu ikut panik.


Baju Randy sangat basah oleh keringat. Nialu membantu Randy melepas baju atasnya lalu meninggalkan Randy yang tertidur. Niari melihat Randy yang tidur tidak memakai bajunya segera menutupnya dengan selimut. takut akan ada serangga yang menggigit tubuh Randy


"Naya..sayang..mas kangen kamu..kangen Yara" Randy mengigau dalam tidurnya


"Abang pasti merindukan kakak. sini aku peluk sebentar biar tidurmu nyenyak" lirih Niari sambil memeluk Randy


***


"Ada yang tau kemana Randy? sampai pagi dia tidak kembali" Tanya pak Doni


"Tidak ada yang tau bang" Jawab mereka serempak


"Aku akan mencarinya ke rumah pak Nialu" Reno pergi berjalan secepat mungkin. kemarin malam dia patroli hingga tidak tau apa yang terjadi. Sesampainya di rumah, hanya di lihatnya pak Nialu sedang menata kayu kering di samping rumah.


"Pak, apa bang Randy ada disini?" tanya Reno


"Iya, dia sedang tidur dengan Niari di ruang tengah" Jawab Pak Nialu tanpa rasa bersalah.


"Apa???????" Wajah Reno berubah menjadi geram. Reno berlari masuk tanpa di persilahkan tuan rumahnya.


-----


"Abang... b******n kau bang. apa abang tidak memikirkan Naya?" Teriak Reno sambil membuang selimut yang menutup tubuh Randy dan Niari yang hanya memakai daster rumahan.


Randy sangat kaget sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. Di kumpulkan nyawanya agar bisa mencerna apa yang terjadi. Setelah sadar dan membuka mata, Randy melihat wajah Reno yang sangat merah menahan marah.


"Ada apa Ren?" Tanya Randy

__ADS_1


"Lihat bagaimana perbuatanmu ini bang" bentak Reno.


Randy menoleh pada Niari yang sangat ketakutan dan menggamit lengannya, juga wajah Pak Nialu yang tampak bingung.


"Astagfirullah..Ren..ini salah paham..ini tidak sepeti yang kamu lihat Ren" Seru Randy panik melepaskan tangan Niari kasar. matanya mencari cari pakaiannya. Randy mengejar Reno yang berlalu pergi setelah menendang bangku hingga terpental.


-----


"Jaga kelakuanmu bang, bagaimana jika Naya tau hal ini. ingat Yara. Kau ini..kalau tidak ingat abang ini adalah iparku, aku benar benar sudah membunuhmu bang" Kata Reno penuh emosi sambil menancapkan sangkur pada pohon di belakang Randy


"Tancapkan saja sangkur itu padaku Ren kalau itu bisa membuatmu percaya, ini salah paham..aku tidak melakukan apapun..juga tidak menyentuhnya. aku hanya mabok semalam" Randy mencoba menjelaskan


"Hanya mabok katamu??" Reno bersiap menghajar Randy sampai pak Nialu dan Niari datang


"Tunggu..biar saya yang jelaskan" Cegah pak Nialu pada Reno


----


"Kemarin pak Randy mengantar Niari pulang. saya memberi pak Randy minuman ini ( menunjukan yang di bawanya )


. Pak Randy mungkin tidak kuat, Pak Randy pusing dan muntah. lalu saya tidurkan di rumah. Niari hanya menemani pak Randy tidur" Jelas pak Nialu


Reno yang ingin memukul Randy segera di halangi pak Doni


"Disitulah masalahnya pak, jika bukan suami istri tidak boleh tidur bersama dan memeluk seperti tadi"


"Tapi saya hanya memeluknya, tidak meminta yang lain" bela Niari yang tidak paham. Randy hanya bisa terduduk memijit pangkal hidungny. sampai akhirnya


"Itu salah Niari. itu sama saja aku membohongi istriku. Cukup ini saja Niari..tolong jangan melakukan hal yang menimbulkan salah paham lagi"


----


Randy duduk termenung di halaman belakang bersandar pada bilik rumah. Ada sesal yang dirasakannya, tapi ini di luar kemauannya. Reno juga belum mau bicara dengannya. Hatinya sangat gelisah memikirkan Naya hingga hari ini sama sekali dia belum menghubungi istrinya


.

__ADS_1


.


__ADS_2