Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
26. Yang tertunda


__ADS_3

Randy bersandar melihat Reno yang sedang mengobati Velly dengan melipat tangan di depan dada. Naya yang baru keluar membawa teh hangat melihat suaminya berdiri lalu menegurnya


"Duduklah mas, apa dengan menjadi satpam disitu luka Velly akan langsung hilang!"


"Kamu ada apa tiba tiba kesini Vel" Tanya Randy pada adiknya


"Mama papa menyuruhku melihat keadaan kalian karena kandungan mbak Naya sudah 7 bulan. Papa mama khan di Singapura agak lama, Kemungkinan akan pulang mendekati waktu mbak Naya melahirkan, aku akan menyusul papa mama untuk beberapa hari saja disana, karena ada tugas kampus yang harus kukerjakan disini" Velly menjelaskan tujuannya


"Sudah....maaf ya mbak. saya tadi tidak sengaja" ujar Reno setelah selesai memakaikan perban pada Velly, dia merasa bersalah karena sudah membuat adik dari 'abangnya' terluka


"Lain kali lihatlah dengan benar sekelilingmu, itu bahaya" Velly mengerucutkan bibirnya masih tidak terima walau Reno sudah meminta maaf.


"Galak sekali" gumam Reno lirih


"Kamu juga sangat menyebalkan" Velly memalingkan wajah


Randy mengajak Naya masuk ke dalam kamar meninggalkan keributan kecil Velly dan Reno. Naya mengikuti suaminya masuk ke dalam kamar dan merebahkan tubuhnya.


"Aku tidak menyebalkan, aku pria yang baik" jawab Reno sengaja membuat wajah polos


"Playboy..kau pasti playboy kelas kakap" tuduh Velly


"Oya...tapi tidak ada playboy sebaik diriku" Reno menyeruput teh hangat di hadapannya. Reno tersenyum geli menatap Velly yang hidungnya nyaris berasap


Velly mendengus dan menghentakan kaki melihat Reno. Velly pun meminum teh miliknya sambil memunggungi Reno.

__ADS_1


"Baru kali ini aku berbicara dengan punggung"


Velly menoleh pada Reno dan menunjukan wajah juteknya.


-----


"Sayang..usia kandunganmu sudah 7 bulan. 2 bulan lagi aku akan bertemu incesku, aku nggak sabar ingin segera melihatnya lahir kedunia" Randy memeluk Naya dan mengelus perut buncit itu.


Ada gerakan yang sangat terasa dan jelas terlihat membuat Naya dan Randy semakin gemas.


"Sabar mas, nanti juga kalau sudah waktunya..kita akan segera bertemu


Oya mas inhalerku sudah mau habis karena belakangan ini aku agak sesak untuk bernafas, bisakah kita membelinya lagi mas?" Tanya Naya


Naya sempat tak menceritakan jika dia belakangan ini sudah merasa sangat sesak bahkan untuk sekedar berjalan karena tidak ingin suaminya semakin khawatir tentang keadaannya.


Randy sudah sangat banyak mengurangi rokoknya demi menjaga istri juga anaknya. Dia tidak ingin hobbynya itu akan memperburuk keadaan orang di sekitarnya.


Tak lama Reno pamit pulang. Velly pun ikut pulang juga karena akan mengerjakan pekerjaan yang di bebankan ayahnya.


***


Sore yang mulai dingin..beberapa hari ini prakiraan cuaca mengumumkan akan ada angin kencang lagi beberapa hari ini juga air laut di sekitaran tempat mereka akan meninggi.


Randy selesai menemani istrinya mandi. Randy sangat khawatir istrinya terpeleset. jangankan mandi, melihat istrinya berjalan saja rasa hatinya sangat ngilu. Di dalam kamar..Randy mengeringkan rambut Naya dengan handuk, wangi shampo menyeruak kedalam hidung. Randy keluar dan menggantung handuknya lalu kembali kedalam kamar. Naya beranjak dari duduknya hendak menuju ranjang.. Ada suara petir menggelegar di luar sana. lampu pun padam. Naya terkejut dan memeluk suaminya yang sudah ada di dalam kamar

__ADS_1


Angin bertiup mengakibatkan udara semakin dingin. Hujan pun turun dengan derasnya. Randy melepaskan pelukan Naya dan merebahkan tubuh istrinya perlahan. Tak ada cahaya dalam kamarnya. hanya terdengar bunyi hujan di atap rumah. Randy merasakan hasratnya mulai bangkit, ingin sekali melanjutkan sesuatu yang tertunda.


Sebenarnya sejak Naya pendarahan, Randy tidak berani menyentuh Istrinya lagi..karena dia sangat takut terjadi apa apa dengan bayinya. Randy hanya berani bermain main di sekitar dada istrinya dan meminta istrinya untuk memuaskannya dengan cara yang lain walau sebenarnya mungkin tidak begitu puas untuknya.


Tapi kali ini lain. Randy sangat menginginkan istrinya secara lebih. Naya yang merasakan suaminya menggerakan tubuh dengan napas memburu merasa kasihan. Naya berbalik badan


"Sini aku peluk mas" dan seketika itu juga Randy mencium lekat bibir Naya. Naya memasukan tangan ke dalam kaos suaminya dan tangannya mulai menjalar kesana sini sekedar ingin menenangkan hati suaminya.


"Aku ingin sekaliiii saja sayang" suara Randy mulai serak sambil menyembunyikan wajahnya di leher Naya.


"Iya mas" Naya mengiyakan permintaan suaminya


"Apa kamu dan incesku akan baik baik saja?" Rasa takutnya masih menghalangi hatinya.


"Gapapa mas, aku tau mas sudah berusaha menahannya"


Randy tak ingin membuang waktu lama untuk menyelesaikan hari hari yang tertunda. Di bawah selimut yang menjadi saksi bisu..perlahan namun penuh cinta tenggelam dalam rasa yang sulit di ungkapkan dan sore itu mereka memadu cinta yang selama beberapa bulan ini mereka tahan.


.


.


***Author mengucapkan Selamat Menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. Mohon maaf lahir dan batinπŸ˜‡πŸ™


Tetap dukung karya Author ya!!! Jangan lupa vote, like dan bintangnya. Happy reading semua 😘😘😘***

__ADS_1


__ADS_2