Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
74. Aku Untuk Kamu


__ADS_3

Naya meremas kuat selimutnya tak tau apa yang harus dilakukan, menjawab atau tidak pernyataan yang di ucapkan ibu Fahira padanya.


Randy sangat paham dan merasakan apa yang di rasakan oleh istrinya. Randy duduk pada ranjang Naya lalu mengusap rambut Naya. Tanpa suara Naya terisak pelan memeluk pinggang Randy dan membenamkan wajahnya.


"Saya secara pribadi berterima kasih atas kebaikan keluarga ibu pada saya. Tanpa ibu mungkin saya tidak akan selamat. Tapi maaf saya tidak akan pernah bisa mengabulkan permintaan ibu" ucap Randy.


"Tapi nak Randy juga harus memikirkan perasaan Fahira" Ibu Fahira tidak mau kalah.


"Saya juga harus menjaga perasaan istri saya. Saya akui kemarin saya sempat tidak mengingat apapun"


"Tidakkah nak Randy mempertanggung jawabkan perbuatan selama menjadi 'suami istri' dengan Fahira??" Teriak Ibu Fahira. Naya menatap tajam dalam tatapan nanarnya pada Randy menuntut jawaban atas ucapan ibu Fahira.


Randy membelai lagi rambut Naya, membuang kasar napasnya. Bagaimanapun masalah ini harus selesai sekarang juga. Wajah Randy mengisyaratkan bahwa Naya harus percaya padanya sebagai suaminya.


"Bu.. Saya memang memperlakukan Fahira selayaknya istri saya karena saat itu memang yang ada dalam pikiran saya hanya ada Fahira seperti doktrin dari ibu dan bapak. Tapi batin saya merasakan hal yang berbeda dan menolak itu semua. Tidak ada rasa sama sekali dalam hati saya. Saat saya menjadi Ahmad saya hanya berusaha menjadi 'suami' yang bertanggung jawab tapi memang ada nafkah yang tidak saya berikan dan ibu bisa tanyakan langsung pada putri ibu!!" jelas Randy.


"Bu.. sudah ya. kakak ipar saya ini sudah memiliki keluarga. Ada anak dari hasil pernikahannya dan tentu bang Randy harus memulai kembali di kehidupan yang sesungguhnya. Saya harap ibu mengerti! Kami bisa membantu menjelaskan pada Fahira secara perlahan. Tapi untuk lebih dari itu maaf.. kami sekeluarga tidak bisa" Reno berusaha menengahi pembicaraan antara Randy dan ibu Fahira.

__ADS_1


Kekecewaan nampak jelas dari wajah ibu Fahira tapi memang benar bahwa Fahira bukanlah istri dari Randy. Ibu Fahira hanya mencemaskan kondisi putrinya saja.


Tak lama beberapa perawat datang untuk memindahkan Naya ke ruang perawatan. Randy ingin anak dan istrinya merasa nyaman di kamar perawatan dengan tenang.


***


"Mau minum sayang?" tanya Randy. Naya hanya menatap lekat suami yang dirindukannya. Berbulan bulan Naya menanti hadirnya hari ini.


"Apa mendadak suamimu ini sangat tampan?" Randy mulai menggoda Naya


"Jangan tinggalkan aku lagi mas. Jangan ada Alana, Dinar, ataupun Fahira dalam hidupmu"


"Siapa nama baby boy kita mas?" lirih Naya yang belum sepenuhnya pulih


"Zein Armedya Prawira" Jawab Randy tersenyum mantap.


Naya tersenyum bahagia walau dalam hatinya sedikit mengganjal tentang cerita kepulangan Randy.

__ADS_1


***


Dua hari kemudian Randy dan Naya kembali ke komplek mereka. Randy tertegun campur aduk di hatinya melihat pemandangan rumahnya yang sama seperti beberapa bulan yang lalu.


"Mbak Naya nggak pernah tinggal disini sejak kabar mas Randy hilang. Aku dan mas Reno saja yang kesini untuk membersihkan rumah ini" ucap Velly.


Randy menoleh pada Naya dengan perasaan iba yang membolak balikan perasaan. Pasti sangat berat untuk istrinya hingga tidak mau tinggal di rumah itu lagi.


Naya hanya tertunduk lesu mengingat semua yang telah terjadi. Naya mengalihkan pandangan pada bayi mungilnya 'Zein'.


"Aku percaya padamu mas, tapi aku hanya ingin memastikan"


"Apa sayang" tanya Randy


"Apakah Fahira akan ada di antara kita nanti"


"Duduklah.. akan aku ceritakan. Tapi berjanjilah setelah ini kamu akan berdamai dengan kenyataan dan selalu percaya padaku" Pinta Randy

__ADS_1


.


__ADS_2