Prajurit Pilihanmu

Prajurit Pilihanmu
27. Berantakan


__ADS_3

***Spesial double up untuk pembaca setia Author hari ini. Up selanjutnya bisa kalian nikmati menjelang sore ya!! Tetap Vote, like dan bintang untuk karya Author.


Selamat membaca semua. Semoga hari kalian menyenangkan 🤗😊***.


--------------------------------------------------


Di Batalyon para anggota di kirim bergantian untuk team penyelamatan korban Abrasi akibat hujan beberapa waktu yang lalu. Di komplek anggota juga terjadi kerusakan akibat angin, dan gempa siang tadi. Sebagian rumah ada yang ambruk dan retak akibat angin dan gempa.


Malam ini adalah jadwal tugas Randy mengevakuasi warga ke atas gunung karena dikabarkan akan terjadi gempa susulan dan tsunami. Batalyon mereka berada di atas tebing karang laut, sehingga harus di ungsikan ke atas gunung. Bantuan evakuasi kali ini di pusatkan pada warga lebih dahulu, setelah itu anggota akan menolong keluarganya.


Malam itu gelap gulita dengan sedikit penerangan, angin


dingin menusuk kulit. Randy akan berangkat ikut team malam itu juga.


"Dek..lebih baik kamu tidur di Aula saja, Dapur kita khan ada yang roboh.. mas belum bisa memperbaikinya karena masih menolong warga untuk evakuasi lebih dulu. kamu sabar dulu ya"


"Nggak mas aku disini aja. yang sedikit rusak khan bagian dapur. Aku nggak akan ke bagian belakang mas. Lagian dengan perutku ini aku lebih nyaman disini" Naya menolak usulan Randy. Randy hanya bisa membuang napas kasar.

__ADS_1


"Dek, tolong jangan membantahku. Mas takut ada gempa susulan sedangakan masih sibuk kerja..ini situasi darurat, kamu nggak akan tau 5 menit kedepan apa yang terjadi dan di rumah ini kamu sendirian" Randy tak habis pikir pada keras kepala istrinya. Di Aula sudah banyak keluarga anggota yang sementara di ungsikan sebelum mereka di bawa ke tempat yang lebih aman.


Naya tak bergeming, raut wajahnya menunjukan kalau Naya enggan pergi ke aula yang sudah Randy perkirakan jauh lebih aman. Lama menunggu jawaban membuat Randy semakin terlambat berangkat melaksanakan tugasnya.


"Kalau kamu nggak mau kesana, kamu akan merepotkanku nantinya, apalagi kamu sedang hamil. yang aku tolong bukan hanya kamu, tapi juga warga di luar..berpikirlah sedikit" Randy pergi menyambar rompi team dan meninggalkan Naya yang mulai menangis


Di jalan..perasaan Randy amat kacau. Kandungan istrinya semakin besar, Apa jadinya kalo sampai terjadi sesuatu. Randy mengusap wajahnya kasar karena frustasi. Randy tiba di gerbang kelurahan dan membantu disana. orang orang mulai naik truk dan berangkat. Randy mengambil ponselnya


"Ren, tolong lihat keadaan Naya di rumah, tadi dia tidak mau ke Aula, aku sangat khawatir"


----


-- gempa terjadi dengan guncangan keras --


***


Situasi Aula batalyon, warga asrama sudah berhamburan.. beberapa truk regu pertama sudah kembali untuk membawa keluarga anggota.

__ADS_1


Dirumah Randy, Reno tidak menemukan Naya..bahkan seluruh bagian rumah sudah di carinya. Reno berlari ke Aula.. ditanyai satu persatu orang disana tapi tidak ada yang tau keberadaan Naya. Reno mengambil ponselnya dan menghubungi Randy.


"Abang..Naya tidak ada di mana mana. saya sudah mencarinya"


Randy yang mendengarnya seakan tubuhnya tanpa tenaga, dia tersandar pada gapura kelurahan hingga di kejutkan suara warga yang minta tolong karena kaki Dinar terkilir dan tidak bisa berjalan.


Anggota lain berusaha membujuk Dinar, tapi Dinar tidak mau karena dia ingin Randy yang menggendongnya hingga sampai ke truk. Karena terlalu menghambat evakuasi maka dicarilah Randy agar segera membawa Dinar dan truk tersebut bisa berangkat ke atas bukit.


"Mas, kakiku sangat sakit. gendong aku" Dinar merentangkan tangannya agar Randy menggendongnya. Randy yang ingin semua cepat selesai tanpa pikir panjang langsung menggendong Dinar. Dinar mengalungkan lengannya pada leher Randy dan bersandar pada pundak Randy sambil meniup niup leher lelaki kekar itu. Hingga sampai di samping truk Dinar masih bergelayut manja yang menandakan jika ada yang melihat, orang akan menjadi salah paham dan mengira Randy adalah kekasih Dinar. Randy menurunkan tubuh Dinar, wanita itu masih sempatnya menggenggam tangan Randy dan bergelayut manja lagi.


Naya yang berjalan hingga sampai kesana melihat pemandangan itu. Naya berjalan perlahan menghampiri Randy dan Dinar. Suaminya itu di peluk Dinar dengan mesra tadi,tapi Randy tidak menolak.


"Mas..kamu merasa aku merepotkanmu, tapi Dinar tidak pernah merepotkanmu mas? Randy menoleh ke arah suara. Randy begitu terkejut melihat Naya yang sanggup berjalan sampai ke tempatnya. "Mau berjalan sampai mana istriku ini??" batin Randy


"Dek, kamu kok disini?"


"Kenapa mas? Agar kamu bisa bermesraan sama perempuan ini? Karena anak ini membebanimu??" Naya menangis melihat tangan Randy masih di genggam Dinar

__ADS_1


.


.


__ADS_2