
Malam ini juga, mereka menikah dan sah. Naya semakin menangis tersedu sedu karena harus menikah dengan cara seperti ini. Randy memeluk Naya. Naya membenamkan wajahnya pada dada Randy, dan laki laki yang kini menjadi suaminya itu memeluknya dengan sayang.
***
Setelah Naya sedikit tenang, Naya menunggu Randy yang menemui kedua sahabatnya Nano dan Dani.
"Kenapa jadi gini sich Ran, beneran kamu nggak otak atik itu anak orang" tanya Nano pada sahabatnya dengan iba.
"Kamu basah basahan dan Naya di kamar mandi, pantas Ran" tambah Dani yang setengah tidak percaya menggelengkan kepala pada masalah sahabatnya itu.
"Berani sumpah nggak aku apa apain, kalian segitu nggak percayanya ya sama aku? aku hanya terjebak di situasi yang sulit" jawab Randy lemas.
"Terus itu gimana anak orang? orang tuamu pasti bahagia kamu menikah, apalagi lebih cepat dapat cucu.tapi yang orang tuamu tau khan pacarmu saat ini Alana bukan Naya" Sambung Dani
"Kamu harus gerak cepat Ran" Ucap Nano lalu meninggalkan Randy diikuti oleh Dani.
***
"Dek, ayo aku antar pulang ambil pakaianmu, kita ke rumahku aja. Kalau kamu tetap disini aku nggak yakin kamu di perlakukan baik oleh warga disana" ajak Randy.
Naya hanya diam, tapi tetap mengikuti langkah pria yang kini sudah sah menjadi suaminya menuju mobil. Sebenarnya Naya tau harus bagaimana setelah menikah namun rasa belum ikhlasnya menerima ini semua membuatnya terasa berat.
Sesampainya di kontrakan, Naya tidak membawa banyak barang karena memang banyak barang yang bukan miliknya. Randy membawa barang Naya ke mobilnya dan segera melajukan ke arah rumahnya. Kali ini Naya mulai sedikit penasaran Randy punya rumah juga mobil. Yang Naya tau tentara memang bisa memiliki harta itu, tapi mobil mewah juga rumah ini apa benar murni dari penghasilannya?.
__ADS_1
Keadaan ini benar benar membuat Naya ingin bertanya tapi masih di tahannya. Ini bukan rumah, ini istana megah di perumahan elite, apakah mungkin?.
Naya turun dan membantu Randy membawa barangnya. Setelah pintu terbuka, Randi mengajak Naya ke lantai dua rumah tersebut.
"Ini kamar kita dek" kata Randy
"Mas secepat itukah kita harus berdua?" tanya Naya
"Apa ada yang salah? kamu istriku dek, kamu ingat khan mulai sekarang kamu tanggung jawabku" jawab Randy.
Naya hanya menganggukkan kepala. Randy mengerti Naya belum siap dengan keadaan ini, tapi mereka juga sudah terikat hak dan tanggung jawab masing2 karena mereka sudah suami istri.
Mereka merebahkan badan setelah menyelesaikan diri mereka masing masing. Naya dan Randy tidur saling memunggungi merasa canggung karena baru pertama tidur dengan lawan jenis. Akhirnya mereka tertidur karena sudah menghadapi masa yang lelah hari ini.
***
"Mas..hari ini aku belum ijin atasanku di butik, bisakah aku pergi ke butik untuk minta ijin"
Randy bangkit dari push up nya "Dimana tempatmu kerja dek, biar aku antar"
"Butik jalan Mawar mas" jawab Naya
Randy mengerutkan keningnya
__ADS_1
"ayo.."
***
Mereka berdua telah sampai di butik.
"Ternyata benar,milik Alana" batin Randy
Ayo mas, mau ikut nggak?" tanya Naya
"Kamu duluan dek, mas beli rokok dulu disana" tunjuk Randy pada sebuah kios kecil tidak jauh dari kios itu.
"iya mas" senyum Naya sambil berjalan masuk ke dalam butik
"Randy..kamu nunggu aku? aku kangen kamu sayang" Alana mengalihkan perhatian Randy pada batang rokok yang setelah di hisap, dia putar putar sebagai mainan.
"Aku nunggu istriku di butikmu itu" jawab Randy santai sambil menghisap lagi rokoknya.
"Istri? kamu jangan bercanda sayang, bukankan kamu cinta aku" tanya Alana merayu.
Randy tak menghiraukannya, dia berjalan masuk ke butik umtuk mengajak Naya pulang.
"Tunggu Ran, katakan itu tidak benar, apa karena masalah kecil itu terus kamu menghukumku seperti ini? ayolah Ran..buka pikiranmu jangan jadi orang kolot" Alana berbicara sambil mendekati lalu memeluk Randy dengan erat lalu berusaha mencium leher Randy. Randy menepisnya.
__ADS_1
Karyawan di butik itu menuju kebelakang, seakan memberi ruang pada bos nya untuk leluasa memadu kasih..