Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
41. Rindu


__ADS_3

Naya selesai menidurkan Yara, dia duduk bersandar pada tempat tidurnya. Di lihatnya ponsel belum ada pesan dari suaminya. Naya beranjak ke dapur untuk minum obat pusing dan asam lambung. Obat itu di minumnya setiap hari tapi tak juga reda. Pikirannya yang kacau membuat sakit kepalanya bertambah parah.


----


"Bang..mau sampai kapan abang panjat pohon itu, angin kencang mengaburkan sinyal" Reno menegur Randy yang sedang duduk di dahan pohon berharap ada sinyal.


"Aku tadi mengabari Velly saat di pasar, dia sudah tenang" Reno yang lebih pintar membuat Randy sangat menyesali kebodohannya yang lupa mengabari Naya.


"Tolong bilang pada Velly untuk mengabari istriku juga donk" Randy memberi ide


"Pakai apa bang? teriak sampai urat lehermu putus? tidak ada sinyal disini!?" Reno menanggapi kebodohan Randy. Randy hanya bisa mendengus kesal dan turun dari pohon.


***


"Ada apa nak? kenapa kamu bisa sakit?" Tanya Nialu pada putrinya


"Tidak ada pak!" Jawab Niari sambil menaikan selimutnya


"Apa karena bapak tentara dari kota itu?" Sebenarnya Nialu melihat ekor mata putrinya beberapa hari ini yang selalu menatap Randy dengan pandangan yang berbeda.


"Tidak pak, biasa saja. ini hanya masuk angin" Niari menghindari pembicaraan itu.


"Bapak akan bicara padanya" Nialu tak ingin putri kesayangannya bersedih. Niari hanya menanggapi ucapan bapaknya dengan senyumnya yang manis.


***


Di dapur tempat para anggota sedang memasak kambing yang di peroleh mereka dari hasil berburu. Nialu mengunjungi mereka, tepatnya ia mencari seseorang disana


"Pak Randy..ternyata disini, apa bisa nanti Pak Randy menengok Niari..dia sedang sakit!" Pak Nialu mengucapkan hal itu dan membuat Randy sangat bingung.


"Hanya saya pak?" tanya Randy memastikan keraguannya


"Hahaha..iya pak..tentu saja..Niari hanya mencari bapak saja" Niari mengucapkannya di depan anggota yang lain membuat wajah mereka juga berubah menjadi seribu tanya.


Reno juga bertanya tanya dalam hati melihat pak Nialu berbicara "Aneh..perasaanku jadi tidak enak"


deeg

__ADS_1


"Baiklah pak, akan saya temui nanti" Randy menyanggupi


***


tok..tok..tok..


Randy mengetuk pintu kamar dan masuk setelah diijinkan oleh sang pemilik kamar


"Maaf saya masuk. ada apa ya ri" Tanya Randy msih dalam kebingungan


"Tidak ada apa apa bang, hanya ingin abang menemaniku saja" Jawab Niari sambil meraih tangan Randy


"abang???panggilan yang berbeda. apa maksudnya" batin Randy sambil menarik tangannya dari genggaman Niary


"Apa maksudmu Ri? Randy masih sangat kebingungan dengan situasi ini


"Kenapa wajah abang bingung begitu? apa abang tidak menyukaiku?" tanya Niari polos


"Astagfirullah..maaf saya jadi salah paham. ini suka dalam hal apa?" terkejutnya Randy mendengar ucapan Niari


"Tidak bisa Ri, saya sudah punya anak dan istri" Randy berjalan pergi meninggalkan kamar Niari


"Tunggu bang, aku tidak masalah. aku tidak akan membuat keributan dengan kakak ( Naya ).. sungguh" Niari berlari mendekati Randy dan memeluk tubuh Randy dari belakang.


Randy berbalik dan melepaskan pelukan Niari "Tidak bisa, kamu masih cantik Niari, aku sangat mencintai istriku. carilah kebahagiaanmu, tapi bukan denganku"


"Tapi aku mau abang, aku bisa memberimu anak, tanah, kebun, semua yang abang mau, lagi pula disini tidak masalah punya istri dua atau tiga. aku tidak akan iri dengan kakak" Sambung Niari


Randy mulai paham tentang adat yang biasa di jalani oleh Niari. Bagi Niari tidak ada yang salah dengan semua itu, tapi baginya ini adalah ancaman yang sangat menghancurkan. Randy mendudukan Niari pada sebuah kursi di dalam kamar, Randy pun berjongkok.


"Ri..adat kita berbeda. saya hanya akan punya satu istri. kalau kamu kuat menjalaninya hanya karena terbiasa, tapi tidak untuk istri saya. Saya tidak ingin mengkhianati anak dan istri saya" Randy bangkit dan meninggalkan Niari di dalam kamar


***


📲----


👨 : Assalamualaikum..apa kabar sayang?

__ADS_1


👩 : Waalaikumsalam mas. aku dan Yara baik baik saja


👨 : Bagaimana keadaanmu hari ini? bagaimana sakit kepalamu


👩 : Aku sehat mas, baru saja minum obat


👨 : Jangan terlalu sering minum obat tanpa tau sakitnya. Periksalah ke dokter. ajak Velly agar bisa menemanimu"


Percakapan Naya dan Randy saat itu panjang sekali. hingga telinga terasa sangat panas. "Aku sayang kamu Nay, aku pastikan tak akan mengkhianatimu, aku sangat merindukanmu Nay..amat sangat" Randy menatap foto kontak Naya ponselnya yang selalu ada foto mereka.


***


"Saya mohon bantuannya pak, saya tidak mau ada masalah kedepannya" Randy meminta tolong pada kepala teamnya untuk menyelesaikan masalah ini


"Baiklah..ayo kita ke tempat pak Nialu sekarang" Ajak Pak Doni


***


"Apa benar tidak bisa pak, kami tidak masalah kok dengan istri pak Randy" Jawab Pak Nialu dan di tambah dengan anggukan kalem putrinya Niari


"Masalahnya pak, anggota itu tidak boleh punya istri lebih. kantor tidak mengijinkan" Jawab pak Doni


"Oohh..tidak masalah, menikah secara adat saja"


"Pak Nialu, dalam masalah ini hukum adat dan aturan kebiasaan kami tidak bisa di campur aduk. Kami di bawah aturan negara, juga memiliki kesadaran hanya punya satu istri dan bersifat setia. Adat anda memperbolehkan lelaki punya istri lebih dari satu, sedangkan kami tidak. Juga secara pribadi kami menjaga perasaan istri dari bapak Randy" Pak Doni menjelaskan dengan panjang lebar. Hingga Niari masuk ke dalam kamar sambil menangis


Adat budaya yang berbeda selalu mengajarkan kita untuk tau seluk beluk tempat yang kita datangi, selain untuk menghormati, kita juga bisa menjaga diri, membawa diri di tempat yang baru kita datangi


"Saya memang kecewa, tapi saya akan bicara pada putri saya pelan pelan" Jawab Nialu.


Mereka semua berpamitan pada Nialu untuk pulang. Setibanya di camp, mereka menuju tempat masing masing.


Rasanya sore ini Randy ingin menangis menghadapi masalah demi masalah. Randy memeluk ponselnya hingga tertidur.


.


.

__ADS_1


__ADS_2