
Naya gemetar membuka surat itu. Naya melihat surat itu dan Reno menyuruhnya untuk membacanya.
*Untuk istri tercintaku
Maaf..Beberapa waktu ini aku tidak bisa menghubungimu. Tidurku tidak nyenyak sayang.. Terbayang wajahmu selalu..juga anak kita
Hari ini begitu dingin.. Aku sangat merindukanmu. Aku ingin cepat pulang..memeluk dirimu dan melepas segala rindu di hatiku
Sayang..aku akan segera pulang.. Jaga Yara.. Jaga anakku yang masih ada dalam kandunganmu..Jaga dirimu baik baik
Katakan padanya.. Papanya sangat merindukannya..
Katakan padanya.. Papanya sangat menyayanginya..
Katakan padanya.. Papanya akan pulang.. Jangan menangis dan do'akan papa
Istriku sayang.. Jangan menangisiku jika kamu belum menemukanku di antara rekanku yang lain.. Simpanlah aku dalam hatimu
Percayalah.. Doa istriku akan menjadi pengantarku selesai dalam tugasku
Ratu di hatiku... Aku sayang padamu..
Salam cinta
Sertu Randy Prawira*
Naya berlinang air mata memeluk surat dari Randy seketika tangis histeris terdengar di seluruh aula. Reno menjadi panik melihat Naya yang begitu terluka.
Reno memeluk Naya dan ikut menangis
__ADS_1
"Marahlah padaku Nay, aku tidak menjaga suamimu. Ini salahku, aku sungguh minta maaf"
Naya berontak dan histeris. Para ibu yang menemani disana ikut menangis sedih tak tega melihat ratapan Naya yang terus memanggil Randy. Reno mengusap perut Naya.
"Istighfar Nay, kasihan anakmu ini"
Naya antara sadar dan tidak sadar. Badannya demam. Velly memutuskan agar Naya tinggal bersamanya karena saat Naya melihat rumahnya dan foto Randy semakin membuat Naya histeris.
Akibat dari rasa kehilangan Randy, Naya sangat takut pada Yara dan takut dengan kehamilannya. Semua itu semakin membuatnya teringat pada Randy. Papa mama Randy semakin merasakan sedih yang berlipat melihat menantunya tidak bisa menerima keadaan.
"Aku akan jaga mbak Naya ma, biar aku dan mas Reno menjaganya. Mama tolong jaga Yara, sesekali bawa Yara kemari agar mbak Naya pulih perlahan" ucap Velly. Semua pun menyetujuinya
-----
Reno hanya mengawasi saja setiap perkembangan Naya. Velly merawat dan menjaga Naya sepanjang waktu meskipun Naya sudah tidak ingin memperdulikan hidupnya lagi
Seperti hari ini. Naya menaiki tower air dan ingin melompat dari atas. Velly sudah menidurkan anaknya dan tidak mendapati Naya berada di kamarnya.
Velly keluar kamar dengan panik. Reno yang baru saja pulang melihat kepanikan istrinya
"Mas.. mbak Naya tidak di kamarnya"
"Ren, itu mbak Naya naik tower air" kata seorang anggota menjawab kebingungan mereka
"Haahh..astagfirullah" Reno berlari sekencangnya menuju tempat Naya.
------
Beberapa anggota berusaha membujuk Naya, tapi Naya tidak menggubris omongan mereka. Reno pun merangkak naik dan membujuknya
__ADS_1
"Nay.. sini pegang tanganku" Reno mengulurkan tangan
"Kenapa mas Randy meninggalkanku? aku tidak ingin dia meninggalkanku"
"Percayalah semua yang terjadi pasti kan ada hikmahnya Nay, Bang Randy sangat menyayangimu. Bang Randy akan sangat hancur melihatmu seperti ini Nay. Ingat Yara, ingat anak dalam kandunganmu" bujuk Randy.
"Kenapa mas Randy memberiku semua kebahagiaan ini kalau akhirnya harus meninggalkanku" isak tangis pilu membuat perasaan yang melihatnya ikut bersedih
"Tidak ada yang ingin hal ini terjadi Nay, cukup kamu menyiksa dirimu terlebih anakmu" ujar Reno perlahan hingga dirinya mampu menangkap Naya dan membawanya turun
***
Satu bulan kemudian
Reno bersama anggota lain berada di pasar ikan di dekat pelabuhan. Hari ini akan ada acara bakar ikan di Batalyon karena Batalyon ingin agar sesama anggota terjalin rasa kekeluargaan dengan mengajak serta keluarga mereka nanti malam.
Reno melihat seseorang di bagian depan kapal sedang mengatur ikan yang turun, namun ada beberapa ikan yang terlihat di pisahkan dan orang itu memberi uang pada seorang pengepul.
Reno penasaran dan mendekati pengepul itu dan menawar ikan pada keranjang tersebut. Terjadilah perdebatan karena pengepul tersebut tidak melepas ikan tersebut. Reno, Adi, dan Jhon merasa curiga.
"Ikan itu sudah ada pemiliknya" ucap pria yang memberi ikan pada pengepul tersebut sambil menatap mata Reno.
Mereka bertiga amat sangat terkejut melihat pria tersebut.
"Bang Randy" ucap Reno lirih, matanya berkaca kaca.
.
.
__ADS_1