
"Berapa usia kandunganmu dek?" Reno memberanikan untuk memperkirakan seauatu
"34 minggu Ren" Randy yang menjawab dengan sedih
"Sudahlah bang, walaupun belum saatnya, biarkan Naya melahirkan sekarang..lihat bang ketubannya sudah merembes, apa abang lupa" Reno berujar lirih sambil mengusap kening Naya
Randy melotot kaget, hatinya tidak siap tapi istrinya juga sudah seperti itu tidak mungkin untuk menunggu lebih lama
"Ya Tuhan Ren, aku tidak siap"
"Bang, aku belajar kesehatan walaupun mungkin tidak mumpuni. ayo kita tolong Naya" Reno mengusulkan hal ini karena dia pernah sedikit belajar kesehatan lapangan.
"Ayo bang, apa kau mau anakmu lahir langsung teriak kesal padamu??" Teriakan Reno mengagetkan Randy dan menambah mulas pada perut Naya.
"Apa kamu sudah gila Ren? Ini tidak steril?" Randy menatap tajam mata Reno
" Abang akan benar - benar menjadi gila kalau terjadi sesuatu pada mereka bang! Kita harus yakin semua baik - baik saja" Reno mulai geram pada Randy
"B******k, kenapa aku di hadapkan pada situasi ini" Randy jadi mengumpat kesal, dia sangat frustrasi sambil memakai sarung tangan steril. akhirnya mereka berdua menolong Naya
Petugas medis menunggu di luar tenda berjaga seandainya dua lekaki di dalam sana membutuhkan mereka. Membantu menyiapkan air panas dengan perlengkapan yang mereka bawa.
Randy memakaikan kain untuk menutup bagian bawah tubuh Naya. Tangannya gemetar hatinya di kuatkan untuk melihat di bawah sana, darah dan cairan yang bercampur membuatnya sedikit pusing.
__ADS_1
Reno membantu memberi aba aba jika Naya mulai melemah. tak lupa menyiapkan inhaler untuk Naya
"Mas, dadaku sangat sesak..perutku seakan di tekan sangat kuat" Naya mulai gelagapan dan mengejang. Randy segera memasang selang oksigen yang tadi di bawa team medis dari satuan kesehatan. Setelah agak tenang Naya meminta Randy memeluknya.
"Aku sangat takut mas" lirih Naya di pelukan Randy.
"Mas akan berusaha menolongmu, jangan cemas lagi"
Matahari sudah menampakkan sinarnya tapi belum ada kemajuan untuk Naya.
Randy memang seorang tentara tapi dia juga manusia. ketika melihat istrinya kesakitan seperti ini rasa tidak tega dan bersalah bercampur menjadi satu. Jiwa lelakinya terusik untuk menggunakan perasaannya yang dalam. Ada penyesalan mengapa tadi ia membentaknya dan berkata seperti itu, tapi sungguh bukan itu maksudnya.
Di sela napas dan rasa sakit yang teramat sangat..Naya melihat wajah nanar suaminya dengan tatapan pilu ke arahnya. Naya mengambil tangan suaminya dan mencium punggung tangan suaminya
Kamu tau sayang..perjuanganmu ini sangat menyayat hatiku. Inikah perasaan seorang suami yang akan menyandang status baru dengan pertaruhan nyawa seorang istri. Aku ihhlaskan kamu memperjuangkan anak kita sayang.
Randy beringsut lemas.. dipeluknya tubuh istrinya, menangis mendekapnya erat. Hanya rasa sangat kecil berhadapan dengan semua ini. Perasaan takut kehilangan menyeruak membanting keras jiwanya.
"Aku minta maaf membuatmu seperti ini. sungguh bukan maksudku seperti itu sayang. tidak ada yang lain, aku hanya mencintaimu. aku hanya tidak ingin pikiranku terpecah karena terus mengkhawatirkanmu setidaknya jika kamu bersama warga yang lain, kamu tidak merasa kesepian dan pasti akan turut menjagamu. jantungku seakan berhenti tiap memikirkan hal yang bisa saja setiap saat mengancammu seperti ini.....
aku ikhlaskan kamu berjuang sayang"
Reno menepuk bahu Randy dia seakan turut merasakan apa yang dirasakan seniornya itu.
__ADS_1
"Aahh..maass perutku sakit sekali..aku tidak tahan sakitnya mas" Naya berteriak kesakitan.
-----
"Kamu remas atau gigit saja tanganku, kalau kamu berteriak akan semakin membuatmu lelah" Randy mengusap kening Naya
Naya meraih tangan Randy dan mencengkeram sangat kuat. Randy meringis menahan sakit, dia biarkan semua itu asalkan istrinya merasa lebih tenang
Reno hanya bisa mengusap perut Naya tanpa tau harus mengatakan apa. Dia sangat tersentuh melihat Randy dan Naya
"Cek lagi bang, sudah ada peningkatan apa belum. sejak tadi aku melongo memperhatikan kalian. apa harus aku yang melihat kebawah"
"Tidak..tidak..kamu gantikan aku disini, aku cek sendiri" Reno beralih kebawah dan membuka kain bawah Naya untuk mengintip. Dia sedikit menggigit bibir bawahnya memejamkan mata sesaat dan menarik napas. Randy panik saat Naya tiba tiba mengejan
"Mas, aku tidak mendorongnya tapi rasanya di perutku seperti ada yang mau keluar sendiri"
"Sayang..ini kepala inces sudah terlihat. tekan sekali lagi sayang" Randy memberi semangat pada istrinya
Naya mengejan tapi dia sudah tidak kuat lagi dan yang terjadi adalah Asmanya semakin menguasai di saat yang tidak tepat. Reno menyuntikan obat pada Naya kemudian membantu sedikit mendorong perut Naya karena Naya sudah tidak kuat lagi. Randy tau kepala bayinya tersendat di 'pintu', harapan satu satunya adalah istrinya mengejan sebelum ia benar benar memutuskan episiotomi untuk istrinya. Randy menunduk lemah pada lengannya menahan sakitnya perasaannya, Randy berusaha menyadarkan Naya lagi
"Sayang..sekali lagi yang kuat ya, kasihan anak kita"
Ditengah kesadaran Naya yang mulai hilang. Naya teringat untuk memperjuangkan anaknya. Sekuat tenaga Naya mengejan menguras energinya, air ketuban pecah menyembur mengenai seragam Randy membuatnya terkejut setengah mati dan.....
__ADS_1
"Welcome to the world baby inces "