
"Tidurlah sayang, jangan berfikir yang tidak tidak" Yara akhirnya menuruti ucapan David
Malam semakin larut dan sepi.
dddrrrttt..ddrrttt..dddrrrttt
"Dav.. Shandri tidak ada di kamar" ucap bibi melalui sambungan telepon.
"Kok bisa bi??" David menanyakan pertanyaan bodoh.
"Tadi sekitar jam setengah sebelas bibi lihat Shandri memakai dress mini dan sepatu tinggi, bibi kira mau tidur ternyata dia pergi" jelas bibi.
"Bibi mah gimana..mana ada orang mau tidur tapi pakai sepatu tinggi"
"Ya sudah saya cari Shandri dulu bi" David menutup panggilan teleponnya.
Kamu pasti kesana Shan.
David melihat Yara lalu mengecup keningnya.
"Aku pergi sebentar ya sayang. Aku akan segera kembali kesini" pamit David berbisik.
Setelah David pergi, Yara membuka matanya.
Kamu rela mencarinya tengah malam begini mas, apakah kamu tetap akan mencintaiku nantinya?
***
Musik kencang mengiringi banyaknya manusia yang bergoyang goyang. David masuk dan benar saja seorang Shandri sedang bergoyang di bawah lampu yang menyala remang-remang.
"Ayo pulang Shan. Tidak baik seorang gadis baik- baik berada di tempat seperti ini" David menarik tangan Shandri.
"Gadis??? Baik - baik?? aku menjaganya semua untuk kamu David..tapi kamu malah memilih gadis itu. Jadi buat apa aku menjaganya lagi" cerocos Shandri yang mabuk sambil bergoyang-goyang.
"Tidak..kita harus pulang" ajak David lagi.
"Apa pedulimu???" Shandri mulai marah.
Tak lama beberapa orang masuk dan merazia pengunjung club malam.
__ADS_1
David yang berada disana terpaksa menunjukkan identitas.
"Lettu David Hariadi... seorang perwira ada di tempat seperti ini" baca seorang anggota mencibir dalam razia sambil menyerahkannya pada Randy yang kala itu di mintai tolong oleh markas membantu jalannya razia. Randy sangat terkejut melihat nama itu.
"David??? Kamu disini mabuk mabukan bersama Shandri?????" Randy kesal dan langsung menghajar David di tempat saat melihat Shandri bergelayutan sambil mencium pipi David tanpa henti.
"Tidak pak, saya hanya menjemput Shandri disini" bantah David terbata merasakan memar di tubuhnya.
"Tinggalkan anak saya David!!!" geram Randy.
David berlutut di hadapan Randy.
"Saya memang salah berada disini, tapi saya disini hanya menjemput Shandri sepupu saya"
"Kamu bisa membohongi semua orang tentang siapa Shandri, tapi kamu tidak bisa membohongi saya kalau dia bukan siapa siapa kamu khan" tatapan Randy mengintimidasi.
"Benar pak, Shandri sepupu angkat saya, dia di angkat anak oleh om saya" jawab David pasrah.
"Ini sudah cukup alasan untuk kamu meninggalkan Yara"
"Tidak pak, saya tulus mencintai Yara" David terus memohon tapi Randy melepaskan tangan David dan berjalan keluar club malam.
Puaskah kamu merusak hidupku seperti ini Shandri??? Taukan kamu betapa aku sangat mencintai Yaraku??
***
"Perwira ada di club malam dan mabuk bersama seorang gadis???" David mendapat teguran keras dari Danyon setempat.
"Siap salah" jawab David tegar mendapat teguran keras dari Danyon.
---------
"Aku nggak bisa jemput kamu pulang sayang" ucap David di telepon.
"Kenapa mas?"
"Mendadak ada tugas dari kantor" alasan David. David menyandarkan punggungnya pada tembok Mess tempat tinggalnya setelah mematikan telepon.
Rasa rindu harus ia tahan dan mungkin saja harus mengikhlaskan Yara harus berpisah dengannya karena Randy mulai memberi jarak karena peristiwa Shandri dua hari yang lalu. Hatinya terasa perih membayangkan jika hubungannya harus kandas. Rasa cinta pada Yara sudah sangat melekat pada hati David dan ingin segera memperistri Yara.
__ADS_1
***
"Mas, kamu cepat ke kampus Yara!!!" ucap Shandri siang itu lalu mengambil video saat Yara di jemput seorang pria dan tampak sangat dekat.
---------
"Beginikah caramu kalau aku tidak bisa menjemputmu??" geram David sambil menarik kasar tangan Yara. Ada rasa kekecewaan pada diri David.
"Kasar sekali kau bang" tegur pria itu pada David.
"Siapapun kamu, berani sekali kamu menyentuh Yara di depanku" Pria itu hanya tersenyum melihat kecemburuan David padanya.
"Yara tidak sebaik yang kamu pikir mas" Shandri berucap seolah memanaskan hati David lagi.
"Aku sungguh mencintai kamu dek, tapi kenapa kamu tega" lirih David
"Abang salah sangka, aku saudaranya" jelas Pria tersebut yang ternyata adalah Vernan, sepupu Yara.
"Saudara dari mana? Saudara Yara hanya Zein dan sedang pendidikan" David hanya tau saudara Yara adalah Zein.
"Itu alasan untuk menutupi kesalahannya saja mas" ucap Shandri lembut menambah panas suasana hati David.
"Cukup Shandri... kamu jangan sengaja membuatku panas. Apa maumu sebenarnya??" bentak David tidak sabar.
"Apa aku salah kalau aku cinta kamu mas. Kamu bukan sepenuhnya kakak sepupuku" tangis Shandri pecah saat David membentaknya.
"Aku sudah katakan padamu, tidak salah kamu cinta, sayang atau menyukaiku tapi hatiku hanya menganggapmu adik dan aku hanya mencintai Yara. Kamu harus pulang besok pagi. Aku tidak ingin Yara jadi salah paham padaku"
"Nggak mas, aku mau disini menemanimu" rengek manja Shandri.
"Tidak... kamu harus pulang!!!" perintah David.
"Dan kamu... jauhkan tanganmu ini dari Yara!!" David menepis tangan Vernan yang memegang Yara. Yara kini mulai menangis karena perasaannya bingung campur aduk.
"Vernan..kita pulang saja!" ajak Yara yang terluka dan kecewa mengetahui bahwa David tidak memiliki ikatan apapun dengan Shandri.
"Jangan pergi dek, apa kamu sungguh memilih pria itu di banding aku??" sendu David.
"Jelas aku memilih Vernan karena dia benar sepupuku, dan aku tidak membohongi mu" ketus Yara. Yara meninggalkan David yang masih terpaku meratapi kepergian Yara bersama Vernan.
__ADS_1
.
.