Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
48. Latihan Jangan lupa like, vote dan bintangnya ya readers yang baik hati


__ADS_3

Randy : Sedekat apa dulu Feri dengan Naya?


Reno : Feri siapa bang? teman sekelasku?


Randy : Iya


Reno : Darimana abang tau


Randy : Dia ada disini


Siang itu juga Randy memberi pesan wa pada Reno. Sisa kesalnya masih melekat pada hatinya.


Reno disana juga sedikit cemas. Dulu Feri sangat mengejar Naya sampai akhirnya Reno tau Feri akan berbuat jahat. Reno menyelamatkan Naya yang tidak pernah tau bahwa Feri lah yang akan menghancurkan Naya.


"Aku akan bicara pada abang besok" batin Reno


***


Sore saat Naya, Randy dan Yara sedang bercanda bersama di belakang rumah. tapi candaan itu hanya terfokus pada si kecil Yara.


"Aku menyadari siapa kamu mas, yang aku tau.. pengorbananmu sangat besar untukku saat kamu membawaku. Siapapun kamu mas, aku bangga memilikimu"


Randy menoleh menatap istrinya. tak ada kata yang terucap dari bibir pria yang telah memiliki seorang putri itu. Randy tidak ingin salah bicara dengan menerka masa lalu Naya. Saat ini hanya ingin berfikir positif saja untuk mengembalikan suasana yang tidak begitu baik akhir akhir ini.


***


"Sebelum aku menjalin hubungan dengan Naya, Feri itu diam diam sangat menyukai Naya. Dia juga lelaki yang pintar. Aku menjauhkan Naya dari jangkauan Feri karena dia terlalu terobsesi. Aku sempat mengancamnya saat sudah bersama Naya, Feri pun mundur teratur. Tapi aku baru tau kalau Feri bekerja di perusahaan abang" Reno menjelaskannya dengan detail


"Aku sungguh tidak suka dengan kesombongannya. pantas tatapan matanya pada istriku sungguh kurang ajar. Naya sama sekali tidak peka dengan keadaan. Aku tidak ingin Feri mencari tau atau mendekati Naya lagi" Ucap Randy


***


Randy pulang larut malam lagi. Sudah satu bulan ini dia menghandle perusahaannya, Velly sementara tidak bisa mengerjakannya karena kandungannya sudah lewat 5 bulan. Randy mengajak Reno untuk bekerja karena kedepannya dia akan bisa membantu Velly.


"Pulangnya malam sekali mas, ini sudah jam 12" tanya Naya pada suaminya yang menyandarkan tubuhnya pada sofa ruang tamu.


"Iya, sekalian mengajari Reno agar dia bisa membantu Velly"


Naya memberikan teh hangat yang baru saja di buatnya pada Randy


"Jangan terlalu lelah mas, jaga kesehatanmu juga" Randy hanya mengangguk.

__ADS_1


"Bagaimana Yara hari ini, belakangan ini aku kurang memperhatikannya. aku berangkat pagi hari saat Yara masih tidur, aku pulang saat Yara sudah tidur" Randy termenung memikirkan anaknya.


"Yara sangat sehat mas, dia sangat pintar duduk,belajar merangkak dan memegang apapun yang di lihatnya" Naya tau suaminya pasti sedih karena sudah melewatkan perkembangan anaknya.


"Kalau mamanya..apa kabar hari ini" tanya Randy dengan tatapan lelahnya


Naya sedikit mencondongkan badannya ke arah Randy sambil setengah berbisik "Mamanya baik baik saja. hanya sedikit merindukan papanya"


"Sedikit???" Randy mengecup bibir istrinya sekilas. "Sini..duduk disini" Randy menepuk pahanya sambil menarik tangan Naya agar duduk di pangkuannya.


"Bagaimana kalau aku yang sangat merindukanmu" tanya Randy sambil mengecup bahu Naya.


"Akan kubayar kerinduanmu mas"


Randy merasakan jantungnya berdesir di sela rasa lelahnya hari ini..Naya pun membalas kerinduan Randy dengan penuh cinta.


***


Subuh tiba, Randy selesai mandi dan beribadah. Badannya terasa menggigil. kepalanya sangat berat. Naya masuk ke kamar dan mendapati suaminya sedang kedinginan


"Mas..mas kenapa? kenapa mas menggigil seperti ini?" Naya sangat cemas dengan keadaan suaminya.


"Apa tidak sebaiknya mas ijin saja?" tanya Naya pada Randy dengan khawatir


"Tidak perlu, ini hanya masalah kecil" Randy memejamkan matanya sebentar sebelum ia berangkat kerja


***


Kegiatan sangat full hari ini. ada latihan pengepungan gerilya yang sangat menguras tenaga. Latihan dipusatkan didalam hutan agar jauh dari warga sekitar. Dari awal Randy sudah terkena banyak jebakan karena sakit kepala. Dalam latihan terakhir Randy sangat tidak fokus hingga terkena ranjau. Karena kaget Randy terpental menabrak dinding buatan dan tertimpa reruntuhan bangunan. Randy terperosok ke sisi dalam jurang


Latihan di hentikan sementara karena rekannya melaporkan Randy terperosok. Para anggota turun mencari Randy. Di tempat jatuhnya, Randy sedang menahan sakit pada tubuhnya. Di dekat tulang rusuknya teramat sakit sampai terasa ke ulu hati. Randy menyentuh sekitar dadanya, ada banyak darah. Randy bisa saja naik ke atas, tapi kondisinya yang memang sedang sakit, tidak memungkinkannya untuk naik.


Randy sudah di angkat ke atas, namun tubuhnya langsung tumbang tanpa tenaga. Randy segera di larikan ke rumah sakit, tubuhnya demam.


***


Randy di berikan perawatan hingga dia sadar. Randy melihat tangan kirinya sudah di pasang selang infus. Beberapa rekannya sedang mengobrol di sekitarnya hingga tidak melihatnya siuman.


"Ren..." Panggil Randy pada Reno yang dilihatnya sedang berbincang dengan rekannya. Seluruh tubuhnya sakit untuk di gerakkan.


"Iya bang, abang butuh apa? mau minum bang?" tanya Reno yang segera mendekati Randy

__ADS_1


"Nggak Ren, jangan bilang pada Naya dulu, jangan bikin dia panik" titah Randy pada Reno. Suaranya berat tertahan dan terbata bata.


"Iya bang, tenang saja" Reno menyanggupi


"Aacchh" Tangan kanan Randy mencengkeram spreinya dan tangan kirinya memegang dadanya kuat. Randy hilang kesadaran lagi.


"Bang..sadar bang..bang Randy.. Ya Allah........ Dok..tolong" Reno panik, anggota di ruangan itu pun ikut bingung


***


"Tante Randy..kok masih disini, nggak ke rumah sakit" tanya bu Lindu yang heran pada Naya yang masih menyuapi Yara pada sepeda roda tiga miliknya.


"Siapa yang sakit bu?" Tanya Naya santai menanggapi bu Lindu


"Om Randy kritis te, khan tadi kena ranjau dan terlempar ke jurang. Mas Lindu aja baru pulang dari rumah sakit"


Badan Naya langsung lemas tak seketika. Pikiran seakan kacau mencemaskan Randy. Yara dititipkan pada bu Indro dan Naya secepatnya berangkat kerumah sakit dengan ojeg.


***


Naya berjalan di dekat pintu ruang IGD, ia melihat rekan Randy yang berada di depan pintu. Naya berlari karena takut terjadi sesuatu dengan Randy..


"Maaass..mas Randy...." Naya berteriak panik memanggil nama suaminya. Reno menangkap tubuh Naya yang berontak ingin masuk.


"Mana suamiku mas, aku mau lihat mas Randy" teriak Naya pada Reno dan sekuatnya berusaha melepaskan tangan Reno


"Sebentar Nay, sabar ya..bang Randy sedang bersama dokter di dalam" cegah Reno


Dokter keluar dari ruang IGD. Wajahnya datar tanpa ekspresi..


"Ibu istrinya pak Randy?" Dokter berkata pelan


"Saya sampaikan bahwa saat ini pak Randy..."


bruuuugghhh


"Nayaa.. duuhh Nay!!" Reno panik menepuk pelan pipi Naya karena Naya tiba tiba pingsan karena terlalu cemas dan takut akan penjelasan yang akan disampaikan dokter


.


.

__ADS_1


__ADS_2