Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
70. Menyadarkan


__ADS_3

"Bos.. kita harus kirim ikan pada yang lain. Ayo jalan!!" ajak anak buahnya


"Ayo!!" Lelaki itu berjalan pergi meninggalkan Reno dan yang lain


"Tunggu.. apa abang tidak mengenaliku" Reno menghentikan langkah pria itu


"Aku tidak ada urusan denganmu" ucap pria itu pada Reno.


"Baiklah.. mungkin kita bisa bekerja sama lain kali. Saya Reno" Reno mengulurkan tangan.


"Ahmad" jawab pria itu sambil membalas uluran tangannya lalu pergi. Reno hanya bisa menatap 'Ahmad' yang meninggalkan mereka dengan kapalnya


"Selidiki Ahmad dengan segera dan berikan hasilnya padaku secepat mungkin" ucap Reno pada kedua bujangan di samping kanan dan kirinya.


"Aku yakin itu kamu bang Randy, kumismu tak akan membuatku lupa akan wajahmu. Apalagi sosokmu itu" batin Reno dalam hati


***


Naya meminum susu hamilnya. Keadaannya mulai lebih tenang dari saat mendengar kabar hilangnya Randy. Usia kandungannya sudah 8 bulan. Semakin sulit untuknya bergerak.


Reno memperhatikan Naya yang berdiri perlahan menahan punggungnya. Rasa iba meliputi perasaannya melihat wanita yang dulu pernah sempat mengisi hatinya.


"Jika benar itu bang Randy suamimu. Aku berjanji akan membawanya kembali padamu Nay"


***


"Bagaimana??" Tanya Reno pada kedua bujangan di sampingnya

__ADS_1


"Dia Ahmad, menantu pak Sikin dari warga perbatasan pulau seberang. Juragan kaya, juga bandar Narkoba bang. Tapi orang merasa janggal karena rupa menantu pak Sikin tampak berbeda" Adi menjelaskan


"Mungkin memang itu benar bang Randy, tidak mungkin ada orang yang begitu mirip. Hanya saja badannya sedikit lebih kurus" Jhon menambahkan. Jhon terus menceritakan apa yang di dengarnya bersama Adi.


"Bantu aku terus memantaunya, kalian lihat khan keadaan istri bang Randy. Bang Randy harus kembali pada dirinya yang dulu. Dia harus ingat lagi pada anak dan istrinya" tegas Reno


"Siap bang" ucap Jhon dan Adi. Mereka pun melanjutkan acara bakar ikan di Batalyon.


***


Kapal Ahmad bersandar, tapi kali ini ada yang berbeda, seorang wanita bergelayut manja di lengan Ahmad. Menurut kabar dia adalah Fahira istri Ahmad. Fahira sedang hamil besar .


"Abang bisa menungguku atau tidak, aku sulit berjalan" rengek Fahira


"Aku khan sudah bilang kamu di rumah saja, Jangan mengikutiku! Aku takut melihat perut besarmu" jawab Ahmad. Fahira kesal dan berjalan kencang hingga perutnya nyeri. Ahmad memegangi kepalanya karena merasa ada sesuatu


"Jangan terlalu kencang jalannya, aku sungguh takut"


"Aku tidak peduli, kamu tidak seperti Ahmad yang kukenal" jawab Fahira sambil terus berjalan.


"Fahira.. Ahmad sangat khawatir dengan kehamilanmu. jangan merajuk lagi" bujuk ibunya.


"Minum ini Ahmad, sakit kepalamu akan hilang" pak Sikin memberi Ahmad sebutir obat dan Ahmad segera meminumnya.


Reno semakin yakin kalau itu adalah benar Randy yang ia kenal, pasalnya Randy sangat trauma dengan kehamilan Naya.


Fahira terus berjalan ke sebuah pasar di samping pasar ikan. Ia membeli banyak kebutuhan lalu meminta anak buahnya membawa semua barang.

__ADS_1


Reno dan pasukan yang menyamar disana membuntuti perdagangan ikan yang ternyata itu adalah pasokan narkotika dari luar negeri melalui jalur laut.


Reno menyergap Sikin dan anak buahnya. Hal tersebut mendapat perlawanan dari Ahmad yang memang di ketahui bahwa Randy memang prajurit yang tangguh. Fahira pun kembali dan terkejut melihat perkelahian itu. Fahira mulai berteriak histeris hingga mau pingsan.


Ahmad menolongnya, tapi melihat Fahira membuatnya teringat sesuatu yang dia sangat sulit mengingatnya


"Kamu ingat apa bang? apa kamu pernah mengalami hal ini? Sadarlah dan berusahalah ingat dirimu yang sebenarnya" pertanyaan Reno membuat kepala Ahmad sangat sakit hingga Ahmad jatuh tersungkur.


"Kalian semua pedagang ilegal, sekarang kami serahkan semua ke pihak yang berwajib. Ahmad akan saya bawa karena dia berada di bawah perlindungan kami dan kami sangat tau dia bukanlah Ahmad" ucap Jhon tegas


"Jangan bawa dia, anakku akan mati kalau kau membawanya" geram ayah Fahira


"Kau memanfaatkan dia demi putrimu??? Kau tau.. istrinya juga menunggunya dan hampir mati" bentak Reno


"Baiklah.. bawa dia, tapi tanpaku dia tidak akan hidup" pak Sikin tertawa licik


Anggota kepolisian membawa Sikin dan yang lain. Sedangkan Reno dan yang lain membawa Randy ke rumah sakit


***


"Astagfirullah.. ini sungguh Sertu Randy??" ucap Komandan tidak percaya


"Benar pak, Sertu Randy selamat. tapi ada masalah besar. Sertu Randy hilang ingatan dan pengonsumsi aktif Narkoba" Komandan kaget tapi terus berusaha mencari jalan keluar, sedangakan Reno seketika duduk lemas.


"Apa yang harus kukatakan lagi pada Naya. Sungguh kasihan kamu Nay".


.

__ADS_1


.


__ADS_2