
Randy dan Reno pergi ke Batalyon untuk melapor tentang kondisi Randy. Ada rasa haru saat Randy mengenakan lagi seragam yang di berikan Reno padanya. Komandan sangat senang atas kembalinya seorang prajurit pilihan.
Ponsel Reno berdering
"Mas, cepat ke RST.. mbak Naya mau melahirkan" ucap Velly
"Haahh.. Ya ampun. Iya aku kesana" Reno menutup panggilan teleponnya. Komandan sempat mendengarnya. Randy sudah berkaca kaca, perasaannya bercampur aduk mendengar istrinya yang akan melahirkan.
"Sertu Randy silahkan temani istrimu, dan Serda Reno silahkan mendampingi" titah Komandan
"Siap Komandan. Terima kasih" ucap Randy dan Reno bersamaan
***
Randy dan Reno berseragam lengkap berlari di koridor rumah sakit. Tanpa sengaja Randy menabrak brankar. Fahira akan melahirkan
"Bang Ahmad, aku mau melahirkan anakmu" Fahira menangis meraih tangan Randy. Randy menggenggam tangan Fahira
"Kamu tidak bisa memaksakan takdir. Aku bukan suamimu. Aku Randy.. aku sudah memiliki anak dan istri. Istriku juga sedang berjuang sama sepertimu" Randy mengusap kening Fahira
"Tapi aku mencintaimu bang" isak tangis Fahira membuat Randy tidak tega.
"Sayangmu hanya pelarian saja. Terimalah takdir ini demi anakmu" ucap Randy
__ADS_1
"Sus.. tolong bantu dia" Randy menenangkan dulu perasaannya.
"Sudah bang" Reno menepuk bahu Randy mengerti perasaan abangnya
-------
Randy mendengar Naya mengerang kesakitan. Rintihannya menyayat hati Randy. Randy bersandar pada tembok memejamkan mata tak kuat mendengarnya. Tak bisa diungkapkan perasaan hati Randy yang hancur berkeping melihat istrinya di dalam sana dari balik pintu ruang bersalin. Luka di tubuh masih bisa di obati, namun rasa bersalah dan luka di hati sangat sulit untuk di obati. Mungkin begitulah perasaan Randy saat ini
----
"Mana mas Randy Vell" tanya Naya berulang ulang. Selang oksigen terpasang kuat menopang napasnya.
"Mas Randy.. ( nafas Naya tersendat, dan Naya meremas kuat sisi ranjang ). Aku tidak mau anakmu mas, Aku mau kamu!!!!" teriak Naya mulai putus asa.
"Mas, lihatlah mbak Naya. Bagaimana ponakan kita?" Reno mencium kening Velly
"Bang Randy akan menemaninya" ucap Reno. Velly menatap bingung perkataan Reno.
tap..tap..tap..tap
Suara langkah kaki perlahan memasuki ruang bersalin. Velly takjub melihat pemandangan di hadapannya. Tangisnya pecah memeluk erat Reno suaminya. Randy mengusap pipi Velly sekilas lalu berjalan pada Naya
"Hai boy, papa sudah pulang. Ayo kita main bola. Jangan susahkan mama sayang" suara berat Randy membuka mata Naya
__ADS_1
"Jangan marah pada anak kita sayang. Jangan pernah katakan tidak mencintai anak anak kita. Aku membuatnya dengan susah payah. Salahkan papanya saja. Maaf aku membuatmu bersedih" Randy memeluk Naya. Kerinduan Randy terbayarkan melihat istrinya.
"Ini benar kamu mas. Kamu pulang?" tanya Naya susah payah karena kontraksi timbul tenggelam begitu cepat
"Iya sayang aku pulang. Aku akan selalu ada demi kamu dan buah hatiku" Randy mencium mesra bibir Naya yang begitu di rindukan. Sesaat kemudian Naya merasakan lagi dorongan yang sangat kuat. Reno dan Velly keluar dari ruang bersalin. Dokter dan para bidan membantu proses kelahiran Naya.
Di sebelah Naya, Fahira juga berjuang sekuat tenaga. Fahira sangat sedih melihat perlakuan Randy pada Naya di balik gordennya pasalnya Randy tak pernah memperlakukannya seperti itu, dan sekali saja menciumnya penuh perasaan dan hampir khilaf, itupun saat membutuhkan 'obat' darinya.
Ibu Fahira telah tiba dan melihat sosok Randy yang berseragam. Ibu Fahira tidak bisa mengatakan apapun karena ia dan keluarganya memang bersalah membiarkan Fahira tinggal bersama lelaki yang bahkan bukan suaminya yang sah. Ibu Fahira berlalu dalam tatapan tajam Randy yang penuh amarah memuncak dalam dada mengingat kisahnya bersama Fahira dalam ketidak sadarannya.
"Dorong lagi bu Naya, sedikit lagi" Dokter memandu Naya. Dokter mengalihkan amarah Randy
"Ayo sayang, sedikit lagi" Randy memberi semangat sambil sedikit mengintip ke arah bawah Naya, sudah banyak darah dan terlihat kepala bayinya. Randy gugup menggigit bibirnya. Di aturnya nafas agar tidak gemetar lagi. Naya hampir hilang kesadaran, Randy menggenggam erat tangan Naya. Naya mengejan sangat kuat.
Terdengar teriakan Fahira, tak lama bayi Fahira sudah lebih dulu lahir. Randy memejamkan mata, sejujurnya Randy sangat lemas dan seakan tidak sanggup melihat hal ini lagi pada Naya, perasaannya tidak tega.
"Berjuanglah sekali lagi sayang, aku tidak akan memintamu melahirkan anakku lagi. Sudah cukup ini menyiksaku" Randy terisak memeluk Naya, Terakhir kali itu Naya mengejan lagi.. Naya tak merasakan apapun lagi. Dokter menerima bayi yang menangis kencang lalu di serahkan pada bidan.
Randy merasakan tangan Naya yang melepas genggamannya. Detak jantungnya sangat lemah. Randy begitu syok melihat Naya yang tidak sadar setelah kelahiran bayi mereka. Randy terdiam dan mundur perlahan. Jantungnya hampir terlepas karena panik. Randy mematung membiarkan dokter memeriksa kondisi Naya.
.
.
__ADS_1